INDOZONE.ID - Di era sekarang, kegiatan sehari-hari gen alpha sangatlah menguras energi. Mereka tak cuma menghabiskan waktu belajar di sekolah, tapi juga harus les dan menekuni berbagai kegiatan olahraga.
Saking sibuknya, mereka harus mendapatkan energi yang cukup sebelum memulai hari. Seorang ibu tentu harus selektif saat mencukupi asupan nutrisi anak dengan berbagai cara.
Ahli Gizi & Pendiri Gizi Nusantara Esti Nurwanti, SGz, RD, MPH, PhD menegaskan bahwa setiap orang tua perlu memenuhi kebutuhan nutrisi untuk menambah energi anak-anak.
Namun yang jadi catatan, setiap anak punya jumlah kebutuhan kalorinya berbeda-beda.
“Kalau anak yang usia 6-9 tahun itu sekitar 1.400-1.600 kcal, kemudian 10-15 tahun itu sekitar 1.900-2.400 kcal. Jadi porsi antara anak SD dan SMP berbeda. Kalau tidak mencukupi, anak jadi kurang gizinya,” ujar Esti dalam acara Talkshow Milo Tiga Keunggulan di Pabrik Nestle, Karawang, Senin (8/6/2026).
Agar anak punya energi tanpa batas, pastinya orang tua perlu memperhatikan pola makannya. Pemberian makanan dengan gizi seimbang wajib untuk diterapkan.
Esti menyarankan, untuk anak-anak yang sangat aktif dan memiliki banyak kegiatan, orang tua perlu memastikan kebutuhan gizinya terpenuhi.
Ketika memberikan makan dari sarapan, makan siang, hingga makan malam harus memiliki komponen yang lengkap.
“Setiap kali anak makan tidak hanya mengandung karbohidrat, tetapi juga protein, lemak sehat, vitamin, dan mineral. Jika memberikan camilan di pagi hari, pastikan ada sumber proteinnya,” terangnya.
Jika anak memiliki banyak aktivitas pada hari itu, asupan protein bisa ditingkatkan. Selain telur, bisa ditambahkan ayam atau susu. Ini sangat praktis.
Untuk makan siang, pastikan juga ada sumber protein. Untuk buah-buahan, bisa ditambahkan pisang atau jeruk yang mudah didapat.
Namun terkait sayuran, banyak anak memang tidak menyukai buah dan sayur. Karena itu, cari tahu buah dan sayuran apa yang mereka sukai.
Baca juga: Jangan Anggap Remeh, Kenali Gejala Batuk Kronis pada Anak
“Yang terpenting, pastikan ada sumber protein dalam setiap kali makan. Fokus utama kita adalah protein,” kata Esti.
Tapi sayangnya, Esti mengungkapkan bahwa dari hasil penelitian juga terlihat bahwa sekitar 40% anak Indonesia sarapannya itu tidak memenuhi standar minimum energinya.
Mereka kurang mendapatkan asupan protein yang cukup untuk menambah energi.
“Karena orang Indonesia itu cenderung banyak karbonya. Kalau makan nasi uduk pun isinya nasi, bihun, tempe orek dan teman-teman karbo lainnya. Kadang makan kualitas gizinya juga rendah juga. Jadi makanya perlu ada tambahan seperti susu sapi,” ucap Esti.
Dijelaskan lebih lanjut, susu sapi mengandung asam amino esensial yang lengkap, yang berperan penting dalam proses tumbuh kembang anak. Selain itu, energi yang dibutuhkan anak berasal dari susu sapi.
Dalam satu kotak susu juga mengandung vitamin B kompleks. Manfaatnya membantu tubuh mengubah makanan menjadi energi sehingga anak dapat lebih aktif dalam beraktivitas.
Selain itu, anak juga membutuhkan zat besi yang berfungsi membantu mengangkut oksigen ke seluruh tubuh, termasuk ke otak.
“Dengan kombinasi tiga keunggulan tersebut, protein berkualitas dari susu, vitamin B kompleks, dan zat besi, anak akan lebih terbantu untuk tumbuh aktif, tetap fokus saat belajar, serta memiliki kondisi kesehatan yang lebih baik,” papar Esti.
Senada, Marketing Manager Beverages & Confectionery Business Unit Nestle Indonesia Alaa Shaaban menambahkan bahwa setiap anak perlu didukung dalam berbagai aktivitasnya agar dapat tumbuh dan berkembang secara optimal.
Di samping itu, orang tua juga perlu memperhatikan kecukupan energi anak untuk menunjang aktivitas sehari-hari.
“Kita membutuhkan energi tidak hanya untuk aktivitas fisik, tetapi juga untuk aktivitas mental. Yang sangat penting adalah kualitas energi yang kita konsumsi, bukan sekadar jumlahnya. Bukan tentang porsi yang besar, melainkan porsi yang seimbang dengan jumlah protein, karbohidrat, dan zat gizi lainnya dalam proporsi yang tepat,” ujarnya.
Menurutnya, kesehatan anak tidak hanya ditentukan oleh asupan nutrisi, tetapi juga oleh aktivitas fisik yang cukup.
Baca juga: Jangan Nunggu Sakit Dulu! Ini Cara Sederhana Merawat Diri agar Tetap Sehat dan Anti Stres
Karena itu, anak perlu didorong untuk aktif bergerak, berolahraga, dan melakukan berbagai aktivitas yang mendukung tumbuh kembangnya.
“Memiliki nutrisi yang tepat serta melakukan aktivitas yang tepat merupakan kombinasi yang baik untuk menjalani hidup sehat,” katanya.
Ala menegaskan bahwa pemenuhan kebutuhan gizi bukan hanya soal kuantitas, melainkan juga kualitas.
Untuk membantu orang tua memilih produk yang tepat, ia mengimbau agar selalu memeriksa informasi pada kemasan sebelum membeli atau mengonsumsi suatu produk.
Baca juga: Bukan Cuma Kulit atau Mental, Tapi Kesehatan Usus Juga Jadi Kunci Self-Care yang Sering Dilupakan!
“Jadi, ini bukan hanya soal kuantitas, melainkan juga soal kualitas. Untuk mengetahui lebih jauh tentang kualitas suatu produk, cek, cek labelnya,” tutupnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan