INDOZONE.ID - Pernah menemukan bintik-bintik putih kecil di wajah, terutama di sekitar mata, pipi, atau dagu? Jangan panik, kemungkinan besar itu adalah milia. Meski nggak berbahaya, kehadirannya bisa bikin kamu jadi nggak percaya diri. Milia kerap muncul tanpa gejala dan sering disangka komedo putih, padahal beda banget!
Yuk, kenali lebih jauh tentang milia, apa penyebabnya, dan cara paling efektif untuk mengatasinya.
Apa Itu Milia?
Milia adalah kista kecil berisi keratin, protein alami yang terdapat di kulit, rambut, dan kuku. Kista ini terbentuk di bawah permukaan kulit dan muncul sebagai benjolan kecil berwarna putih atau kuning. Umumnya, milia nggak menimbulkan rasa sakit atau gatal, tapi bisa cukup mengganggu secara visual.
Jenis milia terbagi dua:
-
Milia primer: biasanya muncul secara alami, sering terjadi pada bayi maupun orang dewasa.
-
Milia sekunder: muncul setelah kulit mengalami kerusakan seperti luka bakar, ruam, atau prosedur perawatan kulit tertentu.
Baca juga: Gak Pernah Jerawatan, Ini Rahasia Nagita Slavina Merawat Wajah Mulus dan Glowing
Penyebab Munculnya Milia
Berikut beberapa pemicu umum milia yang sering luput dari perhatian:
1. Penumpukan Keratin
Ketika sel kulit mati dan keratin terperangkap di bawah kulit, terbentuklah milia. Ini biasa terjadi jika kamu jarang eksfoliasi atau punya kulit yang regenerasinya lambat.
2. Paparan Sinar UV
Terlalu sering terpapar sinar matahari bisa menebalkan lapisan kulit dan menyulitkan sel-sel mati untuk terangkat, sehingga memicu terbentuknya milia.
3. Produk Skincare yang Kurang Cocok
Krim wajah atau pelembap berbahan dasar minyak yang terlalu berat bisa menyumbat pori-pori. Akibatnya, muncul milia terutama di area bawah mata.
4. Luka atau Iritasi Kulit
Bekas luka bakar, goresan, atau prosedur perawatan kulit yang terlalu agresif juga bisa memicu milia sekunder saat proses penyembuhan terjadi.
5. Penuaan Kulit
Kulit yang menua punya kecepatan regenerasi yang lebih lambat. Karena itu, milia cenderung lebih sering muncul pada orang usia 30-an ke atas, terutama di area kulit tipis seperti bawah mata.
6. Efek Retinoid
Meski bagus buat jerawat dan anti-aging, retinoid bisa menyebabkan iritasi atau reaksi yang memicu munculnya milia pada sebagian orang, terutama kalau digunakan tanpa pendampingan dokter.
Cara Mengatasi dan Mencegah Milia
Kabar baiknya, milia bisa diatasi dan dicegah dengan perawatan yang tepat. Ini dia langkah-langkah yang bisa kamu coba:
1. Rutin Eksfoliasi
Gunakan eksfoliator lembut (baik fisik maupun kimia seperti AHA/BHA) seminggu 1–2 kali untuk membantu mengangkat sel kulit mati yang bisa memicu milia.
2. Pilih Skincare yang Sesuai
Hindari produk berbahan dasar minyak jika kamu punya kulit berminyak atau rentan milia. Pilih produk dengan label non-comedogenic dan ringan di kulit.
3. Jangan Skip Sunscreen
Paparan sinar UV bisa memperburuk kondisi kulit. Gunakan sunscreen SPF minimal 30 setiap hari, bahkan saat mendung.
4. Jangan Pencet Milia
Milia bukan jerawat, jadi nggak bisa diatasi dengan dipencet. Ini justru bisa menyebabkan iritasi atau bekas luka. Kalau sudah mengganggu, segera konsultasikan ke dokter kulit.
5. Pertimbangkan Perawatan Profesional
Kalau milia sudah banyak dan nggak hilang juga, dokter bisa memberikan perawatan seperti ekstraksi steril, chemical peeling, atau bahkan terapi laser ringan.
Baca juga: Masker Semangka Bikin Wajah Mulus dan Cerah Seketika
Bukan Masalah Besar, Tapi Perlu Diperhatikan
Milia memang bukan penyakit serius, tapi kehadirannya bisa cukup mengganggu, apalagi buat kamu yang peduli sama tampilan kulit wajah. Kuncinya ada di perawatan kulit yang rutin dan tepat, serta perlindungan dari sinar matahari.
Kalau kamu lagi struggle sama milia, nggak perlu panik. Perbaiki kebiasaan skincare-mu, hindari faktor pemicu, dan jangan ragu cari bantuan medis jika perlu.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Healthline.com