7 Buah yang Tidak Boleh Dimakan Penderita Jantung (freepik.com)
INDOZONE.ID - Buah merupakan makanan sehat yang kaya akan vitamin, mineral, serat, dan antioksidan. Mengonsumsi buah setiap hari, bisa membantu menjaga kesehatan tubuh, termasuk mendukung kesehatan jantung.
Meski begitu, penderita penyakit jantung tidak boleh asal memilih buah. Beberapa jenis buah mengandung gula atau kalium yang cukup tinggi sehingga sebaiknya dikonsumsi secukupnya, terutama bagi yang juga mengalami gangguan ginjal.
Namun, bukan berarti buah-buahan tersebut tidak boleh dimakan sama sekali. Selama dikonsumsi dalam jumlah yang wajar dan sesuai anjuran dokter, buah tetap bisa menjadi bagian dari pola makan sehat bagi penderita penyakit jantung.
Lantas, buah apa saja yang sebaiknya dibatasi atau dihindari oleh penderita jantung? Berikut ini daftarnya:
Grapefruit mengandung senyawa yang dapat memengaruhi cara tubuh memproses beberapa jenis obat. Karena itu, buah ini perlu diwaspadai oleh penderita penyakit jantung.
Jika sedang mengonsumsi obat jantung, grapefruit dapat meningkatkan kadar obat di dalam darah sehingga risiko efek samping menjadi lebih besar.
Baca juga: 7 Jus Buah Tinggi Serat yang Wajib Dicoba Setiap Hari
Durian mengandung kalori dan gula yang cukup tinggi. Jika dimakan banyak, buah ini dapat meningkatkan asupan kalori harian dan memengaruhi kondisi tubuh.
Pada sebagian orang, konsumsi durian berlebihan juga dapat memicu jantung berdebar dan tekanan darah meningkat. Karena itu, penderita jantung sebaiknya membatasi porsinya.
Buah kering seperti kismis, kurma kering, dan prune memiliki kandungan gula yang lebih tinggi karena kadar airnya sudah berkurang saat proses pengeringan.
Selain tinggi gula, beberapa buah kering juga kaya kalium. Penderita jantung yang memiliki gangguan ginjal sebaiknya tidak mengonsumsinya secara berlebihan.
Alpukat dikenal sebagai buah yang baik untuk kesehatan jantung, karena mengandung lemak tak jenuh. Namun, buah ini juga cukup tinggi kalori.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Healthline