Ilustrasi rambut rusak (Unsplash/Element5 Digital)
INDOZONE.ID - Selama ini, dunia beauty sedang fokus pada “skin barrier”. Semua orang berlomba-lomba memakai skincare lembut, ceramide, sampai tren slugging. Namun tanpa disadari, ada satu hal penting yang sering diabaikan: hair barrier alias pelindung rambut.
Padahal, kebiasaan seperti cat rambut, styling panas, sampai penggunaan produk berlapis setiap hari diam-diam membuat rambut makin rapuh. Jika barrier rambut rusak, efeknya langsung terlihat mulai dari frizzy, kering, sampai mudah patah.
Hair barrier adalah lapisan paling luar rambut, yang dikenal sebagai kutikula. Bentuknya seperti sisik kecil yang saling menumpuk dan berfungsi sebagai “tameng” utama rambut.
Kalau kondisinya sehat, kutikula ini akan:
Namun, jika rusak, rambut akan:
Tidak hanya itu, ada juga lapisan lemak tipis (lipid) di rambut yang membantu menjaga kelembapan. Jika lapisan ini hilang, rambut menjadi lebih “porous” alias mudah kehilangan air.
Baca juga: 5 Tanda Rambut Rusak yang Sering Diabaikan, Jangan Sampai Terlambat Merawatnya!
Kebiasaan Sehari-hari
Tanpa disadari, rutinitas harian bisa menjadi penyebab utama:
Semua itu membuat kutikula perlahan terbuka dan rusak.
Faktor Lingkungan
Lingkungan juga punya peran besar:
Karena rambut merupakan “jaringan mati”, kerusakan ini tidak bisa sembuh sendiri.
Perawatan Kimia
Treatment seperti:
Semuanya bisa mengikis kutikula dan melemahkan struktur rambut dari dalam. Efek jangka panjangnya, rambut kehilangan elastisitas, terlihat kusam, dan sangat rentan patah.
Ilustrasi rambut rusak. (Freepik)
Sayangnya, hair barrier yang rusak tidak bisa benar-benar kembali seperti semula. Namun, jangan panik, kondisinya masih bisa diperbaiki secara fungsi. Caranya:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Voguearabia.com