INDOZONE.ID - Belakangan ini, rutinitas skincare makin rumit. Ada toner, serum, essence, hingga masker wajah dengan klaim “ajaib” — dan yang bikin bingung harus mulai dari mana.
Padahal dulu, kita tumbuh dengan perawatan simpel : cukup cuci muka, pakai pelembab, dan lindungi kulit dengan penggunaan sunscreen. Di tengah tren skincare yang makin heboh, ada satu produk yang tetap jadi bintang utama, yaitu tabir surya (sunscreen).
Ini bukan cuma pelengkap, tapi kunci utama menjaga kulit sehat. Kamu bisa skip serum mahal atau krim anti-aging, tapi jangan pernah skip sunscreen karena perlindungan dari sinar UV itu nggak bisa ditawar.
Penting juga untuk diingat, sunscreen nggak cukup sekali pakai. Kamu perlu reapply setiap 2-3 jam, apalagi kalau banyak aktivitas di luar ruangan. Jadi kalau mau kulit tetap glowing, sehat, dan awet muda, mulai dari satu hal : jangan pernah lupa sunscreen-mu!
Baca juga: 5 Etiket Mengambil Makanan di Hotel Saat Sarapan, Jangan Sampai Bikin Malu!
Kenapa sih sunscreen sepenting itu?
Kalau mau sunscreen kamu benar-benar bekerja, kamu harus paham soal SPF. SPF atau Sun Protection Factor adalah angka yang menunjukkan seberapa baik sunscreen melindungi kulitmu dari sinar UV-B — sinar matahari yang jadi penyebab utama kulit terbakar dan rusak.
Angka SPF biasanya mulai dari 15 sampai 100. Semakin tinggi angkanya, semakin besar perlindungannya. Misalnya, SPF 15 bisa menahan sekitar 93% sinar UV-B, sedangkan SPF 30 menyaring sampai 97%.
Tapi penting banget untuk diketahui bahwa nggak ada sunscreen yang bisa kasih perlindungan 100%. Jadi, kalau ada produk yang mengklaim bahwa produknya dapat memberikan perlindungan total, sebaiknya kamu pikir dua kali.
Pilih sunscreen dengan SPF minimal 30, dan pastikan kamu tetap aplikasi ulang (reapply) setiap 2-3 jam sekali agar perlindungannya tetap optimal!
Kenapa sih kulit kita harus dilindungi dari paparan sinar matahari?
Banyak yang percaya kalau pakai sunscreen bisa bikin kulit tetap cerah walau terpapar matahari. Faktanya? Kulit tetap bisa menggelap, meski kamu sudah pakai sunscreen.
Kenapa? Karena sinar matahari tetap bisa memicu produksi melanin, pigmen alami yang bikin kulit terlihat lebih gelap. Tapi jangan salah, SPF tetap penting karena membantu melindungi kulit dari sinar UV-B yang bisa bikin kulit terbakar, muncul noda hitam, dan meningkatkan resiko kanker kulit.
Jadi meskipun nggak sepenuhnya mencegah kulit menggelap, sunscreen tetap jadi pelindung utama dari kerusakan serius bagi kulit. Nggak cuma UV-B, kamu juga harus waspada sama sinar UV-A.
Jenis sinar ini lebih dalam menembus kulit dan bisa mempercepat tanda-tanda penuaan seperti kerutan, kulit kendur, dan hilangnya elastisitas. Makanya, pilih sunscreen yang punya label “broad spectrum” agar bisa melindungi kulit kamu dari kedua jenis sinar UV.
Apa sih arti sebenarnya dari PA+ yang tertera pada kemasan sunscreen?
Selain SPF, kamu juga perlu perhatikan label PA+ di kemasan sunscreen. PA ini adalah indikator seberapa kuat sunscreen melindungi kulit dari sinar UV-A, yaitu sinar yang bikin kulit cepat keriput, kendur, dan muncul tanda-tanda penuaan dini. Semakin banyak tanda “+”, semakin tinggi perlindungannya :
- PA+ = perlindungan dasar
- PA++ = perlindungan sedang
- PA+++ = perlindungan tinggi
- PA++++ = perlindungan sangat tinggi
Makanya, pilih sunscreen dengan label “broad-spectrum” atau spektrum luas, artinya produk itu bisa melindungi dari sinar UVA dan UVB sekaligus. Jangan sampai cuma fokus ke SPF, tapi lupa perlindungan dari penuaan dini!
Cara pakai sunscreen yang benar agar kulitmu benar-benar terlindungi
Agar kulit kamu benar-benar terlindungi, gunakan sunscreen dengan SPF minimal 30 dan PA++ atau lebih tinggi. SPF 30 udah cukup untuk menyaring sekitar 97% sinar UV-B, sementara PA++ bantu cegah efek buruk sinar UV-A yang bikin kulit cepat menua.
Sunscreen dipakai di langkah terakhir pada rutinitas skincare, sebelum makeup. Jangan asal totol, pakai sebanyak dua ruas jari (jari telunjuk dan jari tengah) untuk seluruh wajah hingga leher.
Oleskan 15 menit sebelum keluar rumah, dan aplikasikan kembali setiap 2 jam. Kalau kamu berkeringat atau baru selesai berenang, jangan lupa untuk reapply kembali.
Dan ingat bahwa sunscreen itu wajib setiap hari, bukan hanya saat cuaca panas atau lagi liburan ke pantai. Sinar UV tetap ada bahkan saat cuaca sedang mendung dan tetap bisa menembus saat kamu ada di dalam rumah atau ruangan!
Pilih sunscreen sesuai jenis kulitmu
Nggak semua sunscreen cocok buat semua orang. Buat kamu yang memiliki jenis kulit berminyak, cari sunscreen yang berlabel “oil-free” atau “matte finish” atau “water based” biar nggak bikin wajah kamu makin mengkilap.
Untuk jenis kulit kering, kamu bisa pilih sunscreen yang memiliki kandungan yang dapat menghidrasi kulit, seperti hyaluronic acid atau glycerin. Kalau kamu punya kulit sensitif, sunscreen dengan zinc oxide atau titanium dioxide (alias sunscreen fisik / mineral) biasanya lebih aman dan minim resiko iritasi.
Meski sunscreen itu wajib, bukan berarti kamu harus ninggalin skincare lainnya. Tetap rawat kulit dengan pembersih, pelembab, dan serum sesuai kebutuhan kulitmu.
Tapi ingat, tanpa sunscreen, semua usaha skincare kamu bisa sia-sia karena sinar UV tetap bisa merusak lapisan kulit yang sudah kamu rawat. Kulit yang sehat dan glowing nggak cuma soal skincare mahal, tapi soal konsistensi dan perlindungan yang tepat.
Sunscreen mungkin terlihat sepele, tapi efeknya besar buat jangka panjang. Jadi mulai hari ini, jangan cuma pakai sunscreen karena tren — pakailah karena kamu peduli pada dirimu sendiri.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Lifestyleasia.com