Selasa, 26 MEI 2026 • 09:44 WIB

Brand Fashion Lokal Indonesia Ini Ajak Anak Muda Lebih Dekat dengan Kain Tradisional Indonesia

Author

Suasana panggung trunk show "Pasar Sukaria" saat peluncuran koleksi COTTONINK Archipelago "Cita Senada" di kawasan Blok M, Jakarta. (COTTONINK/Jumat, 22 Mei 2026)

INDOZONE.ID - Brand lokal COTTONINK kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap kekayaan budaya Indonesia. 

Lewat COTTONINK Archipelago, brand lokal ini meluncurkan koleksi terbaru mereka bernama "Cita Senada" yang berfokus ke pakaian kasual dengan sentuhan wastra Nusantara.

Peluncuran tersebut dirayakan dengan pagelaran busana (trunk show) unik bertajuk “Pasar Sukaria”, sekaligus sebagai ruang kreatif dan apresiasi terhadap keindahan seni tekstil Tanah Air.

Baca juga: Gaya Anggun Alexandra Lapp Pakai Scarf dan Tas Pink Serasi, Asalnya dari Brand Lokal Indonesia

Di koleksi Cita Senada kali ini, COTTONINK Archipelago mengangkat keindahan motif wajik yang menjadi ciri khas kain tenun Jepara.

Eksplorasi kain tradisional tersebut diwujudkan melalui perpaduan teknik sulam (embroidery) dan tenun (weaving) yang selama ini menjadi identitas kuat mereka.

Koleksi ini juga jadi momen nostalgia perjalanan panjang lini Archipelago. Di mana, cikal bakal lini ini bermula dari kecintaan mendalam para pendirinya terhadap kain tenun dan ikat tradisional Indonesia.

Kemeriahan trunk show “Pasar Sukaria” sukses diselenggarakan pada Jumat, 22 Mei 2026 lalu. Berlokasi di Nirmana Falatehan, kawasan Blok M, Jakarta, acara ini dipadati rekan media dan para penikmat mode.

Melalui berbagai instalasi seni, para pengunjung diajak merasakan langsung semarak suasana pasar tradisional.

Namun, suasana hangat tersebut diinterpretasikan kembali oleh pihak penyelenggara dalam konsep visual yang jauh lebih kontemporer.

Nuansa kebersamaan khas pasar semakin terasa kuat dengan adanya penampilan seni tari dari kelompok Omah Wulangreh.

Bukan cuma itu, para tamu undangan juga dimanjakan dengan aneka hidangan jajanan pasar tradisional serta berbagai aktivitas interaktif.

Carline Darjanto, selaku CEO sekaligus Creative Director COTTONINK, menuturkan bahwa Cita Senada memiliki arti yang sangat mendalam dan personal.

Ia merasa bangga karena setelah 14 tahun berlalu, COTTONINK Archipelago tetap berkomitmen menjaga esensi warisan tekstil tanah air.

Baca juga: Ratusan Brand Lokal hingga Ruang Komunitas Kreatif Bakal Ramaikan brightspotCITY di Jakarta

Melalui perpaduan pakaian modern dan konsep pasar tradisional ini, ia menaruh harapan besar bagi masa depan kain nusantara. Carline berharap generasi muda dapat merasa lebih dekat, akrab, dan mencintai kain tenun asli Indonesia.

Senada dengan Carline, Brand and Marketing Director COTTONINK, Ria Sarwono, turut menjelaskan filosofi di balik pemilihan tema acara.

Menurutnya, tajuk "Pasar Sukaria" dipilih karena melambangkan karakter koleksi Archipelago yang kaya akan narasi budaya serta lekat dengan aktivitas keseharian.

Konsep unik ini sekaligus menjadi bukti nyata bahwa tradisi lokal bisa terus dipertahankan keasliannya. Warisan budaya terbukti mampu hadir secara luwes dalam konteks yang modern dan tetap relevan dengan perkembangan zaman.

Koleksi Cita Senada hadir dalam variasi yang sangat lengkap dengan mencakup total 83 pilihan desain pakaian baru untuk pria, wanita, hingga anak-anak.

Ragam produk fesyen yang ditawarkan meliputi model kebaya kontemporer, kain lilit, kemeja santai, hingga berbagai jenis luaran (outerwear).

Seluruh pakaian tersebut dirancang agar menjadi pilihan sempurna untuk dikenakan dalam aktivitas sehari-hari karena potongannya yang trendi dan nyaman. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Cottonink.co.id

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU