INDOZONE.ID - Kasus operasi plastik gagal di Korea Selatan kembali menjadi sorotan. Seorang wanita asal Tiongkok mengalami luka parah di wajah setelah menjalani prosedur operasi plastik yang berujung tragis.
Ding, wanita yang menjadi korban dalam kasus ini, awalnya menjalani prosedur transfer lemak atau fat grafting di Korea Selatan.
Prosedur ini memang populer di kalangan wisatawan medis, namun siapa sangka, hasilnya justru membuat wajahnya mengalami pembengkakan parah.
Berusaha memperbaiki kondisinya, Ding kemudian memilih melakukan sedot lemak. Namun, hasilnya tak juga memuaskan.
Akhirnya, ia memutuskan untuk mencoba perawatan di sebuah klinik di Jiangsu, Tiongkok, yang mengklaim dapat memperbaiki bentuk dagunya yang rusak akibat prosedur sebelumnya.
Ding rela merogoh kocek sebesar 20.000 yuan atau sekitar Rp45 juta demi memperbaiki wajahnya. Namun, bukannya sembuh, dagunya justru mengalami luka serius.
Baca juga: Mengapa Operasi Plastik Sangat Populer dan Umum di Korea Selatan? Ini Alasannya
Hanya beberapa hari setelah operasi, wajah Ding menunjukkan tanda-tanda yang mengkhawatirkan. Dagu dan area sekitarnya dipenuhi lepuhan besar seperti gelembung. Saat itu, pihak klinik berusaha menenangkan dengan mengatakan kondisi tersebut masih “normal”.
Namun, kondisi luka tersebut semakin parah. Infeksi mulai menyebar, membuat rasa sakitnya semakin tak tertahankan. Setelah memeriksakan diri ke rumah sakit besar, dokter menyatakan bahwa tindakan klinik sebelumnya sangat berbahaya dan salah prosedur.
Akibat kesalahan penanganan ini, Ding kini harus menanggung dampak yang berat. Luka tersebut menyebabkan cacat permanen di wajahnya. Inilah salah satu contoh nyata bahaya operasi plastik di Korea Selatan yang kerap luput dari perhatian.
Ding mengungkapkan bahwa pengalaman pahit ini benar-benar menghancurkan hidupnya. Ia terpaksa menutup bisnisnya karena tidak sanggup tampil di depan umum, mengakhiri hubungan asmaranya, dan mengalami tekanan psikologis berat hingga depresi.
Wanita tersebut kini menggugat sebuah klinik kecantikan dengan tuntutan ganti rugi senilai USD 140.000 atau sekitar Rp2,2 miliar.
Kasus ini menjadi bukti bahwa operasi plastik berujung tragis bukan hanya cerita di berita semata. Risiko nyata selalu mengintai, terutama jika prosedur dilakukan tanpa pertimbangan matang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Koreaboo.com