Kamis, 15 JANUARI 2026 • 14:30 WIB

Sabun Cair dan Sabun Batang Apa Bedanya? Simak Cara Memilih yang Cocok untuk Kulitmu

Author

Ilustrasi Sabun Cair. (Foto: Freepik @Freepik)

INDOZONE.ID - Banyak orang mengira sabun batang dan sabun cair hanya berbeda bentuknya saja. Namun, ternyata walaupun sabun batang dan sabun cair sama-sama terbuat dari bahan pembersih dan bertujuan untuk mengangkat kotoran serta minyak dari kulit, keduanya juga memiliki perbedaan lain.

Secara umum, formulasi dan proses pembuatan sabun batang dan sabun cair berbeda.

Dilansir dari byrdie.com, sabun batang melalui proses kaustik yang melibatkan pemanasan minyak dan lilin, serta penambahan alkali. Campuran tersebut kemudian didiamkan selama enam hingga delapan minggu hingga bahan-bahan kimianya menguap.

Di sisi lain, sabun cair tidak mengalami proses tersebut. Sabun mandi cair mengandung air sehingga tidak terlalu pekat. Minyak, ekstrak, bahan pelembap, dan pencerah dapat dengan mudah ditambahkan ke sabun cair untuk mengatasi masalah kulit tertentu.

Baca juga: Tips Memilih Sabun Pemutih Berdasarkan Jenis Kulit

Kelebihan Sabun Batang

Sabun batang tidak mengandung air sehingga kemungkinan bakteri berkembang biak lebih kecil. Hal ini juga menjadikan sabun batang tidak atau hanya sedikit membutuhkan bahan pengawet dalam formulanya.

Kelebihan lainnya, sabun batang membutuhkan kemasan yang lebih ringkas sehingga ramah lingkungan dan mudah disimpan.

Kekurangan Sabun Batang

Ilustrasi sabun batangan. (freepik.com)

Sabun batang memiliki pH yang tinggi, yakni antara sembilan hingga sepuluh. pH ini tidak dapat diturunkan karena banyaknya langkah yang diperlukan untuk memformulasikannya.

Kadar pH yang tinggi ini membuat beberapa sabun batang dapat menyebabkan kulit kering bagi sebagian orang, terutama mereka yang memiliki kulit sensitif.

Sabun batang juga dikenal meninggalkan lapisan lengket atau residu pada kulit atau kamar mandi yang tidak disukai oleh sebagian orang.

Kelebihan Sabun Cair

Sabun cair umumnya diformulasikan dengan bahan-bahan yang lembut, menenangkan, dan menghidrasi.

Sabun mandi cair biasanya dikemas dalam tabung, botol, atau plastik tertutup untuk memastikan formulanya tidak bersentuhan dengan air atau elemen lain yang dapat menumbuhkan bakteri.

Selain itu, pH sabun cair dapat disesuaikan selama proses formulasi dan pembuatan sehingga hasilnya lebih mendekati pH kulit. Hal ini menjadikannya cocok digunakan oleh pemilik kulit sangat kering.

Kekurangan Sabun Cair

Sabun cair kurang ramah lingkungan karena menggunakan kemasan plastik. Selain itu, sabun cair juga mengandung pengawet sehingga kurang ideal bagi mereka yang menginginkan produk “bersih”.

Baca juga: Punya Kulit Kering, Berikut Ini Tips Memilih Sabun Mandi yang Tepat

Menentukan Sabun yang Cocok bagi Kulit

Jika Anda memiliki kulit sensitif atau mudah iritasi, maka sabun batang lebih cocok. Hal ini karena sabun batang biasanya tidak mengandung bahan-bahan yang berpotensi mengiritasi sehingga risiko alergi lebih rendah.

Jika Anda memiliki kulit yang sangat kering, kencang, bersisik, kasar, atau gatal, sabun mandi cair lebih cocok karena cenderung lebih melembapkan dan menenangkan kulit.

Sabun mandi cair juga cenderung menjadi pilihan yang tepat bagi Anda yang memiliki kondisi kulit eksim atau jerawat.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Byrdie.com

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU