Rabu, 24 DESEMBER 2025 • 10:50 WIB

Kostum Panggung Jennie BLACKPINK di MMA 2025 Tuai Pujian, Penuh Budaya Korea Selatan

Author

Kostum panggung Jennie BLACKPINK di MMA 2025 penuh budaya Korea Selatan (Instagram/iamnotjess1ecal1n)

INDOZONE.ID - Jennie BLACKPINK sukses mengguncang panggung Melon Music Awards (MMA) 2025 dengan penampilannya yang memukau.

Bukan cuma sekadar konser musik biasa, penampilan Jennie di atas panggung juga sarat dengan simbolisme budaya Korea.

Ia menghadirkan pentas yang bukan hanya musikal tetapi juga naratif visual, menggabungkan estetika tradisional Korea dengan desain fashion kontemporer yang canggih.

Berikut detail beberapa penampilan Jennie BLACKPINK di MMA 2025 yang penuh dengan unsur budaya Korea Selatan.

Baca juga: Tampil Powerful dan Feminin, Jennie BLACKPINK Curi Sorotan di Red Carpet MMA 2025

1. "Seoul City" dan Kerudung Hangeul 15 Meter

Jennie kenakan kostum dengan kerudung bertuliskan Hangeul sepanjang 15 meter di MMA 2025. (Marie Claire Kr)

Jennie membuka penampilannya dengan lagu "Seoul City" yang kuat dan penuh makna. Ia muncul di atas panggung dengan kerudung (veil) sepanjang sekitar 15 meter yang menutupi seluruh tubuhnya saat bergerak.

Kerudung ini dihiasi dengan ukiran karakter Hangul dari Cheongguyeon-eon, sebuah kumpulan lirik lagu tertua yang pernah ditulis dalam aksara Korea.

Elemen ini bukan sekadar ornamen, namun merupakan bentuk penghormatan terhadap sejarah dan seni literasi Korea.

Media luar negeri juga menyoroti penggunaan Hangeul dalam kostum ini sebagai pernyataan identitas budaya yang kuat, bukan sekadar estetika.

Seluruh elemen visual ini dirancang untuk menonjolkan sejarah dan kekayaan bahasa Korea kepada audiens global yang hadir serta yang menonton secara daring.

2. Gaun Terinspirasi Bangasayusang dan Norigae

Detail kostum Jennie saat tampil di MMA 2025 sarat akan budaya Korea Selatan. (Marie Claire Kr)

Transisi berikutnya dalam penampilan Jennie memperlihatkan sebuah gaun yang terinspirasi oleh pakaian tradisional Korea, Bangasayusang.

Gaun ini memiliki garis bahu yang tegas dan penggunaan detail norigae, ornamen simpul tradisional yang sering dianggap membawa keberuntungan.

Sentuhan ini menghadirkan kombinasi antara kekuatan visual modern dan kedalaman makna tradisi Korea.

Detail seperti garis bahu yang berstruktur dan aksesori khas Korea memberikan nuansa keseimbangan antara modernitas dan tradisi, menggambarkan seorang artis yang bangga dengan akar budayanya namun tetap mengukuhkan identitasnya dalam konteks global.

3. "ZEN" dan Siluet Dongjeong-Goreum

Detail kostum Jennie saat tampil di MMA 2025 sarat akan budaya Korea Selatan. (Marie Claire Kr)

Pada bagian pertunjukan berikutnya saat membawakan lagu "ZEN", Jennie mengenakan busana yang menggabungkan elemen tradisional hanbok, seperti siluet dongjeong (kerah putih) dan goreum (ikat), dengan struktur korset ala barat.

Ini menciptakan sebuah simbol visual dari perpaduan dua budaya antara estetika klasik Korea dan kekuatan fashion kontemporer.

Bagian bawah busana ini juga menampilkan motif tradisional seperti norigae dan jangdo perak (pedang kecil simbol status), menunjukkan betapa dalamnya inspirasi budaya Korea diintegrasikan dalam setiap detail kostum.

4. Jaket "Jennie" dengan 2.000 Motif Nama

Detail kostum Jennie saat tampil di MMA 2025 sarat akan budaya Korea Selatan. (Marie Claire Kr)

Salah satu elemen yang menarik perhatian adalah jaket khusus yang diukir dengan sekitar 2.000 kali nama "Jennie" menggunakan teknik lapisan emas.

Jaket ini dirancang sebagai catatan waktu dan identitas, menyerupai seruan atas namanya yang terus berulang seperti dalam lagunya sendiri.

Detail ini mencerminkan ide tentang self-definition dan perjalanan personal sebagai seorang artis.

5. Gaun yang Terinspirasi dari Arsitektur Pagoda Seokgatap

Detail kostum Jennie saat tampil di MMA 2025 sarat akan budaya Korea Selatan. (koreaherald.com)

Gaun terakhir yang dikenakan Jennie terinspirasi dari Pagoda Seokgatap di kompleks candi Bulguksa, warisan nasional Korea dari periode Silla (sekitar abad ke-8).

Gaun ini menggunakan garis dan potongan yang menyerupai siluet pagoda, menggambarkan keseimbangan arsitektur dan harmoni visual.

6. Kostum Penari: Perlindungan dan Tradisi

Detail kostum penari pendukung Jennie di MMA 2025 (Marie Claire Kr)

Tidak hanya Jennie, para penari pendukungnya juga mengenakan kostum yang terinspirasi dari busana tradisional Korea, seperti jeogori (atasan tradisional), haengjeon, dan sapok.

Kostum ini dipadukan dengan elemen kontemporer, menghadirkan atmosfer visual seperti pengawal budaya yang siap mengawal setiap langkah penampil utama.

Baca juga: Jennie BLACKPINK Pamer Gaya Rambut Baru dengan Poni, Bikin Lebih Fresh dan Awet Muda

Penampilan Jennie dia MMA 2025 ini bukan sekadar soal fashion, tetapi lebih sebagai pernyataan budaya yang sadar diri.

Desainer yang bekerja dengannya, termasuk label LEJE yang menangani beberapa kostum pada panggung tersebut, menjelaskan bahwa setiap detail dirancang untuk reinterpretasi estetika tradisional Korea dalam bahasa visual modern yang juga bisa dipahami oleh penonton global.

Pendekatan ini dipuji sebagai bagian dari upaya Jennie untuk mempromosikan warisan dan bahasa Korea melalui seni pertunjukan dan fashion, memperluas pengaruh budaya Korea (Hallyu) tidak hanya melalui musik tetapi juga lewat simbol dan identitas nasional yang diinterpretasikan ulang.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Koreaherald.com

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU