Memang, punya atasan dengan mood yang sering berubah bisa bikin suasana kerja terasa tidak nyaman dan kadang membuat emosi ikut terpancing.
Kalau dibiarkan terus-menerus, kondisi ini bisa berdampak pada hubungan kerja, performa, hingga kesehatan mental kamu sendiri.
Nah, supaya kamu tetap tenang dan tidak ikut terbawa suasana, berikut beberapa cara menghadapi atasan yang suka mood swing.
1. Jangan Langsung Menganggap Semuanya Personal
Saat atasan sedang emosional, ucapan kecil bisa terasa lebih menyakitkan dari biasanya.
Selain itu, nada bicara yang berubah atau komentar singkat sering bikin kamu langsung overthinking dan merasa ada yang salah dengan pekerjaanmu.
Padahal, tidak semua sikap atasan selalu berhubungan dengan kamu.
Bisa saja mereka sedang menghadapi beberapa masalah seperti tekanan kerja, target yang menumpuk, atau masalah lain yang membuat mood-nya ikut berantakan.
Nah, kalau semua hal langsung dimasukkan ke hati, mental kamu bisa cepat lelah.
Jadi, penting untuk kamu menjaga jarak emosional agar kamu tetap bisa bekerja dengan tenang.
2. Biasakan Komunikasi yang Jelas
Atasan yang mood-nya berubah-ubah kadang membuat arahan kerja terasa membingungkan.
Hari ini bilang satu hal, besok bisa berubah lagi, atau instruksinya disampaikan dengan nada yang bikin kamu ragu.
Baca juga: 5 Tanda Atasan Gaslighting di Tempat Kerja, Jangan Sampai Terus Dimanipulasi!
Supaya tidak salah paham, pastikan kamu benar-benar memahami tugas yang diberikan sejak awal.
Kamu juga bisa mengulang kembali poin penting agar arahan kerja terasa lebih jelas.
Cara ini bukan berarti kamu tidak paham. Justru ini menunjukkan bahwa kamu ingin bekerja dengan rapi dan sesuai harapan.
3. Jangan Ikut Kepancing Emosi
Saat suasana kerja mulai tegang, wajar kalau kamu merasa ingin membalas dengan nada yang sama.
Namun, respons yang terlalu impulsif justru bisa membuat situasi makin panas.
Cobalah beri jeda sebentar sebelum menjawab atasan kamu.
Kamu bisa melakukan beberapa cara yang bisa bikin tenang, conyohnya tarik napas, tenangkan pikiran, lalu pilih kata yang lebih aman agar komunikasi tetap profesional.
Perlu kamu ingat menahan diri bukan berarti kamu lemah.
Ini adalah cara untuk menjaga energi agar tidak habis karena terbawa emosi orang lain.
4. Tetap Punya Batas Kerja yang Sehat
Punya atasan yang mood swing sering membuat kamu merasa harus selalu siaga.
Kamu jadi takut salah dan terus memikirkan respons atasan bahkan setelah jam kerja selesai.
Baca juga: 6 Tips Menghadapi Kritik dari Atasan Agar Gak Jadi Beban Pikiran
Kalau dibiarkan, waktu istirahat bisa ikut terganggu.
Karena itu, pentingnya untuk punya batas kerja yang sehat.
Setelah jam kerja selesai, kamu bisa beri ruang untuk diri sendiri agar tubuh dan pikiran bisa benar-benar pulih.
5. Cari Ruang untuk Menjaga Mental Sendiri
Menghadapi lingkungan kerja yang penuh tekanan bisa membuat emosi cepat terkuras.
Apalagi kalau kamu terus memendam rasa lelah dan stres sendirian.
Di luar pekerjaan, coba luangkan waktu untuk hal-hal yang bikin pikiran lebih tenang.
Bisa dengan istirahat cukup, melakukan hobi, jalan sebentar, atau sekadar berhenti membahas urusan kantor.
Kamu juga bisa punya teman cerita agar membantu kamu merasa lebih ringan.
Kadang, didengarkan saja sudah cukup membuat beban terasa tidak terlalu berat.
Menghadapi atasan mood swing memang tidak mudah.
Namun, dengan menjaga emosi, komunikasi, dan batas diri, kamu tetap bisa bekerja lebih tenang tanpa ikut terbawa suasana setiap hari.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Medium