INDOZONE.ID - Menjaga kualitas hasil panen buah agar tetap segar dan bebas dari pembusukan kini menjadi fokus utama bagi para penghobi kebun maupun petani.
Tanpa disadari, serangan jamur dan virus sering kali menggagalkan proses pematangan buah justru di saat masa panen sudah semakin dekat.
Supaya kamu bisa menikmati hasil petikan buah yang mulus, sehat, dan berbobot maksimal, menerapkan sistem perawatan tanaman secara terpadu adalah langkah yang wajib dilakukan.
Mari kita bahas mengenai cara menjaga buah agar tidak busuk di pohon.
Baca juga: 7 Buah yang Tidak Boleh Dimakan Penderita Jantung, Simak Daftarnya
Tips Menjaga Buah Agar Tidak Busuk Di Pohon
1. Pilih Varietas yang Tahan Penyakit
Menjadi fondasi awal yang sangat menentukan keberhasilan kebun kamu dalam menangkal berbagai serangan penyakit bawaan.
Sangat disarankan untuk memilih bibit buah modern yang sudah memiliki tingkat ketahanan alami tinggi terhadap iklim lokal dan penyakit populer, seperti stroberi yang kebal terhadap Botrytis atau mangga yang tahan antraknosa.
Pemilihan varietas yang tepat sejak awal akan memangkas beban kerja perawatan kamu di masa depan secara signifikan.
2. Pemilihan Lokasi dan Jarak Tanam yang Tepat
Bagian ini wajib kamu perhitungkan dengan matang saat menentukan titik penanaman pohon buah di area pekarangan rumah.
Pastikan lokasi tersebut mendapatkan paparan sinar matahari penuh dan memiliki sistem pembuangan air yang baik agar tidak ada air hujan yang menggenang terlalu lama.
Selain itu, berikan jarak yang cukup antar tanaman guna memperlancar sirkulasi udara di sekitar dedaunan agar permukaan buah yang basah bisa cepat mengering.
3. Optimalkan Praktik Penyiraman
Menuntut kamu untuk mengubah kebiasaan menyiram tanaman dari atas tajuk daun karena percikan airnya bisa menyebarkan spora jamur dengan cepat.
Beralihlah menggunakan sistem irigasi tetes atau selang resap yang mengalirkan air langsung menuju tanah di sekitar perakaran pada waktu pagi hari.
Pola penyiraman ini memastikan kebutuhan air tanaman terpenuhi dengan baik sekaligus mencegah kelembapan berlebih yang memicu pembusukan akar.
Baca juga: 7 Buah yang Sebaiknya Tidak Dikonsumsi saat Ambeien Kambuh
4. Pangkas Secara Teratur
Agendakan secara berkala untuk membuang ranting-ranting mati atau dahan yang terlalu rimbun di bagian tengah kanopi pohon.
Saat melakukan pemangkasan, pastikan kamu selalu menggunakan alat potong yang sudah disterilkan agar tidak terjadi penularan penyakit antar batang tanaman.
Pemangkasan yang rutin ini akan membuka jalan bagi sinar matahari untuk masuk ke bagian dalam pohon, sehingga pertumbuhan jamur pada buah bisa ditekan.
5. Jaga Kesehatan Tanaman Melalui Nutrisi yang Tepat
Bagian ini bisa kamu capai dengan memberikan dosis pupuk yang seimbang berdasarkan hasil kebutuhan riil kondisi tanah di kebunmu.
Kamu harus menghindari pemberian pupuk nitrogen secara berlebihan karena zat tersebut justru memicu pertumbuhan tunas muda yang lunak dan sangat rentan terinfeksi penyakit.
Kombinasikan bahan organik seperti kompos untuk memperbaiki struktur tanah sekaligus meningkatkan sistem imun alami tanaman dari dalam.
6. Pantau secara Sering dan Buang Buah yang Terinfeksi
Langkah penyelamatan darurat yang harus kamu lakukan dengan memeriksa kondisi fisik buah secara rutin sepanjang musim.
Jika kamu menemukan adanya bercak cokelat, bagian daging yang melunak, atau lapisan cetakan jamur, segera petik buah tersebut dan bersihkan juga buah yang rontok di tanah.
Pembuangan buah yang sakit ini secara instan akan memutus rantai penularan spora ke bakal buah lain yang masih sehat walafiat.
7. Terapkan Rotasi Tanaman di Kebun Sayur-Buah
Sangat efektif diterapkan bagi kamu yang menanam komoditas buah semusim seperti stroberi di lahan pekarangan terbuka.
Jangan pernah menanam jenis buah yang sama secara berturut-turut di lubang tanam yang sama, melainkan rotasikan dengan tanaman pelindung seperti kacang-kacangan atau biji-bijian.
Strategi perputaran tanaman ini terbukti ampuh untuk memutus siklus hidup patogen yang mengendap di dalam tanah.
8. Gunakan Mulsa dengan Tepat
Bermanfaat besar untuk menjaga kelembapan tanah sekaligus membentengi buah dari percikan tanah mentah saat diguyur hujan lebat.
Kamu bisa menggelar mulsa organik seperti jerami kering atau potongan kayu di sekeliling area batang, namun pastikan tidak menumpuknya hingga menempel langsung pada kulit batang pohon.
Taktik penempatan jarak mulsa yang rapi ini akan menghindarkan pangkal batang dari proses pelapukan akibat kelembapan berlebih.
Baca juga: Diare Bikin Lemas? Konsumsi Buah Ini untuk Bantu Pemulihan
9. Gunakan Fungisida Secara Bijak
Menjadi opsi benteng pertahanan terakhir yang bisa kamu ambil apabila metode perawatan alami di atas belum mampu meredam infeksi yang parah.
Pilih jenis fungisida yang spesifik sesuai jenis penyakit dan aplikasikan tepat pada waktu pembungaan serta perkembangan awal buah sesuai petunjuk kemasan.
Bagi kamu yang mengusung konsep kebun rumahan, pemanfaatan bahan berbasis sulfur atau tembaga bisa menjadi alternatif organik yang aman.
Penanganan Pasca-Panen memegang peranan penting karena proses pembusukan sering kali tetap berjalan aktif meskipun buah sudah selesai kamu petik dari pohonnya.
Pastikan kamu hanya memanen buah saat kondisi cuaca sedang kering dan lakukan proses pemetikan secara lembut agar kulit buah tidak mengalami memar yang memicu kebusukan.
Simpan hasil panen tersebut di dalam ruangan yang memiliki sirkulasi udara lancar dengan suhu ruangan yang terjaga ideal.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Livetoplant.com