Ilustrasi wanita yang mengalami masalah kesehatan pada tangannya. (Freepik)
Saraf kejepit bisa dialami siapa saja, baik pria maupun wanita, tua ataupun muda. Namun ternyata, perempuan bisa lebih berisiko mengalami saraf terjepit.
Spesialis saraf dr Zicky Yombana mengatakan, perempuan lebih rentan kekurangan kalsium karena faktor hormonal. Berdasarkan sepuluh tahun pengalamannya, pasien yang mengalami keluhan gejala saraf kejepit kebanyakan dari perempuan.
"Perempuan lebih banyak karena jarang olahraga. Seringnya gini, saat sekolah SMP-SMA, pelajaran olahraga izin sakit, mens. Begitu dia hamil, dia akan membawa gembolan (kandungan), core harus kuat. Karena dulu enggak pernah olahraga, tulang belakangnya hancur, akhirnya setelah lahiran sakit pinggang," jelas dr Zicky dalam media briefing, Senin (13/2/2023).
Baca juga: Sering Nyeri dan Kesemutan Jadi Gejala Gangguan Saraf, Gen Z dan Milenial Jangan Abai!
Saraf kejepit yang dialami akibat jarang olahraga mengakibatkan struktur otot menjadi tidak kuat. Kondisi ini diperbukur karena kebanyakan struktur tulang perempuan lebih rapuh akibat regulasi hormonal estrogen.
"Perempuan (saat) menstruasi kalsiumnya terbuang, hamil, menyusui kalsium juga terbuang. Lalu haid lagi kalsium terbuang lagi, begitu terus. Terus menopause, ada zat tertentu yang menggerus kalsium yaitu kafein," tambahnya.
Baca juga: Kinos Idap Saraf Kejepit sampe Dioperasi, Nycta Gina: Akhirnya Nyerah Juga
Dengan segala faktor internal dan eksternal, perempuan disarankan untuk memiliki pola hidup sehat dengan rutin berolahraga. Salah satu olahraga yang bisa dilakukan yakni dengan berenang ataupun melakukan jenis olahraga low gravity atau low impact.
"Berenang itu akan memperkuat otot dan memperbaiki struktur tulang tanpa membuat benturan pada tubuh," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: