Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Sabtu, 09 MEI 2020 • 01:10 WIB

9 Amalan Sunnah Ketika Berbuka Puasa Sesuai Anjuran Rasulullah

9 Amalan Sunnah Ketika Berbuka Puasa Sesuai Anjuran RasulullahIlustrasi suasana berbuka puasa bulan Ramadan (newmuslim.net)

Setiap umat Islam yang menjalankan ibadah puasa pun dianjurkan mengerjakan amalan ibadah sunnah di bulan Ramadan.

Amalan ibadah sunnah dikerjakan dengan tujuan untuk menambah keberkahan dan pahala, serta meningkatkan keimanan pada Allah SWT.

Keistimewaan melaksanakan amalan sunnah ini pun telah diungkapkan Rasulullah SAW melalui sabdanya:

"Barangsiapa mendekatkan diri kepada Allah dengan melakukan amalan sunnah pada bulan Ramadan. Maka (pahalanya) seperti orang yang melakukan amalan fardhu pada bulan lainnya. Dan barangsiapa yang melakukan amalan satu amalan fardhlu di bulan Ramadan maka (pahalanya) seperti orang yang melakukan 70 amalan fardhu pada bulan lain."

Amalan Sunnah Ketika Berbuka Puasa Ramadan

Setelah berpuasa sepanjang hari, umat Islam dianjurkan untuk menyegerakan waktu berbuka puasa yakni ketika azan Magrib berkumandang.

Bagi setiap umat Muslim yang menunaikan ibadah puasa, ada beberapa amalan sunnah saat berbuka puasa Ramadan yang dianjurkan.

Amalan sunnah berbuka puasa ini merupakan anjuran dari Rasulullah SAW. Apabila dikerjakan, maka ini akan menambah amalan ibadah puasa.

Dirangkum Indozone, berikut ini adalah amalan sunnah ketika berbuka puasa Ramadan berdasarkan anjuran Nabi Muhammad SAW:

1. Menyegerakan Berbuka Puasa

Ilustrasi suasana berbuka puasa bulan Ramadan (newmuslim.net)

Tidak hanya berpahala, amalan sunnah berbuka puasa ini pun mengandung nilai kesehatan untuk mengembalikan kondisi tubuh.

"Umatku akan senantiasa berada di atas sunnahku (ajaranku) selama tidak menunggu munculnya bintang untuk berbuka puasa." (HR. Ibnu Hibban 8/277 dan Ibnu Khuzaimah 3/275, sanad shahih)

Keutamaan menyegerakan berbuka puasa ini juga diterangkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melalui sabdanya:

"Senantiasa manusia di dalam kebaikan selama menyegerakan berbuka." (Hadits Riwayat Bukhari no.1957 dan Muslim 1098)

2. Membaca Doa Berbuka Puasa

Ilustrasi suasana puasa di bulan Ramadan (Xinhua/Ahmad Sidique)

Sunnah berbuka puasa berikutnya yang telah dicontohkan Rasulullah SAW dari zaman dahulu secara turun temurun hingga sekarang adalah membaca doa berbuka puasa.

Adapun hadis yang menjelaskan tentang doa buka puasa, berbunyi:

"Dari Mu’adz bin Zuhrah, sesungguhnya telah sampai riwayat kepadanya bahwa sesungguhnya jika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berbuka puasa, beliau membaca (doa), ‘Allahumma laka shumtu wa ‘ala rizqika afthortu-ed’ (ya Allah, untuk-Mu aku berpuasa dan dengan rezeki-Mu aku berbuka)."

Namun, ada yang mengatakan bahwa doa berbuka puasa di atas berasal dari hadis dho'if (lemah), walaupun makna doa tersebut dikatakan shahih.

Adapun doa berbuka puasa berdasarkan Hadis Riwayat Abu Daud, sebagai berikut:

"Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika telah berbuka mengucapkan: ‘Dzahabazh zhoma’u wabtallatil ‘uruqu wa tsabatal ajru insya Allah (artinya: Rasa haus telah hilang dan urat-urat telah basah, dan pahala telah ditetapkan insya Allah)." (HR. Abu Daud no. 2357, hasan)

3. Berdoa secara Umum Ketika Berbuka Puasa

Ilustrasi berdoa (Pexels/Ali Arapolu)

Ketika waktu berbuka puasa tiba, sebaiknya panjatkanlah segala doa-doa baik yang kamu inginkan. Karena, waktu berbuka puasa ini termasuk waktu mustajab berdoa.

"Orang berpuasa memiliki dua kebahagiaan: Kebahagiaan saat berbuka puasa dan saat bertemu dengan Rabb-nya nanti." (HR. Muslim no. 1151)

Keistimewaan berdoa pada saat berbuka puasa juga dikatakan oleh Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam melalui sabdanya:

"Ada tiga orang yang doanya tidak ditolak. Doa untuk pemimpin yang adil, doa untuk orang yang berpuasa saat dia berbuka, dan doa orang yang terzalimi." (HR. Tirmidzi no. 2526, 3598 dan Ibnu Majah no. 1752)

Oleh karena itu, jangan lewatkan kesempatan berdoa ketika berbuka puasa untuk meminta apa pun atas kebaikan dunia dan akhirat.

4. Berbukalah dengan Kurma atau Seteguk Air Putih

Jenis kurma Ajwa atau kurma Nabi (palmyradelights.de)

Saat berbuka puasa, umat Muslim disunnahkan untuk mengonsumsi makanan manis seperti kurma basah (ruthab).

Bukan sekadar sunnah, anjuran berbuka puasa dengan kurma atau makanan manis mengandung manfaat kesehatan.

Makanan atau minuman manis merupakan sumber kalori bagi tubuh. Dengan begitu, tubuh akan mendapatkan energi lebih cepat setelah tidak terisi selama kurang lebih 14 jam.

Namun kurma tidaklah bersifat wajib. Jika tidak ada, kurma bisa digantikan dengan air putih atau makanan dan minuman manis lainnya.

"Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasanya berbuka dengan ruthab (kurma basah) sebelum menunaikan shalat. Jika tidak ada rothb, maka beliau berbuka dengan tamr (kurma kering). Dan jika tidak ada yang demikian beliau berbuka dengan seteguk air.” (HR. Abu Daud no. 2356 dan Ahmad 3/164, hasan shahih)

5. Minum dengan Tiga Napas dan Membaca 'Bismillah'

Air minum (Pixabay)

Diriwayatkan Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, ia mengatakan bahwa Rasulullah biasa minum dengan tiga napas.

"Jika wadah minuman didekati ke mulut beliau, beliau menyebut nama Allah Ta’ala. Jika selesai satu napas, beliau bertahmid (memuji) Allah Ta’ala. Beliau lakukan seperti ini tiga kali." (Shahih, As Silsilah Ash Shohihah no. 1277)

6. Memberi Makanan untuk Orang Berbuka Puasa

Ilustrasi menyiapkan makanan untuk berbuka puasa Ramadan (Xinhua/Ahmad Sidique)

Salah satu ibadah sunnah di bulan Ramadan untuk menambah pahala yaitu memperbanyak sedekah pada orang yang membutuhkan.

Sesuai hadits para sahabat Nabi, Amirul Mukminin Imam Ali bin Abi Thalib pernah berkata:

“Barang siapa mengeluarkan sedekah kepada orang miskin, niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosanya dan menyediakan balasan untuknya berupa kebebasan, sebagaimana bebasnya Nabi Ismail as dan Penyembelihan."

Sedekah tidak hanya berupa uang, melainkan bisa dengan hal lain seperti memberi hidangan berbuka puasa (ifthar) kepada orang yang berpuasa.

Ini termasuk salah satu amalan sunnah menurut Rasulullah yang bertujuan untuk meningkatkan ukhuwah Islamiyah dengan sesama umat Muslim.

Sebagaimana sabda Rasulullah SAW:

“Siapa memberi makan orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikit pun juga.” (HR. Tirmidzi no. 807, Ibnu Majah no. 1746, dan Ahmad 5/192, hasan shahih)

Amalan berbuka puasa ini bisa menjadi pilihan bagi para wanita yang sedang berhalangan puasa agar mereka tetap mendapat pahala puasa.

7. Mendoakan Orang yang Beri Makan Berbuka

Ilustrasi umat Muslim saling bersilaturahmi (Pexels/mentatdgt)

Apabila kamu diberi makanan berbuka puasa, maka hendaklah membalas dengan kebaikan yang serupa. Namun jika tidak mampu, maka cukuplah mendoakan orang tersebut.

Dari Abdullah bin Umar, Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

"Barangsiapa yang memberi kebaikan untukmu, maka balaslah. Jika engkau tidak dapati sesuatu untuk membalas kebaikannya, maka do’akanlah ia sampai engkau yakin engkau telah membalas kebaikannya." (HR. Abu Daud no. 1672 dan Ibnu Hibban 8/199, shahih)

Hal itu berangkat dari suatu hari ketika Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam diberi minum.

Pada waktu itu juga, beliau pun mengangkat kepalanya ke langit seraya mengucapkan:

“Allahumma ath’im man ath’amanii wa asqi man asqoonii" (Ya Allah, berilah ganti makanan kepada orang yang memberi makan kepadaku dan berilah minuman kepada orang yang memberi minuman kepadaku)." (HR. Muslim no. 2055)

8. Makanlah Secukupnya saat Berbuka Puasa

Ilustrasi suasana saat berbuka puasa Ramadan (Xinhua/Ummar Qayyum)

Seperti diketahui, segala sesuatu yang berlebihan sesungguhnya tidaklah baik. Dalam hal ini, makan berlebih-lebihan saat berbuka puasa ada baiknya dihindari.

Selain mengikuti sunnah Nabi, anjuran makan secukupnya saat berbuka puasa juga baik bagi tubuh. Karena, bisa terhindar dari masalah pencernaan dan tidak menyebabkan kantuk.

"Tidak ada tempat paling buruk yang dipenuhi isinya oleh manusia, kecuali perutnya. Karena sebenarnya cukup baginya beberapa suapan untuk menegakkan punggungnya. Kalaupun ia ingin makan, hendaknya ia atur dengan cara sepertiga untuk makanannya, sepertiga untuk minumannya, dan sepertiga lagi untuk nafasnya." (HR. Ahmad, an-Nasa’i dan At-Tirmidzi).

9. Berdoa Sesudah Makan

Ilustrasi seorang Muslim sedang berdoa (Freepik)

Jika berbuka puasa diawali dengan membaca doa, maka akhirilah pula momen berbuka puasa dengan membaca doa sesudah makan.

"Barang siapa yang makan makanan kemudian mengucapkan: 'Alhamdulillaahilladzii ath’amanii haadzaa wa rozaqoniihi min ghairi haulin minnii wa laa quwwatin' (Segala puji bagi Allah yang telah memberiku makanan ini, dan merizkikan kepadaku tanpa daya serta kekuatan dariku), maka diampuni dosanya yang telah lalu." (HR. Tirmidzi no. 3458, hasan)

Kamu juga bisa mencukupkan dengan ucapan 'Alhamdulillah' setelah makan. 

“Sesungguhnya Allah Ta’ala sangat suka kepada hamba-Nya yang mengucapkan tahmid (Alhamdulillah) sesudah makan dan minum” (HR. Muslim no. 2734)

An Nawawi rahimahullah juga mengatakan, "Jika seseorang mencukupkan dengan bacaan 'Alhamdulillah' saja, maka itu sudah dikatakan menjalankan sunnah." (Al Minhaj Syarh Shahih Muslim, 17: 51)

Demikianlah beberapa amalan sunnah ketika berbuka puasa Ramadan. Semoga yang sederhana ini dapat diamalkan sebaik mungkin di bulan suci ini.

Kiranya, kita semua mendapatkan kebaikan dan keberkahan dari bulan Ramadan. Wallahu waliyyut taufiq. Alhamdulillahilladzi bi ni’matihi tatimmush sholihaat.

Artikel Menarik Lainnya:

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Tags
BERITA TERBARU

9 Amalan Sunnah Ketika Berbuka Puasa Sesuai Anjuran Rasulullah

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!