Ilustrasi timbangan badan. (Freepik)
INDOZONE.ID - Banyak orang masih berpikir penyakit jantung hanya mengintai mereka yang sudah lanjut usia. Padahal faktanya, kebiasaan buruk yang dilakukan sejak muda diam-diam bisa jadi “bom waktu” bagi kesehatan tubuh.
Mulai dari pola makan tidak sehat, jarang olahraga, berat badan naik tanpa kontrol, hingga kebiasaan malas gerak bisa memperbesar risiko masalah jantung di masa depan.
Kabar baiknya, semuanya masih bisa diperbaiki!
Penelitian dari Northwestern University menemukan bahwa mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat, bahkan saat memasuki usia 30 hingga 40 tahun, tetap memberikan dampak besar bagi kesehatan jantung.
Baca juga: Bahaya Kecanduan Gadget bagi Kesehatan Fisik dan Mental Anak, Jangan Sepelekan!
Penelitian yang dipublikasikan dalam Circulation Journal itu melibatkan lebih dari 5.000 orang dalam studi Coronary Artery Risk Development in Young Adults (CARDIA).
Peserta pertama kali dipantau saat berusia 18 sampai 30 tahun, lalu kembali diperiksa 20 tahun kemudian untuk melihat kondisi kesehatan jantung mereka.
Hasilnya menunjukkan bahwa orang yang mempertahankan kebiasaan sehat memiliki risiko lebih rendah mengalami penyumbatan pembuluh darah akibat penumpukan kalsium serta penebalan dinding arteri — dua kondisi yang sering menjadi tanda awal penyakit jantung serius.
Hal yang cukup mengejutkan dari penelitian ini adalah sekitar 40 persen peserta justru mengalami penurunan kualitas gaya hidup seiring bertambah usia.
Baca juga: Rekomendasi Kandungan Skincare untuk Cegah Penuaan Dini yang Wajib Dicoba
Mereka mulai meninggalkan kebiasaan sehat dan perlahan menjalani pola hidup yang lebih buruk. Akibatnya, risiko gangguan jantung mereka ikut meningkat.
Peneliti utama sekaligus profesor kedokteran pencegahan dari Northwestern University Feinberg School of Medicine, Bonnie Spring, mengatakan bahwa belum terlambat untuk berubah.
Menurutnya, seseorang tetap bisa memperbaiki kesehatan jantung meski pernah memiliki kebiasaan buruk saat muda.
Salah satu kebiasaan penting yang disorot dalam penelitian ini adalah menjaga berat badan tetap ideal.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Psychologytoday.com