INDOZONE.ID - Ternyata, penyebab stres bukan selalu karena hidupmu terlalu berat. Kadang, sumbernya justru datang dari kebiasaan yang selama ini dianggap biasa.
Cara kita menghadapi ketidakpastian bisa diam-diam membuat pikiran terus bekerja tanpa henti.
Misalnya, terus memikirkan “Bagaimana kalau gagal?”, gelisah saat belum mendapat kepastian, atau merasa harus tahu hasil akhir sebelum memulai sesuatu.
Akibatnya, otak selalu berada dalam mode siaga dan sibuk mempersiapkan berbagai kemungkinan terburuk.
Yang mengejutkan, banyak orang menganggap pola ini sebagai bentuk kehati-hatian. Padahal, dorongan untuk selalu ingin memastikan segalanya terkendali justru bisa menjadi salah satu penyebab stres yang sering tidak disadari.
Baca juga: Saran Ahli Gizi: Penuhi Nutrisi Gen Alpha di Tengah Aktivitas Padat
Salah satu penyebab stres yang sering luput disadari adalah keinginan untuk selalu mengendalikan keadaan.
Orang dengan pola pikir ini biasanya merasa tidak nyaman saat dihadapkan pada ketidakpastian.
Mereka ingin mengetahui bagaimana suatu situasi akan berakhir sebelum semuanya benar-benar terjadi.
Keinginan tersebut bisa muncul dalam berbagai aspek kehidupan, mulai dari menunggu kabar hasil wawancara kerja, memikirkan arah hubungan asmara, khawatir soal kondisi kesehatan, hingga menyusun rencana masa depan sedetail mungkin.
Baca juga: Pantas Saja Gampang Stres! Banyak Orang Ternyata Masih Mengabaikan Bentuk Self-Care yang Satu Ini!
Tidak ada yang salah dengan membuat persiapan, tetapi ketika kebutuhan akan kepastian menjadi berlebihan, pikiran bisa terus dipenuhi rasa cemas dan berbagai skenario yang belum tentu terjadi.
Sekilas, kebiasaan ini memang terlihat seperti bentuk kehati-hatian. Padahal, jika dilakukan terus-menerus, hal itu dapat menguras energi mental karena kita berusaha mengendalikan sesuatu yang memang tidak sepenuhnya bisa diprediksi.
Pada akhirnya, penting untuk menyadari bahwa hidup tidak selalu berjalan sesuai rencana, dan tidak semua pertanyaan harus segera memiliki jawaban.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Psychologytoday.com