Ilustrasi kecewa terhadap kehidupan. (freepik)
INDOZONE.ID - Pernah merasa hidup terasa “gitu-gitu aja” dan ujung-ujungnya kamu selalu kecewa?
Target yang dikejar terasa kurang memuaskan, hubungan dengan orang lain bikin kesal, bahkan hal-hal kecil pun gampang memicu rasa frustasi. Yang bikin bingung, semua itu terjadi meski kamu merasa sudah berusaha jadi pribadi yang positif dan menyenangkan.
Kalau kondisi ini terasa relate, jangan buru-buru menyalahkan orang lain atau keadaan sekitar. Bisa jadi masalah sebenarnya datang dari gaya hidup yang selama ini kamu jalani.
Rasa kecewa sesekali adalah hal yang normal. Namun, kalau hampir semua hal terasa mengecewakan — mulai dari pekerjaan, pertemanan, hubungan asmara, sampai rutinitas sehari-hari — ini bisa menjadi alarm yang patut diperhatikan.
Baca juga: 5 Framework Kreatif yang Bisa Bikin Ide Kamu Nggak Stuck Lagi!
Kamu mungkin mulai berpikir bahwa orang lain tidak pernah sesuai ekspektasi. Atau merasa hidup berjalan tidak adil meski kamu sudah bekerja keras.
Perasaan seperti ini sering muncul saat seseorang sedang kelelahan secara mental, tetapi tidak menyadarinya.
Banyak orang tidak sadar bahwa kebiasaan sehari-hari punya pengaruh besar terhadap kondisi emosional.
Kurang tidur, terlalu sibuk bekerja, jarang olahraga, konsumsi makanan tidak sehat, hingga minim waktu untuk istirahat bisa membuat tubuh dan pikiran terus berada dalam tekanan. Akibatnya, emosi jadi lebih sensitif dan rasa puas semakin sulit dirasakan.
Baca juga: 5 Amalan Utama Bulan Dzulhijjah Selain Puasa, Pahalanya Luar Biasa!
Bahkan scrolling media sosial tanpa henti juga bisa memperparah keadaan. Melihat pencapaian orang lain setiap hari sering membuat seseorang merasa hidupnya tertinggal jauh.
Padahal yang terlihat di internet belum tentu sepenuhnya nyata.
Banyak orang tetap terlihat ceria di depan orang lain meski sebenarnya sedang merasa kosong. Mereka tetap tersenyum, aktif bersosialisasi, dan mencoba terlihat baik-baik saja. Namun di dalam diri, ada rasa lelah yang terus menumpuk.
Jika terus diabaikan, kondisi ini bisa berdampak pada kesehatan mental dan menurunkan kualitas hidup secara keseluruhan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Psychologytoday.com