Jumat, 22 MEI 2026 • 19:05 WIB

Hati-Hati, Ini Ciri Orang yang Diam-Diam Bikin Ilfeel Saat Ngobrol

Author

Ilustrasi mengobrol dengan orang yang membosankan. (freepik)

INDOZONE.ID - Banyak orang mengira pribadi yang membosankan adalah mereka yang pendiam, jarang bicara, atau sulit mencairkan suasana. 

Padahal kenyataannya, orang yang terlalu banyak bicara justru bisa terasa jauh lebih melelahkan untuk diajak ngobrol

Salah satu kebiasaan yang paling sering bikin orang lain ilfeel adalah sikap self-centered atau terlalu fokus pada diri sendiri.

Awalnya mungkin tidak terlalu terlihat. Namun lama-kelamaan, pola percakapan yang selalu berputar tentang dirinya sendiri bisa membuat orang lain kehilangan minat, bahkan merasa tidak nyaman. 

Baca juga: Cara Menghindari dan Mengatasi Begal, Wajib Tahu Biar Aman di Jalan!

Apalagi jika setiap topik yang dibahas selalu berhasil diarahkan kembali ke pengalaman pribadi, masalah hidup, pencapaian, atau opini dirinya sendiri.

Tanpa sadar, obrolan yang seharusnya terasa seru malah berubah menjadi percakapan satu arah.

Semua Topik Selalu Dibalikkan ke Diri Sendiri

Pernah ngobrol dengan seseorang yang apapun topiknya selalu berhasil ia kaitkan dengan dirinya?

Saat orang lain bercerita tentang pekerjaan, dia langsung membahas karirnya sendiri. Ketika ada teman curhat soal hubungan, ia malah sibuk menceritakan pengalaman pribadinya lebih panjang lagi.

Baca juga: Kumpulan Kosakata Bahasa Mandarin Sehari-hari Lengkap untuk Pemula dan Artinya

Hal seperti ini sering terjadi pada orang yang terlalu ingin menjadi pusat perhatian dalam percakapan. 

Bukannya benar-benar mendengarkan, mereka justru lebih fokus mencari celah untuk kembali membahas diri sendiri.

Akibatnya, lawan bicara bisa merasa tidak dianggap. Cerita mereka seperti hanya “selingan” sebelum pembicaraan kembali mengambil alih suasana. 

Dalam jangka panjang, kebiasaan ini bisa membuat orang malas membuka obrolan atau enggan bercerita lebih jauh.

Baca juga: Teman Makin Sedikit setelah Menikah? Ini Penyebab dan Cara Menghadapinya

Terlalu Banyak Bicara Bukan Berarti Menarik

Ada anggapan bahwa orang yang cerewet pasti lebih seru diajak ngobrol. Padahal belum tentu. Jika seseorang terlalu mendominasi percakapan tanpa memberi ruang orang lain berbicara, suasana justru bisa terasa melelahkan.

Beberapa orang bahkan tanpa sadar punya kebiasaan memotong pembicaraan, menyela cerita, atau langsung mengalihkan fokus ke dirinya sendiri. Bukannya membangun koneksi, percakapan malah terasa seperti monolog panjang.

Hal kecil seperti ini sebenarnya cukup berpengaruh dalam hubungan sosial, baik di lingkungan pertemanan, pekerjaan, maupun hubungan asmara. Karena pada dasarnya, semua orang ingin merasa didengar.

Cerita Kepanjangan Bisa Bikin Orang Kehilangan Fokus

Ciri lain yang sering dimiliki orang dengan kepribadian self-centered adalah kebiasaan berbicara terlalu bertele-tele. 

Baca juga: Aksi Heroik Fotografer Ini Padamkan Kompor Gas yang Terbakar Banjir Apresiasi Warganet

Cerita sederhana bisa dibahas sangat panjang dengan detail yang sebenarnya tidak terlalu penting. Lucunya, inti cerita kadang baru muncul setelah lawan bicara mulai kehilangan fokus.

Situasi seperti ini sering bikin obrolan terasa berat dan membosankan. Tidak sedikit orang akhirnya hanya mengangguk, tersenyum seperlunya, atau pura-pura sibuk karena kesulitan menikmati percakapan.

Meskipun terlihat sepele, kemampuan menyampaikan cerita secara singkat, jelas, dan tepat ternyata sangat mempengaruhi kenyamanan saat berkomunikasi.

Kurang Tertarik pada Kehidupan Orang Lain

Orang yang terlalu fokus pada dirinya sendiri biasanya juga minim rasa ingin tahu terhadap orang lain.

Baca juga: Perbedaan Explanation Text dan Procedure Text dalam Bahasa Inggris

Mereka jarang bertanya balik, kurang memberi respons yang menunjukkan empati, atau terlihat tidak terlalu peduli dengan cerita lawan bicara. 

Padahal, percakapan yang menyenangkan biasanya terjadi ketika kedua belah pihak sama-sama aktif mendengarkan dan saling merespons.

Bukan sekadar bergantian bicara! Ketika seseorang hanya ingin didengar tanpa mau mendengarkan, hubungan sosial perlahan bisa terasa hambar dan tidak seimbang.

Jadi Pendengar yang Baik Justru Lebih Disukai

Menariknya, banyak orang justru merasa nyaman dengan sosok yang tidak terlalu banyak bicara, tetapi mampu mendengarkan dengan baik. 

Baca juga: 5 Cara Gak Minder Kerja Bareng Orang yang Lebih Jago

Kemampuan memberi perhatian, menanggapi dengan tulus, dan membuat orang lain merasa dihargai sering kali jauh lebih berkesan dibanding sekadar pandai bercerita.

Orang yang bisa menciptakan percakapan dua arah biasanya lebih mudah disukai dan lebih nyaman diajak berteman. 

Sebab ngobrol yang menyenangkan bukan tentang siapa yang paling dominan, melainkan bagaimana kedua orang sama-sama merasa terhubung.

Tanpa Sadar, Banyak Orang Pernah Melakukannya

Yang menarik, sikap self-centered ini sebenarnya cukup umum dan sering dilakukan tanpa sadar. Kadang seseorang terlalu antusias ingin berbagi cerita, terlalu ingin dianggap menarik, atau terlalu berusaha membuat dirinya terlihat hebat di depan orang lain.

Baca juga: 5 Cara Menyikapi Mantan saat Kembali, Jangan Gampang Luluh!

Sayangnya, jika dilakukan terus-menerus, hal itu justru bisa memberi kesan egois dan melelahkan. Karena itu, penting untuk sesekali mengevaluasi cara kita berkomunikasi dengan orang lain.

Apakah selama ini kita benar-benar mendengarkan? Apakah percakapan berjalan seimbang? Atau jangan-jangan kita terlalu sibuk menjadikan diri sendiri sebagai pusat perhatian?

Pada akhirnya, menjadi pribadi yang menyenangkan tidak selalu soal pintar berbicara. Terkadang, kemampuan sederhana seperti mendengarkan dengan tulus justru menjadi hal yang paling membuat orang merasa nyaman.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Psychologytoday.com

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU