Ilustrasi perang sarung. (Modolin.blogspot)
Seiring berjalannya waktu, suasana Ramadhan dari tahun ke tahun tentu akan berbeda. Buat kamu yang lahir di generasi 90-an mungkin sudah mulai merasakan bedanya momen Ramadhan zaman dulu dengan yang sekarang.
Anak-anak generasi tahun 90-an biasanya kebanyakan mengisi momen Ramadhan dengan melakukan berbagai aktivitas. Berbeda dengan anak zaman sekarang yang lebih senang dengan gadgetnya untuk mengisi waktu luang saat Ramadhan.
Anak-anak generasi 90-an saat ini mungkin banyak yang sudah menikah, sehingga tidak memungkinkan lagi untuk melakukan kegiatan yang biasa mereka lakukan saat zaman dulu.
Bikin kangen dan pengen kembali jadi anak-anak lagi, berikut kegiatan Ramadhan anak 90-an yang kini tinggal kenangan!
Kiamat Sudah Dekat, Lorong Waktu, Para Pencari Tuhan dan masih banyak lagi sinetron religi lainnya yang pernah mengisi hari saat puasa. Lorong Waktu adalah salah satu sinetron yang cukup terkenal pada masanya.
Kalimat "Zidan siap? Pak haji siap?" adalah khas sinetron Lorong Waktu. Di adegan ini mereka memasuki lorong waktu dan kemudian menghilang. Kira-kira sinetron religi yang seperti ini bakalan ditayangin lagi nggak, ya?
Pesantren kilat merupakan salah satu kegiatan Ramadhan yang hampir tak pernah terlewatkan. Disebut kilat karena memang pesantren ini hanya diadakan beberapa hari saja di sekolah.
Baca juga: Resep Risol Isi Cokelat Lumer untuk Buka Puasa, Dijamin Bikin Ketagihan!
Pesantren kilat biasanya juga mempengaruhi nilai agama, oleh karena itu kegiatan ini tidak bisa dilewatkan begitu saja. Kegiatan pesantren kilat sendiri saat sudah jarang diadakan.
Selama bulan Ramadhan, fungsi sarung mendadak nambah. Tidak hanya dipakai untuk shalat saja, tapi juga dipakai untuk perang sarung. Perang sarung merupakan salah satu kegiatan seru yang tak terlupakan diingatan anak 90-an.
Main petasan sendiri sudah menjadi tradisi yang susah hilang di Indonesia. Petasan biasanya dimainkan usai shalat subuh atau usai tarawih. Petasan seringkali dipakai untuk ngagetin orang lewat.
Bahkan, dulunya cukup sering terjadi 'perang' petasan. Meski berbahaya tapi tetap nekat. Untuk saat ini, masih ada beberapa anak-anak yang main petasan, tapi sudah tidak sebanyak zaman anak 90-an dulu.
Menjelang libur puasa, guru agamamu biasanya tidak pernah ketinggalan memberi tugas catatan kegiatan Ramadhan. Dengan buku catatan Ramadhan, kamu tidak bisa absen tarawih banyak-banyak karena akan disetor ke guru menjelang masuk sekolah.
Adapun bagian yang tidak boleh ketinggalan diisi yaitu halaman isi ceramah dan tanda tangan ustaz yang tarawih. Sesi meminta tanda tangan ke ustaz juga menjadi momen paling seru karena harus berebut dengan anak lainnya.
Kegiatan satu ini biasanya dilakukan setelah sholat subuh. Jalan-jalan keliling komplek rumah dan main petasan terkadang dijadikan ajang caper juga bagi anak-anak 90-an, kamu pasti pernah kan?
Saat ini hanya beberapa daerah saja yang anak-anaknya melakukan asmara subuh. Zaman sekarang, lebih banyak orang yang melakukan sahur on the road.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: