Minggu, 03 MEI 2026 • 09:36 WIB

Bacaan Sholawat Munjiyat Lengkap dan Keutamaannya, Waktu Terbaik, dan Keistimewaannya

Author

Ilustrasi berdoa. (Eliani Kusnedi)

INDOZONE.ID - Pernahkah Anda merasa terombang-ambing oleh badai ujian kehidupan dan mencari pegangan spiritual yang kokoh untuk kembali bangkit? Dalam tradisi Islam, untaian doa dan dzikir bukan sekadar pelipur lara, melainkan senjata utama seorang mukmin untuk menghadapi berbagai tantangan. Salah satu amalan agung yang telah diwariskan oleh para ulama dan terbukti menjadi peneduh jiwa di saat krisis adalah sholawat munjiyat.

Sebagai salah satu bentuk penghormatan kepada Nabi Muhammad SAW, sholawat ini menyimpan sejarah magis dan kedalaman makna yang luar biasa. Artikel ini akan mengupas bacaan sholawat munjiyat, waktu terbaik untuk mengamalkannya, hingga kaitan spiritualnya dengan tujuh surat penyelamat dalam Al-Quran.

Baca juga: Bacaan Sholawat Nariyah Arab, Latin, Arti, dan Manfaatnya

Bacaan Sholawat Munjiyat Lengkap Arab, Latin, dan Artinya

Secara fundamental, bersholawat kepada Nabi Muhammad SAW adalah perintah langsung dari Allah SWT. Hal ini termaktub secara tegas dalam Al-Qur'an Surat Al-Ahzab ayat 56, di mana Allah dan para malaikat-Nya senantiasa bersholawat untuk Nabi, sehingga orang-orang beriman pun diwajibkan untuk mengucapkan sholawat dan salam penghormatan kepada beliau.

Terdapat banyak sekali sighat atau ragam bacaan sholawat, dan salah satu yang paling masyhur di kalangan umat Islam adalah sholawat munjiyat. Bagaimanakah bunyi shalawat yang benar? Berikut adalah teks lengkapnya yang bisa Anda amalkan sehari-hari:

Tulisan Arab:

اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلاَةً تُنْجِيْنَا بِهَا مِنْ جَمِيْعِ الْأَهْوَالِ وَالْاٰفَاتِ وَتَقْضِيْ لَنَا بِهَا جَمِيعَ الْحَاجَاتِ وَتُطَهِّرُنَا بِهَا مِنْ جَمِيْعِ السَيِّئَاتِ وَتَرْفَعُنَا بِهَا عِنْدَكَ أَعْلَى الدَّرَجَاتِ وَتُبَلِّغُنَا بِهَـــا أَقْصَى الْغَايَاتِ مِنْ جَمِيْعِ الْخَيْرَاتِ فِى الْحَيَاةِ وَبَعْدَ الْمَمَـــاتِ

Bacaan Latin:
Allâhumma shalli ‘alâ Sayyidinâ Muhammadin wa ‘alâ âli Sayyidinâ Muhammadin shalâtan tunjînâ bihâ min jamî’il ahwâli wal âfât wa taqdhî lanâ bihâ jamî’al hâjat wa tuthahhirunâ bihâ min jamî’is sayyiât wa tarfa’unâ bihâ ‘indaka a’lad darajât wa tuballighunâ bihâ aqshal ghâyat min jamî’il khairâti fil hayâti wa ba’dal mamât.

Artinya:
"Ya Allah limpahkanlah rahmat kepada junjungan kami Nabi Muhammad, yang dengan shalawat itu, Engkau akan menyelamatkan kami dari semua keadaan yang menakutkan dan dari semua cobaan; dengan shalawat itu, Engkau akan mengabulkan hajat kami; dengan shalawat itu, Engkau akan menyucikan kami dari segala keburukan; dengan shalawat itu, Engkau akan mengangkat kami ke derajat paling tinggi; dengan shalawat itu pula, Engkau akan menyampaikan kami kepada tujuan yang paling sempurna dalam semua kebaikan, ketika hidup dan setelah mati."

Makna dan Keutamaan Sholawat Munjiyat dalam Kehidupan

Kata "Munjiyat" secara harfiah memiliki arti "Penyelamat". Penamaan ini tidak lahir dari ruang hampa, melainkan bermula dari sebuah peristiwa bersejarah dan penuh hikmah yang dialami oleh seorang tokoh arif dari kalangan sufi.

Merujuk pada catatan Syekh Umar bin ‘Ali bin Salim al-Fakihani dalam kitab Al-Fajr al-Munir fi as-Shalat ala al-Basyir wa an-Nadzir, sejarah sholawat ini bersumber dari pengalaman spiritual seorang pemuka tarekat Syadziliyah bernama Syekh As-Shalih Musa ad-Dharir.

Pada suatu ketika, beliau sedang melakukan perjalanan laut menggunakan perahu. Tiba-tiba, sebuah badai dahsyat yang dikenal dengan sebutan badai Aqlabiyah menerjang. Badai ini sangat ditakuti karena hampir tidak ada penumpang kapal yang bisa selamat dari gulungannya.

Di tengah kepanikan dan jeritan para penumpang yang ketakutan, Syekh Musa ad-Dharir diserang rasa kantuk yang luar biasa hingga tertidur. Dalam tidurnya, beliau bermimpi didatangi oleh Rasulullah SAW. Nabi memberikan petunjuk agar beliau dan seluruh penumpang perahu mengucapkan sebuah doa sholawat sebanyak seribu kali.

Sholawat itulah yang kini kita kenal sebagai sholawat munjiyat. Syekh Musa kemudian terbangun dan menceritakan mimpi tersebut kepada seluruh penumpang. Mereka pun serentak membaca sholawat munjiyat bersama-sama. Menakjubkannya, baru sekitar tiga ratus kali bacaan dilantunkan, badai yang mengamuk tiba-tiba mereda dan lautan kembali tenang atas izin Allah SWT.

Kisah historis ini mendasari keyakinan para ulama tentang ragam keutamaan sholawat munjiyat. Kandungan maknanya merangkum lima permohonan esensial bagi seorang hamba, yaitu:

  1. Keselamatan dari segala ketakutan, musibah, dan bencana.
  2. Terkabulnya segala hajat dan keperluan hidup.
  3. Kesucian jiwa dan raga dari berbagai keburukan serta dosa.
  4. Diangkatnya derajat ke tempat yang paling mulia di sisi Allah.
  5. Tercapainya tujuan dan puncak kebaikan, baik di dunia fana maupun di akhirat kelak.

Baca juga: Bacaan Sholawat Jibril Latin, Terjemahan, dan Manfaatnya

Waktu Terbaik Membaca Sholawat Munjiyat

Banyak yang bertanya-tanya, kapan waktu terbaik baca shalawat munjiyat? Pada dasarnya, bersholawat adalah ibadah mutlak yang tidak dibatasi oleh ruang dan waktu. Anda bisa melantunkannya kapan saja. Namun, para ulama menyarankan beberapa momen spesifik agar energi dan keberkahan dari doa ini bisa terasa lebih maksimal.

Pertama, sholawat ini sangat dianjurkan untuk dibaca sebagai dzikir setelah melaksanakan shalat fardhu. Menjadikannya amalan harian akan memberikan ketenangan batin yang konsisten. Kedua, waktu yang sangat mustajab adalah setelah menunaikan shalat Hajat atau shalat Tahajjud di sepertiga malam terakhir. Membaca sholawat penyelamat ini di keheningan malam dipercaya mampu membuka pintu-pintu langit, sehingga hajat mendesak yang sedang diperjuangkan dapat segera terealisasi.

Selain itu, sholawat munjiyat juga sering dan sangat baik dilafalkan sebagai awalan bacaan doa-doa, khususnya saat memimpin doa tahlil, istighosah, atau majelis-majelis dzikir. Membuka sebuah doa dengan memuji Allah dan bersholawat kepada Nabi dengan lafal ini dipercaya menjadi adab yang membuat doa tersebut lebih cepat menembus hijab pengabulan dari Allah SWT. Terakhir, tentu saja, waktu terbaik membacanya adalah ketika Anda sedang menghadapi ketakutan, kecemasan, rintangan berat, atau krisis kehidupan, mengulang sejarah saat badai Aqlabiyah berhasil ditundukkan.

Mengenal 7 Surat Munjiyat dan Keistimewaannya

Konsep penyelamatan atau "Munjiyat" dalam tradisi Islam ternyata tidak hanya tersemat pada sholawat. Terdapat pula kumpulan surat di dalam Al-Qur'an yang dijuluki sebagai As-Sab’ul Munjiyat atau 7 surat munjiyat. Lantas, 7 surat munjiyat apa saja?

Ketujuh surat tersebut adalah Surat As-Sajdah, Surat Yasin, Surat Fussilat, Surat Ad-Dukhan, Surat Al-Waqi'ah, Surat Al-Hasyr, dan Surat Al-Mulk. Para ulama terdahulu sering mengelompokkan ketujuh surat ini dan menganjurkan umat Islam untuk membacanya secara rutin, terutama di malam hari atau setelah shalat Subuh.

Sama halnya dengan sholawat munjiyat, ketujuh surat ini memiliki keistimewaan sebagai pelindung dan penyelamat bagi pembacanya. Misalnya, Surat Al-Mulk yang dijanjikan dapat menjadi penyelamat dari siksa kubur, Surat Al-Waqi'ah yang menjadi pelindung dari kefakiran dan kemiskinan, serta Surat Yasin yang menjadi jantung Al-Qur'an dan mempermudah segala urusan. Jika amalan 7 surat munjiyat ini disandingkan dengan rutinitas membaca sholawat munjiyat, maka seorang mukmin tengah membangun benteng pertahanan spiritual yang sangat kokoh, baik untuk keselamatan fisik di dunia maupun keselamatan eskatologis di hari kiamat kelak.

Cara Mengamalkan Sholawat Munjiyat dengan Benar

Untuk mendapatkan keutamaan yang paripurna, ketulusan niat dan keistiqamahan (konsistensi) adalah kunci utama. Sering kali, kualitas ibadah bukan diukur dari seberapa banyak kita membaca dalam satu waktu lalu berhenti, melainkan seberapa konsisten kita merawat bacaan tersebut setiap hari.

Abdurrahman bin Abdissalam Ash-Shafuri dalam kitab Nudhah al-Majâlis wa Muntakhab an-Nafâis turut mencatat pentingnya amalan ini. Banyak pesantren dan tarekat yang memasukkan sholawat munjiyat ke dalam rangkaian wirid dan hizib harian santri.

Meskipun setiap Muslim diperbolehkan membaca sholawat ini kapan saja secara mandiri, para ulama menyarankan akan jauh lebih afdhal (utama) jika amalan ini didapatkan melalui ijazah dari seorang guru atau mujiz. Ijazah dari guru akan menyambungkan sanad keilmuan dan memberikan takaran bacaan yang lebih terukur, efektif, dan proporsional sesuai dengan kapasitas spiritual sang pengamal.

Berikut adalah tabel panduan ringkas tata cara mengamalkan sholawat munjiyat berdasarkan tradisi para ulama:

Waktu Pelaksanaan Jumlah Bacaan yang Disarankan Tujuan & Keutamaan
Setelah Shalat Fardhu 3, 7, atau 11 kali Mendapatkan ketenangan jiwa dan keselamatan harian.
Setelah Shalat Hajat/Tahajjud 41, 100, atau 313 kali Memohon jalan keluar dari masalah berat dan mengabulkan hajat khusus.
Sebelum Berdoa (Tahlil/Majelis) 1 atau 3 kali sebagai pembuka Menjadi adab doa agar lebih cepat diijabah oleh Allah SWT.
Saat Menghadapi Kondisi Kritis Sebanyak-banyaknya (tanpa batas) Mengharap pertolongan instan dan keselamatan dari bahaya/musibah.

Baca juga: 25 Pantun Sholawat Maulid Nabi Muhammad SAW Menyentuh Hati

FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan)

1. Apa bacaan sholawat munjiyat?
Bacaan sholawat munjiyat adalah lafal dzikir penghormatan kepada Nabi Muhammad SAW yang memuat lima permohonan utama: diselamatkan dari bencana, dikabulkan segala hajat, disucikan dari keburukan, diangkat derajatnya, dan disampaikan pada puncak kebaikan hidup serta kematian.

2. Bagaimanakah bunyi shalawat yang benar?
Bunyinya diawali dengan frasa "Allâhumma shalli ‘alâ Sayyidinâ Muhammadin... " dan dilanjutkan dengan permohonan keselamatan "shalâtan tunjînâ bihâ min jamî’il ahwâli wal âfât..." selengkapnya dapat Anda lihat pada bagian awal artikel ini.

3. Kapan waktu terbaik baca shalawat munjiyat?
Waktu terbaik membacanya adalah setelah melaksanakan shalat Hajat, di sepertiga malam terakhir (Tahajjud), sesudah shalat fardhu lima waktu, atau dibaca sebagai awalan sebelum memanjatkan doa-doa penting.

4. 7 surat munjiyat apa saja?
Tujuh surat yang dikenal sebagai As-Sab’ul Munjiyat (Tujuh Surat Penyelamat) meliputi Surat As-Sajdah, Surat Yasin, Surat Fussilat, Surat Ad-Dukhan, Surat Al-Waqi'ah, Surat Al-Hasyr, dan Surat Al-Mulk.

Sholawat munjiyat bukan sekadar deretan kalimat berbahasa Arab, melainkan sebuah manuskrip doa bersejarah yang telah diwariskan dari pengalaman spiritual mendalam seorang ulama tarekat. Dengan mengamalkan sholawat ini, umat Islam diajarkan untuk menyandarkan segala ketakutan, impian, dan kelemahan diri hanya kepada Allah SWT, melalui perantara kecintaan kepada Rasulullah SAW. Jika dipadukan dengan amalan 7 surat munjiyat, bacaan ini menjelma menjadi tameng spiritual yang holistik.

Mulailah merutinkan bacaan agung ini setelah shalat fardhu atau di sepertiga malam Anda. Badai kehidupan mungkin tidak pernah benar-benar berhenti menerpa, namun dengan amalan penyelamat ini, bukankah kita selalu memiliki sauh spiritual yang tak akan pernah putus? Mari perbanyak sholawat, dan biarkan keajaibannya menuntun arah hidup kita menuju kedamaian sejati.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Berbagai Sumber

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU