Ilustrasi zodiak yang sulit mengalah (Unsplash/OSPAN ALI)
INDOZONE.ID - “Gapapa kok.” Dua kata sederhana ini mungkin jadi kalimat yang paling sering diucapkan banyak orang dalam kehidupan sehari-hari. Saat teman meminta bantuan di tengah jadwal yang sudah padat, jawabannya “gapapa kok”. Ketika pekerjaan tambahan datang saat energi sudah hampir habis, tetap bilang “aku bisa”. Bahkan saat tubuh dan pikiran sebenarnya sedang butuh istirahat, banyak orang memilih tetap memaksakan diri demi memenuhi harapan orang lain.
Lama-kelamaan, kebiasaan ini terasa begitu normal hingga sering dianggap bukan masalah. Padahal, di balik sikap yang selalu berusaha mengerti dan menyenangkan orang lain, ada banyak orang yang diam-diam sedang kelelahan. Mereka terus memberi waktu, tenaga, dan perhatian untuk orang di sekitarnya, tetapi lupa menyisakan ruang yang cukup untuk dirinya sendiri.
Akibatnya, bukan hanya tubuh yang terasa lebih cepat lelah. Pikiran juga menjadi lebih mudah stres, suasana hati tidak stabil, dan energi seolah habis tanpa alasan yang jelas. Ironisnya, banyak orang tidak menyadari bahwa sumber kelelahan tersebut bukan selalu berasal dari pekerjaan yang menumpuk atau aktivitas yang padat, melainkan dari kebiasaan mengabaikan kebutuhan diri sendiri secara terus-menerus.
Jika dibiarkan, kondisi ini bisa membuat seseorang kehilangan keseimbangan antara memenuhi kebutuhan orang lain dan merawat dirinya sendiri. Padahal, menjaga kesehatan fisik dan mental bukanlah bentuk keegoisan. Justru, memberi perhatian pada diri sendiri adalah langkah penting agar tetap sehat, bahagia, dan mampu menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih baik.
Baca juga: Banyak Orang Cari Cara Self-Care yang Ribet, Padahal Kuncinya Bisa Dimulai dari Kebiasaan Kecil Ini!
Belakangan ini, istilah self-care sering dikaitkan dengan liburan, staycation, belanja, atau menghabiskan waktu di tempat estetik untuk melepas penat. Tidak heran jika banyak orang mengira merawat diri selalu identik dengan kegiatan yang menyenangkan dan menguras dompet. Padahal, esensi self-care jauh lebih sederhana dari itu.
Merawat diri bukan hanya tentang mencari pelarian sesaat dari rasa lelah, tetapi tentang bagaimana seseorang menjaga dirinya tetap sehat secara fisik, mental, dan emosional setiap hari. Bahkan, beberapa bentuk self-care yang paling berdampak justru sering dianggap membosankan karena dilakukan secara rutin.
Tidur cukup meski sedang asyik bermain media sosial, memilih makanan yang lebih sehat, meluangkan waktu untuk berolahraga, membatasi hal-hal yang memicu stres, hingga berani mengambil jeda ketika merasa kewalahan adalah bagian dari self-care yang sering terlupakan.
Mungkin hasilnya tidak langsung terlihat dalam semalam. Namun kebiasaan-kebiasaan kecil itulah yang perlahan membantu tubuh tetap bertenaga, pikiran lebih jernih, dan emosi lebih stabil saat menghadapi berbagai tekanan hidup. Dengan kata lain, self-care bukan tentang sesekali kabur dari masalah. Self-care adalah cara menjaga diri agar tidak tumbang ketika masalah datang.
Di tengah kesibukan yang padat, banyak orang memaksa dirinya terus produktif tanpa memberi kesempatan untuk beristirahat. Mereka tetap bekerja saat lelah, tetap tersenyum saat tertekan, dan tetap mengiyakan berbagai permintaan meski sebenarnya sudah kewalahan.
Jika dibiarkan terus-menerus, kondisi ini bisa memicu stres berkepanjangan, kelelahan emosional, hingga burnout yang membuat aktivitas sehari-hari terasa semakin berat.
Karena itu, penting untuk mengenali kapan tubuh dan pikiran membutuhkan jeda. Mengambil waktu untuk diri sendiri bukanlah tanda kemalasan, melainkan langkah penting untuk menjaga kesehatan secara menyeluruh.
Salah satu bentuk self-care yang sering diabaikan adalah kemampuan untuk menolak.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Psychologytoday.com