INDOZONE.ID - Pernah nggak sih kamu penasaran bagaimana warna hijau, oranye, atau ungu bisa terbentuk?
Di balik warna-warna itu, ada konsep dasar yang disebut warna sekunder.
Nah, memahami warna sekunder bukan cuma penting untuk pelajaran seni, tapi juga berguna dalam dunia desain dan kreativitas sehari-hari.
Yuk, kenali pengertiannya, cara mencampurnya, dan bagaimana penerapannya dalam seni dan desain di bawah ini:
Warna sekunder adalah warna yang dihasilkan dari pencampuran dua warna primer dalam jumlah seimbang. Dalam teori warna dasar seni rupa, warna primer terdiri dari merah, kuning, dan biru. Ketika dua di antaranya dicampur, terbentuklah warna baru yang disebut warna sekunder.
Tiga warna sekunder utama atau biasa disebut dengan percampuran antara RYB (Red, Yellow dan Blue)
Warna-warna ini menjadi jembatan antara warna primer dan warna tersier dalam lingkaran warna (color wheel).
Selain sistem RYB untuk seni lukis, dunia digital dan percetakan menggunakan sistem warna berbeda, yaitu RGB dan CMYK, berikut penjelasannya:
Baca juga: Mengenal Warna Primer: Jenis, Contoh, dan Perannya dalam Pencampuran Warna
Sistem ini digunakan pada layar digital seperti monitor, TV, dan smartphone. RGB berbasis cahaya (additive color). Ketika warna digabungkan, hasilnya semakin terang.
Dalam sistem ini:
Jika semua warna ( red, green dan blue ) digabungkan, hasilnya putih.
Sistem ini biasanya digunakan dalam percetakan. CMYK berbasis pigmen atau tinta (subtractive color).
Jadi semakin banyak warna dicampur, hasilnya semakin gelap.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Theshelbystudio