Kenapa Cicak Harus Dibunuh? Ini Penjelasan Mitos, Fakta, dan Hukumnya (Freepik/murilomazzo)
INDOZONE.ID - Pernah tidak, kamu bingung pas lihat cicak di rumah? Ada yang bilang, “Jangan dibunuh, nanti sial!” tapi ada juga yang bilang, “Bunuh aja, nanti dapat pahala!” Bingung kan, harus gimana?
Masalah ini sebenarnya melibatkan tiga hal besar, yakni kepercayaan turun-temurun, risiko kesehatan, dan aturan dalam agama.
Banyak mitos yang bikin orang bingung, tapi ada juga fakta ilmiah yang penting diketahui.
Di artikel ini, kita bakal kupas tuntas semuanya. Dari mitos yang sering beredar, fakta menarik soal cicak, sampai cara menghadapi cicak dengan aman dan bijak. Jadi kamu nggak cuma asal bunuh, tapi tahu alasannya juga.
Di Indonesia, cicak tidak lepas dari berbagai mitos yang berkembang di masyarakat secara turun-temurun. Beberapa mitos yang paling populer antara lain:
Ada mitos yang menyebutkan jika seseorang kejatuhan cicak, terutama di bagian kepala, maka ia akan tertimpa kesialan atau ada anggota keluarga yang akan meninggal.
Beberapa orang percaya kalau suara cicak yang terdengar di malam hari menandakan ada makhluk tak kasat mata di sekitar. Suara cicak yang khas ini kadang bikin orang was-was, apalagi kalau terdengar di tempat sepi atau gelap.
Di beberapa kepercayaan, cicak juga dianggap bisa menjadi perantara atau “mata-mata” untuk mengirim santet atau guna-guna. Karena itu, ada yang merasa cicak di rumah harus diwaspadai atau dijauhkan.
Baca juga: Gigitan Hewan Bisa Berujung Maut, Seberapa Bahaya Rabies Sebenarnya?
Jika kita lihat dari sisi ilmiah dan ekologis, cicak sebenarnya memiliki manfaat penting, terutama bagi rumah dan lingkungan sekitar. Berikut beberapa fakta penting:
Cicak memakan nyamuk, lalat, kecoa kecil, dan serangga lainnya. Kehadiran cicak di rumah membantu mengurangi hama dan menjaga kebersihan lingkungan secara alami.
Meskipun cicak dapat bersentuhan dengan lingkungan yang kotor, risiko menularkan penyakit ke manusia sangat rendah. Mereka jauh lebih aman dibanding hewan pengerat seperti tikus.
Dengan memakan serangga, cicak membantu menjaga keseimbangan ekosistem kecil di rumah. Mereka bekerja seperti “pembasmi hama alami” tanpa racun atau pestisida.
Cicak termasuk hewan reptil dari keluarga Gekkonidae. Mereka tidak beracun, tidak agresif, dan jarang menggigit manusia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Kelaspintar.id