Selasa, 09 JUNI 2026 • 19:35 WIB

Awas, Menjadi People Pleaser Bisa Bikin Kamu Stres!

Author

Ilustrasi people pleaser (Freepik/benzoix)

INDOZONE.ID - Merasa mudah cemas, takut mengecewakan orang lain, atau terus-menerus memikirkan penilaian sekitar? 

Bisa jadi penyebabnya bukan sekadar tekanan pekerjaan atau masalah sehari-hari. Ada pola pikir tertentu yang tanpa disadari justru membuat seseorang terjebak dalam lingkaran stres berkepanjangan.

Berdasarkan pengalaman klinis selama puluhan tahun dalam menangani gangguan kecemasan, sejumlah ahli menemukan bahwa terdapat beberapa pola pikir yang berkontribusi besar terhadap munculnya tekanan emosional. 

Salah satu yang paling sering ditemukan adalah kebiasaan menjadi people pleaser atau terlalu berusaha menyenangkan orang lain.

Baca juga: Stres Berat Padahal Tidak Ada Masalah Besar? Kebiasaan Ini Bisa Jadi Biang Keladinya!

People Pleasing: Kebiasaan yang Sering Dianggap Baik tapi Bisa Berdampak Buruk

Sekilas, sikap yang selalu ingin membantu, menghindari konflik, dan berusaha membuat semua orang merasa nyaman terlihat sebagai sesuatu yang positif. 

Namun, ketika kebutuhan dan penilaian orang lain selalu ditempatkan di atas diri sendiri, kondisi ini dapat berubah menjadi sumber stres yang serius.

Seseorang yang memiliki kecenderungan chronic people-pleasing biasanya sangat bergantung pada validasi dari luar. 

Mereka merasa tenang ketika diterima dan dipuji, tetapi mudah diliputi kecemasan saat khawatir membuat orang lain kecewa. Beberapa contoh dalam kehidupan sehari-hari seperti:

Baca juga: Saran Ahli Gizi: Penuhi Nutrisi Gen Alpha di Tengah Aktivitas Padat

  • Dalam pertemanan, people pleaser cenderung selalu ada untuk mendengarkan keluh kesah teman, tetapi enggan meminta bantuan saat dirinya sendiri sedang kesulitan karena takut merepotkan.
  • Di lingkungan keluarga, mereka mungkin terus menuruti keinginan anggota keluarga meski bertentangan dengan keinginannya sendiri, hanya untuk menghindari konflik atau komentar negatif.
  • Bahkan di media sosial, seseorang bisa merasa cemas jika pesannya tidak segera dibalas atau terlalu memikirkan bagaimana orang lain akan menilai unggahan yang dibuat.
  • Akibatnya, mereka menjalani kehidupan dengan sangat berhati-hati. 

Baca juga: Pantas Saja Gampang Stres! Banyak Orang Ternyata Masih Mengabaikan Bentuk Self-Care yang Satu Ini!

Setiap ucapan dipikirkan berulang kali, setiap keputusan dipertimbangkan berdasarkan respons orang lain, dan konflik sekecil apa pun bisa terasa mengancam.

Selalu Takut Membuat Orang Lain Kecewa

Orang yang terbiasa menyenangkan semua pihak kerap merasa harus memenuhi ekspektasi orang lain agar tetap diterima. 

Mereka cenderung sulit mengatakan “tidak”, bahkan ketika kondisi fisik maupun mental sudah kelelahan.

Lama-kelamaan, kebiasaan ini dapat memicu tekanan emosional yang terus menumpuk. 

Baca juga: Bukan Sekedar Peliharaan! Ini Cara Tak Terduga Hewan Bisa Bantu Kamu Sehat Mental dan Fisik

Ketakutan akan penolakan membuat seseorang hidup dalam kewaspadaan berlebihan terhadap perubahan suasana hati, ekspresi, atau komentar dari orang di sekitarnya.

Tidak sedikit yang akhirnya merasa terjebak dalam kecemasan sosial. Mereka khawatir dianggap egois, tidak kompeten, atau tidak disukai hanya karena tidak bisa memenuhi keinginan semua orang.

Mengenali Tandanya Sejak Dini

Jika kamu sering merasa bersalah saat menolak permintaan orang lain, takut dianggap buruk ketika mengutarakan pendapat, atau terus-menerus memikirkan apakah orang lain marah kepadamu, mungkin ini saatnya untuk mengevaluasi pola hubungan yang dijalani.

Keinginan untuk membantu orang lain bukanlah hal yang salah. 

Baca juga: Stres dengan Rutinitas Sehari-Hari? Ini Cara “Simpel Tapi Ngena” Bikin Hidup Kamu Lebih Sehat dan Anti Burnout

Namun, ketika kebutuhan untuk disukai mulai menguras energi, memicu kecemasan, dan mengganggu kesejahteraan diri sendiri, kondisi tersebut patut mendapat perhatian.

Intinya, menjaga hubungan baik dengan orang lain memang penting. Tetapi menjaga hubungan yang sehat dengan diri sendiri juga tidak kalah penting. 

Sebab, kamu tidak harus menyenangkan semua orang untuk dianggap berharga.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Psychologytoday.com

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU