INDOZONE.ID - Pernah gak sih setelah menikah, kamu merasa circle pertemanan jadi makin kecil dan komunikasi dengan sahabat mulai jarang?
Kondisi tersebut pastinya bikin sedih, bahkan muncul rasa bersalah karena merasa hubungan dengan teman mulai berubah.
Bahkan gak sedikit yang bertanya, mengapa ya hal ini bisa terjadi? Agar kamu lebih paham, berikut penyebab dan cara mengatasinya agar pertemanan tetap terjaga.
Penyebab Teman Makin Berkurang Setelah Menikah
Setelah menikah, lingkaran pertemanan yang terasa makin kecil sebenarnya cukup wajar terjadi.
Hal ini biasanya muncul karena prioritas hidup mulai berubah, dari yang dulu lebih bebas mengatur waktu sendiri menjadi harus berbagi perhatian dengan pasangan, rumah tangga, bahkan anak.
Misalnya, waktu dan energi yang dulu bisa dipakai untuk nongkrong atau ngobrol panjang dengan teman, kini sering terbagi untuk urusan keluarga, pekerjaan, dan kebutuhan pribadi.
Selain itu, perbedaan fase hidup juga bisa membuat hubungan terasa berjarak karena tidak semua teman sedang berada di situasi yang sama.
Kondisi ini bukan berarti seseorang sengaja menjauh atau tidak lagi peduli pada teman-temannya.
Terkadang, perubahan rutinitas membuat komunikasi jadi lebih jarang tanpa disadari.
Baca juga: 6 Cara Jadi Teman Curhat yang Baik, Jangan Sampai Niat Dengerin Malah Jadi Toxic!
Ada teman yang masih ingin sering bertemu, sementara yang sudah menikah mungkin butuh lebih banyak waktu untuk menyesuaikan diri dengan kehidupan barunya.
Dari sinilah lingkaran pertemanan perlahan berubah.
Hal ini terjadi bukan karena hubungan selalu memburuk, tetapi karena hidup memang bergerak ke fase yang berbeda.
Cara Mengatasinya agar Pertemanan Tetap Terjaga
Meski waktu tidak lagi selonggar dulu, pertemanan tetap bisa dijaga dengan komunikasi yang sederhana tapi konsisten.
Kamu bisa mulai lakukan sesuatu dari hal kecil, seperti sesekali menanyakan kabar, mengirim pesan singkat, atau membuat jadwal bertemu meski tidak sesering dulu.
Tidak perlu memaksakan hubungan harus sama seperti masa sebelum menikah, karena yang lebih penting adalah menjaga kualitas kedekatan, bukan seberapa sering kalian bertemu.
Baca juga: Putus dari Circle Pertemanan yang Toxic Bikin Kesepian? Ini Cara Kembali Punya Teman Baru!
Dengan saling memahami kesibukan masing-masing, hubungan pertemanan bisa tetap hangat tanpa terasa membebani.
Lebih dari itu, penting juga untuk menerima bahwa tidak semua pertemanan akan bertahan dengan bentuk yang sama.
Ada teman yang tetap dekat meski jarang bertemu, ada juga yang perlahan menjauh karena arah hidup sudah berbeda.
Daripada merasa bersalah, lebih baik fokus menjaga hubungan dengan orang-orang yang masih saling menghargai dan memberi energi baik.
Dengan begitu, kamu tetap bisa punya ruang untuk keluarga tanpa harus benar-benar kehilangan sahabat yang berarti.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: American Psychological Association, Pmc