Selasa, 13 MEI 2025 • 11:05 WIB

WWF Malaysia Desak Aksi Nyata Usai Anak Gajah Tewas Tertabrak di Jalan Raya

Author

WWF Malaysia desak aksi nyata usai anak gajah tewas tertabrak truk di jalan raya.

INDOZONE.ID - World Wide Fund for Nature Malaysia (WWF Malaysia) minta pemerintah segera melakukan tindakan untuk mencegah lebih banyak korban satwa liar di titik-titik penyeberangan satwa liar utama.

Adapun tindakan tersebut menyusul tragedi memilukan yang juga viral di media sosial, di mana seekor anak gajah tewas tertabrak truk di jalan raya Jalan Raya Timur-Barat di Perak, Malaysia, tepat di Hari Ibu sedunia pada Minggu (11/5/2025).

Induk gajah yang melihat anaknya terluka parah itu tampak berduka dan setia menemani sang anka sampai mendapat bantuan.

Baca Juga: Kisah Pilu Anak Gajah Tewas Tertabrak Truk di Jalan Raya Malaysia, Induknya Setia Menanti

WWF-Malaysia mengatakan, meskipun papan tanda yang ada mungkin berfungsi sebagai pengingat untuk memperlambat laju, namun papan tanda tersebut belum terbukti memadai.

"Peristiwa memilukan ini bukan satu-satunya. Peristiwa ini menggarisbawahi kebutuhan mendesak untuk meningkatkan langkah-langkah perlindungan satwa liar di sepanjang jalan raya Gerik-Jeli, yang dikenal sebagai titik rawan penyeberangan satwa liar," tulis pernyataan WWH Malaysia seperti dilansir Bernama, Selasa (13/5/2025).

WWF-Malaysia telah berulang kali menyoroti kebutuhan mendesak untuk penyeberangan satwa liar dan peningkatan kewaspadaan pengemudi di sepanjang Jalan Raya Gerik-Jeli Timur-Barat.

"Jalan raya ini melintasi habitat kritis seperti Taman Nasional Royal Belum dan Cagar Alam Temengor, sehingga menjadikannya persimpangan berbahaya antara pembangunan manusia dan wilayah alam liar," sambungnya.

Momen induk gajah berduka dan setia menemani anaknya yang tewas tertabrak truk.

Baca Juga: Kisah Molly, Gajah Berusia 45 Tahun di Bali Zoo Meninggal Dunia Usai Terseret Arus Sungai

Sejak 2023, WWF Malaysia menyatakan bahwa enam harimau telah mati akibat insiden tabrakan di jalan raya Malaysia.

"Kita butuh lebih dari sekadar peringatan. Kita butuh jembatan layang dan jalan bawah tanah untuk satwa liar. Kita butuh polisi tidur dan infrastruktur penenang lalu lintas," ungkap WWF Malaysia.

"Kita perlu kampanye kesadaran publik yang menyentuh hati sekaligus pikiran. Kita perlu pengemudi untuk memahami bahwa jalan raya ini bukan milik mereka saja, melainkan milik gajah, harimau, tapir, dan banyak spesies lain yang telah berjalan di hutan ini jauh sebelum aspal dibuat," tandasnya.

WWF Malaysia juga menghimbau para pengendara yang melewati jalan raya Gerik-Jeli untuk tetap waspada terhadap hewan yang melintas, karena mereka berkendara melewati habitat satwa liar.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Bernama

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU