INDOZONE.ID - Memutus hubungan dengan teman yang toxic memang bukan keputusan mudah. Apalagi jika dulu kalian punya banyak kenangan menyenangkan bersama.
Namun setelah hubungan pertemanan berakhir, tak sedikit orang justru mulai ragu dan bertanya-tanya: “Apa aku terlalu keras?” atau “Mungkin dia sudah berubah?”
Perasaan seperti itu sangat wajar muncul, terutama ketika rasa kesepian datang atau saat kamu teringat momen-momen baik yang pernah dilalui bersama.
Tapi sebelum buru-buru membuka komunikasi lagi dengan mantan teman toxic, ada beberapa hal penting yang perlu dipikirkan matang-matang.
Baca juga: Sudah Muak dengan Teman Toxic tapi Bingung Cara Mengakhirinya? Begini Cara ‘Putusinnya’
Percaya pada instingmu saat memilih menjauh
Keputusan untuk memutus pertemanan biasanya tidak datang secara tiba-tiba. Banyak orang memilih pergi setelah merasa lelah secara emosional karena terus-terusan disakiti, dimanipulasi, diremehkan, atau diperlakukan tidak sehat dalam hubungan pertemanan tersebut.
Kalau kamu sudah memutuskan untuk menjaga jarak, besar kemungkinan ada alasan kuat di balik keputusan itu.
Karena itu, penting untuk mempercayai instingmu sendiri dan tidak tergoda untuk langsung menghubungi mereka kembali.
Hal yang sama juga berlaku jika mantan temanmu mencoba menghubungi lagi. Kamu tidak wajib membalas pesan, telepon, atau ajakan bertemu jika belum merasa siap.
Baca juga: Viral Jemaah Haji Lansia Panik di Pesawat, Minta Turun untuk Beri Makan Ayamnya
Nostalgia bisa menipu kenyataan
Setelah hubungan pertemanan berakhir, otak sering kali hanya mengingat hal-hal baik. Kamu mungkin mulai mengenang obrolan seru, liburan bersama, atau dukungan yang pernah mereka berikan.
Sayangnya, nostalgia kerap membuat seseorang melupakan alasan utama mengapa hubungan itu harus diakhiri.
Sebelum mempertimbangkan untuk kembali berteman, coba ingat lagi apa yang sebenarnya terjadi. Apakah hubungan tersebut membuatmu stres? Apakah kamu sering merasa tidak dihargai? Apakah kamu merasa lebih tenang setelah menjauh?
Menjawab pertanyaan-pertanyaan ini bisa membantu kamu melihat situasi dengan lebih objektif.
Baca juga: Sering Diremehkan Teman Sendiri? Ini Cara Tegas Pasang Batasan agar Pertemanan Nggak Jadi Toxic
Jangan buru-buru membuka pintu lagi
Kembali menjalin hubungan dengan teman toxic tanpa perubahan yang jelas bisa membuatmu terjebak dalam pola lama yang menyakitkan.
Jika dulu hubungan itu sering membuatmu merasa lelah, cemas, atau tidak bahagia, ada kemungkinan hal yang sama akan terulang kembali.
Karena itu, beri waktu untuk dirimu sendiri sebelum mengambil keputusan besar. Fokuslah pada pemulihan emosional dan bangun kembali batasan yang sehat.
Baca juga: Rindu Ayahnya, Cewek Ini Habiskan Waktu Berjam-jam Telusuri Dokumentasi Trans7
Orang memang bisa berubah, tapi tetap waspada
Bukan berarti seseorang tidak bisa berubah. Ada kemungkinan mantan temanmu benar-benar menyadari kesalahannya dan mencoba memperbaiki hubungan.
Jika mereka datang dengan permintaan maaf yang tulus dan menunjukkan perubahan sikap yang nyata, kamu boleh mempertimbangkan untuk memberi kesempatan kedua.
Namun, lakukan secara perlahan. Jangan langsung kembali seperti dulu. Bangun komunikasi secara bertahap sambil tetap menjaga batasan agar kamu tidak kembali terluka.
Baca juga: 5 Cara Menghadapi Teman Toxic Tanpa Drama Berlebihan!
Prioritaskan kesehatan mentalmu
Menjaga kesehatan mental jauh lebih penting dibanding mempertahankan hubungan yang justru membuat hidup terasa berat. Tidak semua pertemanan harus dipertahankan selamanya.
Terkadang, melepaskan orang yang membawa energi negatif justru menjadi langkah terbaik untuk hidup yang lebih damai.
Jadi, kalau kamu sempat tergoda untuk kembali ke pertemanan toxic, ingat lagi satu hal: kedamaian batinmu tetap nomor satu.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Healthline