ilustrasi Kertas Lakmus (Alibaba.com)
INDOZONE.ID - Kertas lakmus adalah alat yang digunakan untuk mengetahui apakah suatu cairan bersifat asam, basa, atau netral.
Alat ini sering digunakan dalam praktikum di laboratorium, karena mudah digunakan dan hasilnya bisa langsung terlihat.
Cara kerja kertas lakmus, yaitu dengan mencelupkannya ke dalam cairan yang ingin diuji. Setelah itu, kertas lakmus akan berubah warna sesuai dengan sifat cairan tersebut.
Perubahan warna ini membantu kita mengetahui jenis cairan dengan cepat.
Dengan memahami pengertian, fungsi, jenis, dan cara penggunaan kertas lakmus, kita dapat lebih mudah mengenali sifat suatu zat.
Hal ini juga membantu dalam memahami konsep dasar kimia yang sering dijumpai di laboratorium.
Kertas lakmus adalah kertas filter yang telah direndam dengan campuran zat pewarna alami, yang diekstrak dari lumut kerak (lichens).
Zat pewarna ini memiliki kemampuan unik untuk berubah warna saat terkena larutan dengan tingkat keasaman (pH) tertentu.
Saat kertas lakmus dicelupkan ke dalam suatu larutan, zat indikator di dalamnya akan bereaksi dengan larutan tersebut dan menyebabkan perubahan warna.
Perubahan warna ini menunjukkan apakah larutan bersifat asam, basa, atau netral.
Dengan adanya perubahan warna tersebut, kertas lakmus menjadi alat yang praktis untuk menguji sifat suatu larutan.
Oleh karena itu, kertas lakmus sering digunakan dalam praktikum kimia, penelitian, dan pembelajaran di laboratorium maupun sekolah.
Baca juga: 60 Alat Laboratorium dan Fungsinya yang Wajib Diketahui
Kertas lakmus memiliki berbagai fungsi penting dalam bidang pendidikan, penelitian, dan kehidupan sehari-hari.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Deepublishstore.com