Ilustrasi kuku palsu. (freepik)
INDOZONE.ID - Kuku palsu dan nail art sering menjadi pilihan untuk mempercantik penampilan dan menambah rasa percaya diri. Terutama kuku palsu berbahan akrilik yang dikenal tahan lama dan tampak alami.
Namun, siapa sangka ternyata di balik keindahannya, terdapat bahaya kuku palsu yang jarang disadari. Berikut diantaranya.
Infeksi jamur pada kuku palsu cukup umum terjadi. Risiko pakai kuku palsu ini biasanya dipicu oleh:
Baca juga: 4 Hal Penting yang Harus Anda Ketahui Jika Punya Kebiasaan Menggigit Kuku: Ada Dampak Buruknya Lho!
Benturan pada kuku palsu dapat membuat kuku asli terlepas dari dasarnya, menciptakan celah yang memungkinkan bakteri, jamur, atau ragi masuk.
Pemasangan kuku palsu yang tidak rapat atau tidak presisi membuat air bisa masuk dan terperangkap di dalamnya. Lingkungan lembap inilah yang mendorong pertumbuhan jamur.
Cat kuku atau alat manicure yang tidak steril juga bisa menjadi sumber infeksi. Jika jamur sudah berkembang, biasanya akan muncul bercak putih atau kuning di kuku. Lama-kelamaan, kuku akan menebal, rapuh, bahkan hancur pada kasus yang parah.
Baca juga: 6 Tips Mudah Merawat Kuku Biar Gak Gampang Rapuh, Jangan Sering Kena Air!
Berikut beberapa gejala yang akan dialami jika kuku kamu terinfeksi jamur:
Awalnya berupa bercak putih atau kuning yang perlahan meluas. Warna kuku juga bisa berubah menjadi kecokelatan atau kehijauan.
Kuku menjadi tebal, rapuh, mudah patah, bahkan terangkat dari tempat tidurnya. Pada beberapa kasus, kuku terasa nyeri atau sensitif.
Infeksi jamur dapat memicu pembengkakan di area sekitar atau di bawah kuku. Kuku juga bisa menjadi lebih kering atau, sebaliknya, lebih lembap dari biasanya.
Untuk mengurangi risiko pakai kuku palsu, ada beberapa langkah pencegahan yang bisa dilakukan:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Augustman.com