Jumat, 26 SEPTEMBER 2025 • 18:10 WIB

5 Jenis Kulit Wajah yang Wajib Kamu Tahu sebelum Beli Produk Perawatan

Author

Jenis-jenis kulit wajah biar nggak salah cari produk perawatan skincare (Freepik)

INDOZONE.ID - Pernah bingung nggak sih, kenapa skincare yang lagi hits banget di medsos nggak selalu cocok di kulit kita? Nah, jawabannya bisa jadi karena beda jenis kulit wajah!

Tiap orang punya jenis kulit yang beda-beda, jadi nggak semua produk bisa dipakai asal-asalan cuma karena viral. Penting banget buat kenal dulu jenis kulit sendiri sebelum beli produk perawatan.

Dengan tahu jenis kulit, kamu bisa pilih skincare yang lebih tepat, hasilnya juga jadi maksimal. Yuk, kita bahas jenis-jenis kulit wajah supaya nggak salah langkah pas cari produk yang cocok!

Jenis-Jenis Kulit

Menurut American Academy of Dermatology (AAD), kulit biasanya dibagi jadi lima jenis, ada kering, berminyak, normal, kombinasi, atau sensitif.

Nah, dilansir dari Clevelandclinic, seorang dematologis bernama Lauren Zamborsky, menjelaskan berbagai jenis kulit dan cara mengenalinya.

1. Kulit Kering

Ilustrasi kulit kering (Pexels/Shiny Diamond)

Kalau kulitmu kering, berarti kulit nggak memproduksi cukup sebum atau minyak alami dari kelenjar sebaceous. Zamborsky menjelaskan sebum adalah pelumas alami kulit.

Kalau nggak cukup minyaknya, kulit jadi kelihatan kusam, terasa ketat, atau bahkan bersisik. Kulit kering juga cenderung punya tekstur lebih terlihat, misalnya garis halus dan kerutan yang makin menonjol pada orang dewasa.

Kondisi kulit kayak gini seringkali disebabkan faktor luar seperti cuaca, kelembapan udara rendah, atau terlalu sering kena air panas. Biasanya sifatnya sementara, tapi buat sebagian orang bisa jadi kondisi jangka panjang.

Karena kulit kering mudah pecah, bakteri lebih gampang masuk dan bisa memicu masalah kayak eksim atau infeksi kalau nggak dirawat dengan baik.

Baca juga: 5 Rekomendasi Pelembab Wajah untuk Kulit Kering Brand Lokal, Hydrating Banget!

2. Kulit Berminyak

Ilustrasi kulit berminyak. (Freepik)

Kebalikan dari kulit kering, kulit berminyak malah menghasilkan sebum berlebih. Tanda-tandanya pori-pori besar, wajah tampak mengkilap atau berminyak, dan sering muncul komedo atau jerawat.

Penyebabnya produksi minyak berlebih berasal dari kelenjar sebaceous, biasanya karena faktor genetik atau hormonal. Kulit ini umum dialami remaja dan orang di bawah usia 30 tahun, serta sering dikaitkan sama jerawat.

Biasanya kulit berminyak lebih rentan pori-porinya tersumbat, sehingga memicu jerawat,” jelas Zamborsky.

Baca juga: 5 Rekomendasi Lip Balm Terbaik untuk Bibir Lembab, Wajib Coba!

3. Kulit Kombinasi

Ilustrasi kulit wajah kombinasi (freepik)

Kalau kamu punya kulit kombinasi, biasanya area tertentu seperti dahi, hidung, dan dagu (T-zone) lebih berminyak, sedangkan pipi dan area mata terasa kering.

Akan tetapi, ada juga yang sebaliknya, T-zone kering dan pipi berminyak. Itu juga tetap termasuk kulit kombinasi. Keadaan kulit kayak gini terjadi karena distribusi kelenjar minyak dan keringat nggak merata.

4. Kulit Normal

Ilustrasi Merawat Kulit Wajah.

Kulit normal punya istilahnya sendiri, yaitu happy medium. Jenis kulit ini nggak terlalu berminyak, tapi nggak juga terlalu kering. Biasanya juga nggak rentan jerawatan dan jarang ada masalah sensitivitas.

Bahkan, kulit normal sebenarnya nggak perlu perawatan ribet. Asal rajin pakai basic skincare, kulit bakal tetap kelihatan bersih dan halus.

5. Kulit Sensitif

Ilustrasi Kulit Sensitif (Dok. Freepik.com)

Terakhir, ada tipe jenis kulit sensitif. Kalau kulitmu sensitif, kemungkinan kamu udah tahu karena lebih gampang reaktif dan harus lebih hati-hati pilih produk.

Orang dengan kulit sensitif juga bisa punya kondisi bawaan seperti eksim, rosacea, atau alergi kulit. Kulit sensitif bukan soal seberapa banyak minyak yang diproduksi. Soalnya, tipe jenis ini ada juga yang gabungan antara kering, berminyak, atau kombinasi.

Buat yang punya jenis kulit ini, sebaiknya hindari produk dengan pewarna, parfum, dan bahan keras (seperti benzoyl peroxide atau salicylic acid).

Kandungan tersebut bisa memicu iritasi seperti kemerahan, gatal, panas, atau kering. Jangan lupa, cari produk berlabel khusus kulit alergi atau bebas parfum.

Cara Menentukan Jenis Kulit

Nggak ada tes universal buat tahu jenis kulit, tapi cara paling populer adalah pakai kertas blotting. Caranya: cuci wajah, tunggu 30 menit, lalu tempel kertas blotting di T-zone dan pipi. Lihat seberapa banyak minyak yang menempel.

Kalau kulit terasa berminyak setelah 30 menit, kemungkinan kulitmu berminyak. Kalau terasa kering, berarti kulit kering. Kalau sebagian area kering sebagian berminyak, berarti kombinasi.

Kalau nggak terasa kering atau berminyak, berarti normal. Namun, kalau ada kemerahan atau rasa perih/gatal, kemungkinan kulit sensitif.

Ingat juga, jenis kulit bisa berubah seiring waktu, misalnya saat musim berganti, kehamilan, menyusui, atau karena stres, diet, dan obat-obatan tertentu.

Intinya, tahu jenis kulitmu itu membantu memilih cara perawatan dan produk yang tepat. Kalau masih bingung, konsultasi dengan dokter kulit bakal jadi langkah terbaik. Stay healthy guys!

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Cleveland Clinic

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU