Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Selasa, 05 AGUSTUS 2025 • 08:00 WIB

Ramai Istilah Male Performative di X, Pick Me Girl Versi Cowo?

Ramai Istilah Male Performative di X, Pick Me Girl Versi Cowo?Male Performative Competition (sumber: x.com)

INDOZONE.ID - Media sosial X tengah diramaikan oleh istilah baru yang unik tapi penuh sindiran yaitu Male Performative. Istilah ini mendadak viral setelah dihelatnya sebuah event tak biasa bertajuk Male Performative Competition di Jakarta, tepatnya Sabtu, 2 Agustus 2025 lalu.

Apa sih sebenarnya maksud dari istilah ini? Kenapa banyak Gen Z merasa “terwakili”, tapi sekaligus kesal?

Istilah Baru, Sindiran Lama

Secara akademis, istilah ini berasal dari konsep performative masculinity yang dijelaskan oleh Profesor Hsing-Yuan Liu dari Chang Gung University of Science and Technology, Taiwan. Menurutnya, ini adalah sifat maskulinitas yang dibuat-buat agar seseorang terlihat ideal dan diterima oleh masyarakat. Sering kali, sifat ini muncul karena tekanan dari pekerjaan atau lingkungan sosial.

Tapi versi medsosnya, khususnya di kalangan Gen Z lebih tajam dan nyentil. Di X, male performative digambarkan sebagai pria yang tampil “baik dan oke” di permukaan. Mereka bicara soal feminisme, lingkungan, dan isu sosial lainnya. Tapi, semuanya hanya sebatas performance. Alias pencitraan doang biar terlihat menarik, terutama di mata perempuan.

Baca juga: Kisah Laura Mae Davis Temukan Buku Harian Cinta dari Mantan Kekasih yang Gugur 70 Tahun Lalu

Gaya Visual: Buku, Cardigan, dan Totebag

Ciri khas male performative? Gampang dikenali lewat outfit dan gayanya. Salah satu akun X, @dontyovdare, memaparkan “seragam” khas mereka yaitu cardigan warna earthy tone (cokelat atau hijau), kacamata bulat, headphone yang tak pernah lepas, totebag kanvas, dan tentu saja buku sebagai properti wajib.

Penampilan ini terkesan intelek, peduli isu, dan artsy, tapi sayangnya, tidak semua benar-benar sesuai isi hati.

Pemenang Kompetisi Male Performative: Anak Dee Lestari!

Uniknya, fenomena ini sampai dibuatkan kompetisinya di Jakarta. Acara ini digelar di Taman Langsat dan sukses menyita perhatian publik. Yang mengejutkan, pemenangnya adalah Keenan, anak dari sastrawan terkenal Dee Lestari.

Keenan tampil on point dengan outfit bernuansa soft tone dan membawa buku bertema feminisme. Penampilannya menuai pujian karena dianggap benar-benar menggambarkan sosok male performative secara “sempurna”.

Baca juga: 5 Kebiasaan Positif yang Bikin Pria 30-an Makin Sukses, Apa Saja?

Tapi, Netizen Tak Bisa Dibohongi

Setelah kemenangannya viral, Keenan justru dihantam kritik. Beberapa netizen mengungkap cuitan lamanya yang dinilai rasis, lengkap dengan bukti retweet konten-konten bermasalah.

Alhasil, publik ramai-ramai menyebut bahwa ia memang layak menang, bukan karena nilai positif, tapi karena benar-benar contoh nyata dari performa semu itu sendiri.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: X/@dontyovdare

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Ramai Istilah Male Performative di X, Pick Me Girl Versi Cowo?

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!