Ilustrasi sakit punggung bagian bawah. (freepik)
INDOZONE.ID - Pernah nggak sih ngerasa punggung bagian bawah pegal dan kaku terus, padahal nggak abis olahraga, nggak salah posisi duduk, dan udah dipijat berkali-kali tetep aja balik lagi?
Kalau iya, coba deh jangan buru-buru nyalahin kasur atau kursi kantor. Bisa jadi, itu bukan murni soal otot, tapi soal emosi yang selama ini kamu tahan-tahan sendirian.
Menurut sejumlah pakar psikologi, punggung bawah dikenal sebagai salah satu "titik favorit" tubuh buat menyimpan amarah yang dipendam.
Jadi pas kamu milih diam daripada meledak, atau lebih sering ngalah biar suasana tetep adem, emosi itu sebenarnya nggak hilang begitu aja lho.
Baca juga: Pengertian Konflik dalam Sosiologi: Penyebab, Jenis, dan Contohnya
Ia cuma "pindah rumah" dan menumpuk di tubuh, salah satunya di area punggung bawah ini.
Secara ilmiah, otak dan tubuh itu sebenarnya kayak dua sahabat yang saling lapor satu sama lain.
Begitu ada emosi kuat kayak marah muncul, otak bakal mengirim sinyal ke seluruh tubuh buat "siap siaga", persis seperti mode fight or flight saat menghadapi ancaman.
Otot-otot pun otomatis menegang, jantung berdetak lebih cepat, dan hormon stres kayak kortisol ikut diproduksi lebih banyak.
Baca juga: 7 Manfaat Biji Nangka untuk Kesehatan yang Jarang Diketahui
Masalahnya, kalau amarah itu nggak pernah benar-benar disalurkan, entah karena takut dianggap baperan, takut ngerusak hubungan, atau cuma pengen cepat-cepat menghindari konflik, sinyal "siap siaga" tadi nggak pernah benar-benar dimatikan. Tubuh terus dalam kondisi tegang meski situasinya sudah lewat.
Nah, punggung bawah kebetulan jadi salah satu area yang paling sering kena imbasnya karena disitu banyak berkumpul otot besar yang menopang hampir seluruh berat tubuh bagian atas.
Begitu otot-otot ini terus-menerus dalam kondisi siaga tanpa sempat rileks, hasilnya ya ketegangan kronis yang kita rasain sebagai pegal, nyeri, bahkan kaku yang susah hilang meski sudah dipijat atau diistirahatkan.
Jadi jangan heran kalau amarah yang "cuma" dipendam di kepala, ujung-ujungnya malah numpuk dan terasa nyata di punggung.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berbagai Sumber