Suasana talkshow seputar tren fashion lebaran 2026 di Sarinah, Jakarta. (INDOZONE/Zahra Utami Putri)
INDOZONE.ID - Lebaran selalu jadi momen spesial untuk tampil maksimal saat berkumpul bersama keluarga, sehingga memilih outfit yang tepat terasa semakin penting.
Setiap tahunnya, tren fashion baju Lebaran pun terus berkembang mengikuti selera dan gaya yang sedang diminati.
Nah, gaya yang minimalis namun tetap anggun tampaknya akan menjadi kunci utama penampilan Lebaran tahun ini.
Lantas, seperti apa bocoran lengkap mengenai tren fashion baju Lebaran 2026? Berikut penjelasannya.
Memasuki Lebaran 2026, tren fashion baju Lebaran diprediksi kembali didominasi warna-warna basic yang timeless dan mudah dipadukan untuk berbagai gaya.
CEO Scraf Media, Temi Sumarlin, mengungkapkan bahwa palet warna seperti khaki, abu-abu, dan hitam akan kembali mendominasi warna baju lebaran tahun ini.
Baca juga: 7 Tren Warna Baju Lebaran 2026, Hits dan Bikin Tampilan Makin Elegan!
“Di 2026 ini secara warna kembali ke warna basic seperti khaki, abu dan hitam. Tapi warna cerah pun tetap ada seperti lime dan pink,” ujar Temi Sumarlin dalam acara grand opening Modest Luxe di Sarinah, Jakarta, Selasa (24/2/2026).
Tak hanya dari sisi warna, model busana juga mengalami pergeseran. Menurut Temi, abaya menjadi salah satu tren yang semakin kuat tahun ini.
“Kalau dari sisi tren, model baju lebaran yang tren tahun ini itu abaya yang modern ya,” jelasnya.
Namun, ia juga menambahkan bahwa sentuhan budaya atau culture touch juga tetap diminati, hanya saja dikemas lebih modern dan profesional.
Selain itu, ia menambahkan bahwa untuk aksesori Lebaran tahun ini, hijab model pashmina masih menjadi pilihan utama.
Tren motif hijabnya pun semakin eksploratif, yaitu dengan sentuhan gambar abstrak yang memberi kesan lebih modern dan artistik pada tampilan.
Selain membahas tren, Temi juga membagikan tips bijak dalam membeli pakaian saat momentum lebaran.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan