Sebagian orang memiliki segudang prestasi dan beragam pencapaian membanggakan dalam hidupnya. Bahkan, prestasi tersebut didapat saat masih di usia muda.
Namun, beberapa orang lainnya yang sudah tidak muda lagi tetap santai hidup tanpa segudag prestasi dan memilih hidup yang biasa-biasa saja.
Terkait hal tersebut, psikolog Rininda Mutia dari Ikatan Psikolog Klinis Indonesia mengatakan, tidak ada salahnya bila orang ingin hidup seperti itu.
Sebab, nilai dan kebutuhan seseorang berbeda-beda. Definisi sukses untuk setiap orang berbeda-beda, tergantung dari kebutuhan Individu.
Baca juga: Hidup Bahagia dan Anti-Galau dengan Filsafat Stoikisme, Begini Cara Menerapkannya
Sebagian orang yang punya kebutuhan untuk punya prestasi ingin punya nilai baik di sekolah dan jabatan bagus di kantor atau tempatnya bekerja. Lalu, ada juga orang yang hanya mementingkan interaksi dengan orang lain.
Mereka yang mementingkan interaksi ini biasanya berprinsip lebih baik punya banyak teman kertimbang nilai bagus. Ada pula mereka yang lahir dengan kebutuhan untuk punya kuasa, hasrat menjadi seorang pemimpin.
Bagi orang yang menginginkan kehidupan stabil, maka hidup wajar adalah hasil kesuksesan. Namun, di sisi lain ada orang yang menganggap bahwa hidup stabil alias biasa-biasa saja itu membosankan dan tidak menantang.
"Jadi, inilah mengapa kita tidak bisa membandingkan satu orang dengan yang lainnya. Kita tidak bisa bilang dia sukses dan dia tidak sukses," kata Rininda, dikutip dari Antara pada Jumat (27/5/2022).
Selama ini, di masyarakat masih tertanam stigma bahwa definisi sukses itu adalah masuk di sekolah terbaik, lulus dengan nilai yang bagus hingga bekerja di perusahaan besar dengan jabatan yang mentereng.
Meski demikian, bukan berarti seseorang harus mengikuti "aturan" tersebut jika ternyata nilai-nilai itu bertentangan dengan diri individu.
Oleh karena itu, dia menyarankan setiap individu untuk fokus terhadap kelebihan diri sendiri dan menerima kekurangan masing-masing.
Sebagai contoh, seorang anak mumpuni di bidang bahasa dan kurang pandai di bidang matematika. Maka, kembangkanlah diri di bidang yang dikuasai atau bakat yang dimiliki agar hasilnya luar biasa.
Perlu diingat bahwa setiap orang memiliki kemampuan dan keahlian yang berbeda-beda.
Artikel Menarik Lainnya:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: