INDOZONE.ID - Para desainer muda Burgo, sekolah mode yang berbasis di Italia mempersembahkan koleksi yang nggak cuma eye-catching, tapi juga kaya makna. Mereka memadukan keahlian teknik fashion ala Italia dengan keindahan dan filosofi wastra (kain tradisional) dari berbagai daerah di Indonesia
Dari mulai songket Palembang, tenun Sumba, hingga batik Pekalongan. Mereka bangga karena bisa berkreasi dalam ajang Indonesia Leather Show 2025,15 Agustus pukul 15.00 WIB di JIEXPO, yang lalu.
Setiap karya adalah perwujudan keterampilan teknis, kepekaan artistik, dan keberanian bereksperimen. Serta membuktikan bahwa mode Indonesia siap bersaing di tingkat global.
Baca juga: Sultra Borong “Best Unique Performance” di Jember Fashion Carnaval 2025, Kain Tenun Mendunia
Tim Burgo siap menperkenalkan wastra di kancah global. Terutama di kalangan generasi muda harus mencintai ragam koleksi wastra yang ada.
“Dengan filosofi win local, shine global , kami yakin wastra Indonesia memiliki tempat terhormat di panggung internasional,” ujar tim Burgo Indonesia dalam keterangannya di Jakarta.
Karena setiap langkah adalah ajakan untuk membangun masa depan fashion tanah air yang berdaya saing, berkarakter, dan dihormati dunia.
Baca juga: Desainer Muda dari 10 Negara Tampil di Moscow Fashion Week
Daftar Nama Desainer Muda
Berikut ini 10 desainer muda Burgo yang menampilkan wastra terindah dari berbagai daerah. Yuk simak!
1.Kezia Verens – VerÉne : Rebirth Through Deconstruction – tenun sulam bulu, simbol ketabahan dan transformasi.
2.Amadea Joann – HOURGLASS : siluet jam pasir dengan acrylic bodice, merayakan kekuatan feminin.
3.Angelica Syahyani : bridal couture dengan songket semi Palembang dan sentuhan spiritual.
4.Puty Aliya – Legacy in Bloom : kebaya modern dari songket Padang & Palembang.
5.Asel Barktabasova : dialog budaya Kyrgyzstan & Indonesia melalui tenun Sumba.
6.Laurelyne Aneyzka – Cigarettes&Smoke : tenun ikat Flores, narasi kontras daya tarik dan kehancuran.
7.Annuncia Tania – Echoes of Toraja : motif Toraja dalam interpretasi kontemporer.
8.Yessica – YESENCE : batik tulis Pekalongan Radiant Noire, yang merupakan simbol transformasi wanita.
9.Putri Sakinah – Black Volcano : estetika gelap penuh percaya diri.
10.Fakhrina Filza – Arabian Sahara : songket Palembang dengan beadwork rumit, kemewahan dan kekuatan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan