Ilustrasi wanita rindu mantan. (Pexels/Liza Summer)
INDOZONE.ID - Pernahkah kamu merasa sangat rindu dengan mantan, tetapi ketika kamu bertemu atau dihubungi lagi, perasaan itu berubah?
Ini adalah hal yang umum terjadi. Banyak kasus yang menunjukkan bahwa yang sebenarnya kita rindukan bukanlah mantan kita, melainkan hal-hal lain yang hilang ketika hubungan berakhir.
Putus cinta bukan hanya tentang kehilangan pasangan. Hubungan romantis juga membentuk siapa kita, apa yang kita lakukan sehari-hari, dan bagaimana kita membayangkan masa depan.
Karena itu, rasa kehilangan yang kita rasakan sering kali lebih kompleks daripada sekadar kehilangan orang yang pernah kita cintai.
Baca juga: Perbedaan Gerund, Present Participle, dan Infinitive
Yang paling sering hilang setelah putus cinta adalah diri kita sendiri. Dulu, kita mungkin merasa lebih percaya diri, lebih berani bermimpi, atau lebih antusias dalam menjalani hari karena ada seseorang yang menemani kita.
Penelitian menunjukkan bahwa setelah putus cinta, banyak orang menjadi bingung dengan dirinya sendiri. Mereka bukan hanya kehilangan pasangan, tetapi juga merasa sebagian dari jati diri mereka hilang.
Kita sering merindukan ucapan selamat pagi, saling mengabari, atau menjadi tempat pertama untuk berbagi cerita. Ini karena kebiasaan-kebiasaan sederhana tersebut telah menjadi bagian dari kehidupan kita.
Menurut teori self-expansion, kebiasaan-kebiasaan tersebut perlahan menjadi bagian dari konsep diri kita.
Baca juga: Tips Memasang High Pressure Laminate agar Awet dan Tahan Lama, Jangan Langsung Tempel
Saat hubungan kita berakhir, yang hilang bukan hanya sosok pasangan, tetapi juga rutinitas yang selama ini memberi kita rasa nyaman dan keteraturan.
Dalam hubungan yang sehat, kita ingin merasa dibutuhkan, diperhatikan, dan memiliki tempat khusus dalam hidup pasangan kita. Ketika hubungan berakhir, perasaan memiliki peran penting itu ikut menghilang.
Penelitian menunjukkan bahwa kondisi ini dapat membuat kita mempertanyakan kembali nilai diri kita, sehingga rasa kosong yang muncul sering kali bukan semata karena kehilangan pasangan.
Hubungan bukan hanya tentang hari ini, tetapi juga tentang rencana-rencana kecil untuk esok hari. Mulai dari liburan, jalan-jalan, target hidup, hingga bayangan sederhana bahwa akan selalu ada seseorang yang menyertai kita.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Jurnal