Ilustrasi balikan dengan teman toxic. (freepik)
INDOZONE.ID - Memutus hubungan dengan teman yang toxic memang bukan keputusan mudah. Apalagi jika dulu kalian punya banyak kenangan menyenangkan bersama.
Namun setelah hubungan pertemanan berakhir, tak sedikit orang justru mulai ragu dan bertanya-tanya: “Apa aku terlalu keras?” atau “Mungkin dia sudah berubah?”
Perasaan seperti itu sangat wajar muncul, terutama ketika rasa kesepian datang atau saat kamu teringat momen-momen baik yang pernah dilalui bersama.
Tapi sebelum buru-buru membuka komunikasi lagi dengan mantan teman toxic, ada beberapa hal penting yang perlu dipikirkan matang-matang.
Baca juga: Sudah Muak dengan Teman Toxic tapi Bingung Cara Mengakhirinya? Begini Cara ‘Putusinnya’
Keputusan untuk memutus pertemanan biasanya tidak datang secara tiba-tiba. Banyak orang memilih pergi setelah merasa lelah secara emosional karena terus-terusan disakiti, dimanipulasi, diremehkan, atau diperlakukan tidak sehat dalam hubungan pertemanan tersebut.
Kalau kamu sudah memutuskan untuk menjaga jarak, besar kemungkinan ada alasan kuat di balik keputusan itu.
Karena itu, penting untuk mempercayai instingmu sendiri dan tidak tergoda untuk langsung menghubungi mereka kembali.
Hal yang sama juga berlaku jika mantan temanmu mencoba menghubungi lagi. Kamu tidak wajib membalas pesan, telepon, atau ajakan bertemu jika belum merasa siap.
Baca juga: Viral Jemaah Haji Lansia Panik di Pesawat, Minta Turun untuk Beri Makan Ayamnya
Setelah hubungan pertemanan berakhir, otak sering kali hanya mengingat hal-hal baik. Kamu mungkin mulai mengenang obrolan seru, liburan bersama, atau dukungan yang pernah mereka berikan.
Sayangnya, nostalgia kerap membuat seseorang melupakan alasan utama mengapa hubungan itu harus diakhiri.
Sebelum mempertimbangkan untuk kembali berteman, coba ingat lagi apa yang sebenarnya terjadi. Apakah hubungan tersebut membuatmu stres? Apakah kamu sering merasa tidak dihargai? Apakah kamu merasa lebih tenang setelah menjauh?
Menjawab pertanyaan-pertanyaan ini bisa membantu kamu melihat situasi dengan lebih objektif.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Healthline