Ibu-ibu kreatif bikin produk rajutan sampai cuan (Z Creators/Annand Vito)
Komunitas Rajuters Solo merupakan salah satu komunitas beranggotakan kaum emak-emak produktif yang sukses menghasilkan cuan tambahan.
Salah satu karyanya berupa rompi rajut warna-warni dengan desain kece dan warna yang menyolok, cantik dan menarik.
Rompi rajut buatan kaum ibu-ibu ini bisa di-mix and match dengan mudah, karena modelnya yang trendi. Biasanya produk fashion rajut terbuat dari benang rajut katun, benang wol dan benang rajut rayon. Berbeda untuk pembuatan tas maupun sepatu yang menggunakan benang pollitery. Benang ini lebih kuat, tapi lebih panas sehingga enggak disarankan sebagai bahan baku pembuatan rompi.
Kepada Z Creator Annand Vito, pengurus Komunitas Rajuters Solo menjelaskan tipe-tipe bahan benang untuk membuat produk fashion rajutan. Kalau untuk pembuatan rompi atau outer, benang yang digunakan adalah benang soft cotton. Benang khusus yang akan terasa nyaman untuk digunakan sebagai rompi.
Menurut Wiwin, pengurus komunitas ini, untuk membuat satu cardigan membutuhkan 7 gulungan benang dengan waktu pengerjaan selama 2 minggu. Nantinya potongan rajutan kecil atau disebut granny akan disambung untuk menjadi cardigan.
“Dalam kegiatan merajut setiap orang mempunyai passion sendiri-sendiri, hasilnya bisa berbentuk baju, tas, maupun dompet sehingga waktu yang dibutuhkan juga berbeda-beda.” kata Wiwin, Pengurus Komunitas Rajuters Solo.
Anggota Komunitas Rajuters Solo mengaku sering mendapatkan pesanan untuk suvenir pernikahan seperti gantungan kunci, tatakan gelas dan dompet. Selain membuat suvenir, rajuters juga membuat produk lain seperti bed cover, tas, sepatu dan bahkan rompi atau outer.
Ketika ditanya soal harga, aneka produk fashion berbahan rajut dibanderol mulai dari Rp5 ribu untuk gantungan kunci hingga Rp3 juta-Rp4 juta untuk bahan pembuatan bed cover.
Berbekal ketekunan dan kreativitas, rupanya kegiatan pengisi waktu luang ini bisa menghasilkan cuan tambahan.
Artikel Menarik Lainnya:
Kisah Sepasang Batu yang Memilukan di NTT, Konon Sering Berpindah-pindah Secara Misterius
Kepincut Kuliner Indonesia, Bule Aussie Jualan Jamu hingga Jajanan Pasar di Sydney
Berburu Undangan Pernikahan Murah di "Kolong" Pasar Tebet, Kaesang-Erina Pesan di Sini?
Makan Burger Karen's Diner Seharga Ratusan Ribu tapi Dijutekkin Pelayannya, Worth It Gak?
Bak Pahlawan! Pagar Betis 1 Km Sambut Kedatangan Nono Bocah Jenius NTT di Kampung Halaman
Bikin cerita serumu dan dapatkan berbagai reward menarik! Let’s join Z Creators dengan klik di sini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: