Ilustrasi celana denim (Ilustrasi Copilot)
INDOZONE.ID - Mengenakan celana atau jaket berbahan denim berkualitas tinggi sering kali memunculkan kebanggaan tersendiri bagi kamu yang sangat memperhatikan penampilan kasual sehari-hari.
Namun, bagi sebagian orang, pengalaman pertama saat mencoba produk denim baru terkadang terasa kurang nyaman karena tekstur kainnya yang cenderung sangat kaku.
Fenomena ini sebenarnya merupakan hal yang sangat wajar di dunia mode dan menjadi karakteristik autentik yang justru dicari oleh para pencinta busana klasik.
Kekakuan pada material legendaris ini tidak muncul begitu saja tanpa sebab, melainkan buah dari rangkaian panjang proses pembuatan kain, mulai dari pemintalan benang hingga tahap akhir manufaktur.
Baca juga: 7 Manfaat Pakis untuk Kesehatan Tubuh yang Jarang Disadari
Di balik sepotong pakaian yang kokoh tersebut, terdapat detail struktur serat dan perlakuan khusus yang memengaruhi bagaimana kain terasa di kulitmu saat bergerak.
Biar kamu tidak lagi penasaran mengenai alasan di balik kokohnya material ini, mari kita bedah berbagai faktor utama yang membuat celana denim baru kamu kaku.
Faktor paling mendasar yang membuat produk denim terasa sangat keras saat pertama kali dibeli adalah karena kain tersebut belum melalui proses pencucian atau washing.
Jenis yang sering disebut sebagai raw atau rigid denim ini langsung dijahit dan dipasarkan sesaat setelah keluar dari mesin tenun tanpa diberi pelembut.
Baca juga: Stres, Cemas, dan Sulit Tidur? Kebiasaan Doomscrolling Bisa Jadi Penyebabnya
Alhasil, pakaian akan mempertahankan karakteristik aslinya yang terasa "mentah", sangat kontras dengan produk sandang biasa yang sudah melewati perlakuan kimiawi agar lentur sejak awal.
Mayoritas bahan denim berkualitas tinggi menggunakan seratus persen serat kapas alami sebagai fondasi utama penyusun rajutan kainnya.
Dalam kondisi yang masih baru, jalinan serat katun tersebut masih berada dalam posisi yang sangat rapat, belum terurai, serta belum memiliki fleksibilitas mekanis.
Seiring dengan intensitas pemakaian yang kamu lakukan, jalinan serat ini lambat laun akan mulai melonggar atau relax sehingga kain menjadi lebih empuk dan mengikuti lekuk tubuhmu.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Ltex.co.id