INDOZONE.ID - Punya rambut keriting bergelombang memang bisa bikin penampilan terlihat lebih stylish dan beda. Nggak heran kalau hair perm jadi pilihan banyak orang yang ingin tampil lebih fresh.
Tapi sebelum tergoda hasilnya yang kece, ada beberapa hal penting yang perlu kamu pertimbangkan. Sebabnya, proses hair perm ini melibatkan bahan kimia yang bisa berdampak pada kondisi rambut dan kulit kepala.
Kalau nggak siap dengan risikonya, hasilnya justru bisa bikin menyesal. Nah, supaya nggak salah langkah, yuk kenali dulu risiko hair perm sebelum kamu mencobanya.
1. Rambut Jadi Kering dan Frizzy
Proses hair perm melibatkan bahan kimia yang bisa menghilangkan minyak alami rambut. Akibatnya, rambut menjadi lebih kering dan mudah mengembang atau frizzy.
Risiko ini makin besar jika rambutmu sebelumnya sudah diwarnai atau sering terkena panas alat styling. Tanpa perawatan ekstra, rambut bisa kehilangan kilau alaminya dan terasa kasar saat disentuh.
Nah, untuk mengatasinya, kamu perlu rutin menggunakan deep conditioner dan memilih produk khusus rambut keriting.
2. Risiko Rambut Rusak atau Bercabang
Selain kering, rambut yang di-perm juga lebih rentan rusak dan bercabang di bagian ujungnya. Hal ini terjadi karena struktur rambut berubah akibat bahan kimia dan proses pengeritingan.
Jika rambutmu sudah rapuh sejak awal, kerusakan bisa terasa lebih parah. Rambut juga jadi mudah patah dan kehilangan elastisitasnya. Supaya tetap sehat, potong ujung rambut secara berkala terlebih dahulu dan batasi penggunaan alat panas.
3. Perubahan Rambut Sulit Dikembalikan
Hair perm memang tidak sepenuhnya permanen, tapi hasilnya juga tidak bisa langsung dihilangkan.
Baca juga: 5 Model Rambut Keriting Pendek Wanita yang Stylish dan Fresh
Rambut yang baru tumbuh akan kembali ke tekstur asli, sementara bagian lama tetap keriting.
Perbedaan ini bisa terlihat jelas dan membuat tampilan rambut kurang rapi. Nah, untuk kembali ke rambut lurus sepenuhnya, dibutuhkan waktu yang cukup lama. Bahkan, sering kali solusi tercepat adalah memotong rambut.
4. Kulit Kepala Bisa Mengalami Iritasi
Bahan kimia pada proses perm tidak hanya mempengaruhi rambut, tapi juga kulit kepala. Pada sebagian orang, hal ini bisa memicu gatal, kemerahan, atau rasa perih.
Selain itu, risiko iritasi tersebut akan lebih besar jika kulit kepalamu tergolong sensitif. Tentu tidak nyaman tampil dengan rambut kece tapi kulit kepala bermasalah.
Oleh karena itu, penting melakukan patch test sebelum perm untuk memastikan kulit kepala aman.
5. Rambut Lebih Sulit Diatur
Setelah di-perm, tekstur rambut akan berubah dan tidak selalu mudah diatur seperti sebelumnya. Beberapa orang justru merasa rambut jadi lebih “bandel” dan sulit ditata.
Baca juga: 5 Model Rambut Pria untuk Rambut Keriting yang Keren dan Mudah Ditata
Kalau salah produk atau teknik styling, hasilnya bisa terlihat berantakan. Kamu juga perlu waktu untuk menyesuaikan diri dengan pola keriting baru. Tanpa perawatan yang tepat, rambut bisa terlihat mengembang dan kurang rapi.
6. Biaya dan Perawatan Jadi Lebih Besar
Hair perm bukan hanya soal proses awal, tapi juga perawatan setelahnya. Kamu perlu produk khusus seperti sampo, kondisioner, dan styling cream untuk rambut keriting.
Selain itu, perawatan rutin di salon juga bisa menambah pengeluaran. Jika tidak dirawat dengan baik, hasil perm bisa cepat rusak dan kurang maksimal. Jadi sebelum memutuskan, penting mempertimbangkan kesiapan waktu dan budget.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: WebMD