Ilustrasi Face Mapping Jerawat Berdasarkan Penyebabnya. (Freepik)
INDOZONE.ID - Jerawat bisa muncul di berbagai area wajah, mulai dari dahi, pipi, dagu, hingga garis rambut.
Banyak orang percaya letak jerawat bisa memberi petunjuk tentang penyebabnya atau yang dikenal dengan istilah face mapping.
Meski begitu, penyebab jerawat sebenarnya tetap dipengaruhi banyak faktor, seperti produksi minyak berlebih, pori-pori yang tersumbat, bakteri, hingga perubahan hormon.
Baca juga: Skin AIdentify: Teknologi AI yang Bantu Kenali Kondisi Kulit Lebih Dini Lewat Selfie
Jika kamu sering bertanya kenapa jerawat muncul di area tertentu, berikut beberapa kemungkinan penyebabnya.
Jerawat di pipi sering dipicu oleh kebiasaan sehari-hari, misalnya menempelkan ponsel ke wajah saat menelepon, jarang mengganti sarung bantal, atau menyentuh wajah dengan tangan yang belum bersih.
Gesekan dan kotoran yang menempel bisa memicu pori-pori tersumbat. Agar risikonya berkurang, biasakan membersihkan layar ponsel secara rutin, ganti sarung bantal setidaknya seminggu sekali, dan hindari memegang wajah sembarangan.
Baca juga: 6 Model Rambut Cepak Tentara Keren untuk Pria agar Tampil Rapi dan Maskulin
Jika jerawat sering muncul di sekitar garis rambut, penyebabnya bisa berasal dari produk penata rambut seperti pomade atau hair wax.
Produk berbahan dasar minyak dapat menyumbat folikel rambut dan memicu munculnya jerawat.
Jerawat di dagu sering dikaitkan dengan perubahan hormon, terutama pada wanita. Kondisi ini biasanya muncul menjelang menstruasi atau akibat pengaruh kontrasepsi hormonal.
Perubahan hormon dapat merangsang produksi minyak berlebih yang akhirnya menyumbat pori-pori.
Area dahi dan hidung atau T-zone memang cenderung lebih berminyak dibanding bagian wajah lainnya. Produksi minyak berlebih, kurang tidur, dan stres bisa membuat jerawat lebih mudah muncul di area ini.
Baca juga: Skincare Saja Gak Cukup, Lengkapi Perawatan Kulit dengan Vitamin Berikut
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Siloam Hospilats