INDOZONE.ID - Di tengah hidup yang makin sibuk, capek bukan cuma soal fisik, pikiran juga sering ikut “berisik”. Banyak orang terlihat baik-baik saja di luar, padahal sebenarnya sedang kewalahan menghadapi stres, tekanan kerja, atau rutinitas yang nggak ada habisnya. Di kondisi seperti ini, self-care bukan lagi pilihan, tapi kebutuhan.
Menariknya, cara merawat diri tidak selalu harus mahal atau rumit. Ada hal sederhana yang sering kita anggap “biasa saja”, padahal punya dampak besar untuk kesehatan mental dan emosional.
Salah satunya? Kehadiran hewan peliharaan di sekitar kita yang ternyata bisa jadi “terapi hidup” tanpa kita sadari.
Hewan Peliharaan: “Terapi Hidup” yang Sering Diremehkan
Banyak orang masih melihat hewan peliharaan sebatas teman di rumah atau pengisi waktu luang. Padahal, lebih dari itu, kehadiran mereka diam-diam punya peran besar dalam menjaga kesehatan mental dan emosional pemiliknya.
Interaksi sederhana dengan hewan seperti anjing atau kucing terbukti bisa membantu menurunkan tingkat stres, meredakan rasa cemas, hingga membantu menstabilkan tekanan darah. Bahkan, hal sesederhana mengelus bulu anjing atau bermain dengan kucing dapat memberi efek menenangkan yang membuat tubuh lebih rileks secara alami.
Tidak heran jika banyak orang merasa suasana hati mereka jadi lebih baik, bahkan lebih “hidup” dan bersemangat setelah rutin berinteraksi dengan hewan peliharaan di rumah.
Baca juga: 5 Cara Mudah Bikin Hewan Peliharaan Selalu Sehat dan Terhindar dari Penyakit
Anjing: Sahabat Terbaik untuk Kesehatan Mental
Dari berbagai jenis hewan peliharaan, anjing sering dianggap sebagai salah satu yang paling kuat dalam memberikan dampak positif bagi kesehatan emosional manusia. Sifatnya yang setia, penuh kasih, dan selalu hadir di sisi pemilik membuat anjing kerap disebut sebagai “teman tanpa syarat” dalam berbagai situasi.
Tidak hanya sekadar menemani di rumah, anjing juga punya peran yang lebih serius di dunia kesehatan. Dalam sejumlah kasus medis, hewan ini digunakan sebagai bagian dari terapi untuk membantu orang yang mengalami gangguan kecemasan, stres berat, hingga kondisi emosional yang tidak stabil. Kehadiran mereka membantu menciptakan rasa aman dan nyaman yang sulit didapatkan dari hal lain.
Memelihara anjing juga dapat mendorong pemiliknya untuk lebih aktif secara fisik. Kebutuhan anjing untuk berjalan-jalan atau bermain di luar rumah membuat pemilik lebih sering bergerak dan berolahraga secara rutin. Kebiasaan sederhana ini dapat membantu menjaga kebugaran tubuh, meningkatkan kesehatan jantung, serta mengurangi risiko berbagai masalah kesehatan yang berkaitan dengan gaya hidup kurang aktif.
Kucing : Teman Kecil yang Membawa Ketenangan
Selain anjing, kucing juga bisa memberikan manfaat positif bagi kesehatan mental pemiliknya. Tingkahnya yang menggemaskan, kebiasaan bermanja, hingga suara dengkurannya yang khas seringkali mampu menciptakan perasaan tenang dan nyaman.
Berinteraksi dengan kucing, seperti mengelus bulunya atau sekadar menemaninya bermain, dapat membantu meredakan stres setelah menjalani aktivitas yang melelahkan. Tak sedikit pemilik kucing yang mengaku merasa lebih rileks, bahagia, dan tidak terlalu kesepian berkat kehadiran hewan berbulu ini di rumah.
Sementara itu, keberadaan kucing dapat memberikan efek relaksasi yang berdampak positif pada kesehatan fisik. Dengan mengelus kucing atau mendengarkan suara dengkurannya dipercaya dapat membantu menurunkan tingkat stres, yang pada akhirnya berkontribusi dalam menjaga tekanan darah tetap stabil. Ketika tubuh lebih rileks dan stres lebih terkontrol, kualitas tidur pun cenderung membaik sehingga membantu proses pemulihan dan menjaga kesehatan secara keseluruhan.
Baca juga: Bukan Sekedar Peliharaan! Ini Alasan Hewan di Rumah Bisa “Menyelamatkan” Mental Pemiliknya
Peran Penting dalam Kondisi Trauma
Lebih jauh lagi, terapi berbasis hewan juga terbukti membantu individu yang mengalami trauma psikologis seperti PTSD (Post-Traumatic Stress Disorder). Kehadiran anjing layanan (service dog) dapat membantu penderita merasa lebih aman, tenang, dan mampu menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih stabil.
Inilah alasan mengapa peran hewan peliharaan tidak bisa dianggap remeh, mereka bukan hanya teman, tapi juga bagian dari proses penyembuhan emosional bagi sebagian orang.
Pada akhirnya, merawat diri tidak harus selalu rumit. Hal sederhana seperti memiliki rutinitas sehat, mengelola stres, dan membangun hubungan dengan makhluk hidup lain seperti hewan peliharaan bisa menjadi langkah kecil yang berdampak besar.
Karena menjaga diri sendiri bukan hanya soal fisik yang sehat, tapi juga hati dan pikiran yang tetap tenang setiap hari.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Psychologytoday.com