INDOZONE.ID - Dalam beberapa tahun terakhir, kata "privilege" atau privilese kian santer terdengar di ruang-ruang diskusi, baik di media sosial seperti X (Twitter) dan Instagram, maupun dalam perbincangan sehari-hari. Istilah ini sering kali memicu perdebatan panas; ada yang menganggapnya sebagai "jalan tol" menuju kesuksesan, sementara yang lain melihatnya sebagai sesuatu yang tabu untuk diakui.
Namun, sebenarnya privilege adalah apa? Apakah ia semata-mata soal terlahir kaya raya? Ataukah ada lapisan makna lain yang sering luput dari perhatian kita? Memahami privilese bukan bertujuan untuk menyalahkan keadaan, melainkan untuk membangun empati dan kesadaran sosial yang lebih baik.
Artikel ini akan mengupas tuntas definisi privilese dari kacamata bahasa, sosiologi, dan hukum, serta membedah jenis-jenisnya yang mungkin tanpa sadar sudah kita miliki.
Secara etimologis, kata privilege diserap dari bahasa Inggris yang berakar dari bahasa Latin, privilegium. Kata ini merupakan gabungan dari privus (pribadi/sendiri) dan lex (hukum). Secara harfiah, ini bisa dimaknai sebagai "hukum yang berlaku untuk satu orang atau kelompok tertentu".
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), istilah bakunya adalah privilese, yang didefinisikan sebagai hak istimewa. Namun, dalam konteks sosiologi modern, maknanya berkembang jauh lebih luas.
Melansir dari Cambridge Dictionary, privilese adalah keuntungan yang hanya dimiliki oleh satu orang atau sekelompok orang, biasanya karena kedudukan, kekayaan, atau kelas sosial mereka. Sementara itu, organisasi nirlaba United Way for Southeastern Michigan mendefinisikan privilese sebagai akses atau keuntungan yang tidak diperoleh dengan kerja keras (unearned), melainkan diberikan kepada kelompok tertentu karena keanggotaan mereka dalam struktur sosial.
"Privilege bukanlah tentang apa yang Anda lakukan, melainkan tentang apa yang tidak perlu Anda alami atau khawatirkan." — Peggy McIntosh, Sosiolog Amerika dan Penulis esai 'White Privilege: Unpacking the Invisible Knapsack'.
Jadi, secara sederhana, privilese adalah serangkaian kemudahan atau "kekebalan" yang dimiliki seseorang sering kali sejak lahir, yang membuat jalan hidupnya relatif lebih mulus dibandingkan orang lain yang tidak memilikinya.
Baca juga: Sering Merasa Capek Kerja? Mungkin Itu Justru Privilege yang Patut Disyukuri
Privilese tidak melulu soal uang. Sosiolog dan pengamat sosial membagi hak istimewa ini ke dalam berbagai kategori yang sering kali saling beririsan (intersectional). Berikut adalah jenis-jenis utamanya:
Ini adalah bentuk yang paling mudah dikenali. Hak istimewa ini berkaitan erat dengan keamanan finansial. Seseorang dengan financial privilege tidak perlu pusing memikirkan biaya sewa rumah bulan depan, utang pinjaman online, atau harga kebutuhan pokok yang naik.
Ciri-cirinya:
Dalam masyarakat yang masih menganut sistem patriarki, laki-laki sering kali mendapatkan keuntungan sistemik. Misalnya, laki-laki lebih jarang ditanya soal "kapan nikah" saat mengejar karier tinggi dibandingkan perempuan, atau merasa lebih aman saat berjalan sendirian di malam hari.
Sebuah kasus nyata yang mencoreng dunia pendidikan terjadi di Tokyo Medical University, di mana pihak kampus sengaja memanipulasi nilai ujian untuk menggagalkan peserta perempuan demi memberikan "kuota" lebih bagi laki-laki. Ini adalah bukti nyata bagaimana privilese gender bekerja secara institusional.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: KBBI, Amatan Penulis