Selasa, 21 APRIL 2026 • 13:00 WIB

Studi Ungkap HIV Bisa Percepat Penuaan dalam Hitungan Tahun

Author

Ilustrasi HIV/AIDS. (Freepik)

INDOZONE.ID - Kamu mungkin merasa masih muda, aktif, dan sehat. Tapi, gimana kalau ternyata ada virus yang bisa bikin tubuhmu menua lebih cepat, bahkan sebelum kamu sadar?

Faktanya, di tengah gaya hidup modern dating apps, hubungan tanpa status, sampai kurangnya edukasi soal kesehatan seksual, risiko HIV masih nyata dan sering diremehkan.

Padahal, penelitian terbaru menunjukkan dampaknya tidak sesederhana yang banyak orang kira.

Efeknya Cepat, Bukan Nunggu Lama

Studi yang dipublikasikan di jurnal iScience menemukan bahwa dalam 2–3 tahun setelah terinfeksi HIV, tubuh sudah mengalami percepatan penuaan di tingkat sel.

Bahkan, perubahan ini bisa membuat usia biologis seseorang tampak hingga hampir 5 tahun lebih tua dibandingkan usia sebenarnya.

Ini bukan asumsi, peneliti membandingkan kondisi individu sebelum dan setelah terinfeksi, dan hasilnya menunjukkan perubahan yang signifikan dalam waktu singkat.

Baca juga: Mengenal Lenacapavir, Obat Baru yang Jadi Solusi bagi Pasien HIV

“Penuaan Diam-Diam” di Dalam Tubuh

Yang berubah bukan cuma kondisi luar, tapi sampai ke level DNA.

HIV memengaruhi proses epigenetik yaitu cara gen dalam tubuh “dinyalakan” atau “dimatikan”. Selain itu, virus ini juga mempercepat pemendekan telomer, bagian penting DNA yang berperan dalam menjaga sel tetap sehat.

Kalau telomer memendek lebih cepat, sel tubuh jadi lebih cepat rusak dan kehilangan kemampuan regenerasi.

Dampaknya Bisa Lebih Dini dari yang Dibayangkan

gejala awal penyakit ginjal (Freepik)

Percepatan penuaan ini berkaitan dengan berbagai risiko kesehatan, seperti:

  • Penyakit jantung muncul lebih awal
  • Gangguan organ seperti ginjal
  • Penurunan kondisi fisik lebih cepat
  • Risiko penyakit terkait usia datang lebih dini

Singkatnya, tubuh bisa mengalami “fase tua” lebih cepat dari seharusnya.

Sudah Ada Obat, Tapi Bukan Berarti Aman Sepenuhnya

Memang, terapi antiretroviral (ART) saat ini memungkinkan orang dengan HIV hidup lebih lama dan berkualitas.

Namun, penting untuk dipahami: mengontrol virus tidak sama dengan menghilangkan semua dampaknya.

HIV tetap bisa meninggalkan efek jangka panjang dalam tubuh, termasuk pada proses penuaan biologis.

Baca juga: Kenapa Remaja Lebih Takut Hamil daripada HIV? Ini Fakta yang Jarang Dibahas

Jangan Sampai Salah Persepsi

Di kalangan anak muda, masih ada anggapan bahwa HIV “bisa diatur, jadi santai aja.” Padahal, risiko yang dibawa tidak selalu terlihat langsung.

Hubungan tanpa proteksi, kurangnya kesadaran, atau stigma yang bikin orang takut tes justru memperbesar dampaknya.

Penelitian ini jadi pengingat penting bahwa HIV bukan sekadar penyakit yang bisa ditekan dengan obat.

Sejak awal infeksi, virus ini sudah mulai “bekerja” di dalam tubuh mempercepat penuaan tanpa banyak tanda. Pencegahan tetap nomor satu, edukasi harus lebih terbuka, dan kesadaran diri jadi kunci utama.

Karena sehat itu bukan cuma soal terlihat fit sekarang, tapi juga bagaimana tubuhmu bertahan di masa depan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Healthline

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU