INDOZONE.ID - Retinol mungkin jadi nama yang sering kamu lihat di serum atau krim wajah. Ingredient ini terkenal banget di dunia skincare karena bisa bantu ngilangin jerawat, fine lines, dan bikin kulit lebih glowing. Tapi, pas kamu lagi hamil atau berencana hamil, retinol langsung jadi no-go area. Kenapa ya? Banyak banget mama muda yang masih bingung soal ini. Artikel ini bakal bahas secara lengkap kenapa retinol tidak disarankan untuk ibu hamil, mulai dari risiko sampai fakta medis penting yang wajib kamu tahu sebelum pakai skincare apa pun.
Apa Itu Retinol dan Kenapa Populer?
Retinol termasuk dalam keluarga retinoid, yaitu turunan dari vitamin A. Vitamin A memang penting buat kulit karena membantu mempercepat pergantian sel kulit, memproduksi kolagen, dan memperbaiki tekstur kulit. Makanya, retinol banyak dipakai dalam produk anti-aging dan anti-acne.
Tapi, walaupun populer, retinol punya potensi risiko besar ketika digunakan selama masa kehamilan. Ini bukan cuma mitos atau hoaks, tapi didukung oleh banyak panduan medis internasional.
Baca juga: Nggak Perlu Retinol Lagi! Ini Solusi Lembut tapi Super Efektif untuk Kulit Sensitif
Kenapa Retinol Dilarang untuk Ibu Hamil?
- Retinol Bisa Masuk ke Aliran Darah dan Janin
Walau bentuknya cuma dioles ke kulit, retinol tetap bisa terserap ke aliran darah. Vitamin A itu larut dalam lemak, jadi tubuh cenderung menyimpannya daripada langsung dibuang. Kalau kadarnya terlalu tinggi, bisa berpotensi menyeberang ke plasenta dan memengaruhi janin yang lagi berkembang. Karena itulah banyak dokter menyarankan ibu hamil untuk menghindari semua produk yang mengandung retinoid, termasuk retinol. - Risiko Teratogenik pada Retinoid Oral
Ini poin paling seriusnya. Bentuk retinoid oral seperti isotretinoin (yang dulunya dikenal sebagai Accutane) sudah terbukti secara medis dapat menyebabkan cacat bawaan yang parah jika digunakan selama kehamilan. Kondisi ini disebut fetal retinoid syndrome (FRS) dan bisa memicu kelainan pada wajah, otak, jantung, atau sistem saraf bayi.
Bayangin, retinoid yang diminum aja bisa bikin risiko serius sebesar itu. Meskipun retinol di skincare memiliki dosis jauh lebih rendah, karena belum ada penelitian pasti yang menyatakan aman, para ahli memilih menghindarinya sebagai tindakan pencegahan. - Belum Ada Data Aman soal Retinol Topikal
Salah satu alasan kenapa retinol sering dianggap berisiko itu karena memang belum ada data penelitian yang benar-benar kuat soal seberapa banyak retinol yang aman diserap tubuh saat hamil. Penelitian yang ada sekarang belum bisa memastikan kalau retinol yang dipakai di kulit benar-benar aman untuk janin. Karena masih ada ketidakpastian ini, banyak tenaga medis akhirnya menyarankan untuk berhenti dulu pakai retinol saat sedang program hamil atau sudah hamil, demi menjaga keamanan ibu dan bayi.
Apa Saja Risiko yang Mungkin Terjadi?
Berikut ini adalah beberapa risiko yang sering dikaitkan dengan paparan retinoid tinggi saat kehamilan:
- Cacat bawaan struktur wajah seperti bibir sumbing atau deformasi telinga.
- Masalah sistem saraf pusat, termasuk risiko gangguan perkembangan otak atau sumsum tulang belakang.
- Gangguan jantung dan pembuluh darah yang kompleks.
- Masalah pertumbuhan janin secara umum, termasuk keterlambatan perkembangan.
Perlu diperjelas bahwa risiko paling signifikan memang berasal dari retinoid oral yang diminum dalam dosis tinggi. Risiko dari retinol topikal belum bisa dipastikan karena penelitian yang ada masih terbatas. Namun, karena potensi paparan masuk ke darah dan ke plasenta, banyak dokter tetap menyarankan berhenti pakai retinol ketika hamil atau merencanakan kehamilan.
Kapan Harus Berhenti Pakai Retinol?
Sebaiknya, kamu berhenti pakai retinol sejak mulai merencanakan kehamilan. Biasanya, dokter kulit atau dokter kandungan menyarankan untuk menghentikan pemakaian retinol setidaknya beberapa minggu sebelum mulai program hamil. Alasannya, tubuh butuh waktu untuk menurunkan dan membersihkan kadar vitamin A yang tersimpan.
Tapi kalau kamu baru sadar sudah sempat pakai retinol setelah tahu sedang hamil, tidak perlu langsung panik. Hal seperti ini cukup sering terjadi. Biasanya, dokter akan melihat dulu seberapa sering dan seberapa banyak retinol yang dipakai sebelum memberi saran lebih lanjut. Supaya lebih tenang dan jelas, tetap konsultasikan dengan tenaga medis yang menangani kamu.
Alternatif Skincare yang Aman untuk Ibu Hamil
Tenang, kamu tetap bisa punya skincare routine yang aman tanpa retinol. Berikut beberapa bahan yang dianggap aman dan bisa bantu menjaga kulit tetap sehat selama masa hamil:
- Vitamin C untuk membantu mencerahkan kulit dan meratakan tone.
- Hyaluronic acid membantu hidrasi dan kelembutan kulit.
- Azelaic acid aman dipakai untuk membantu atasi jerawat ringan dan meredakan peradangan.
- Bakuchiol yang dipopulerkan sebagai retinol-like, tapi berasal dari tumbuhan.
Semua bahan di atas bisa jadi alternatif tanpa membawa risiko yang sama seperti retinol. Namun, tetap baca label dan jika ragu, tanya dokter dulu.
Baca juga: 5 Manfaat Retinol untuk Kulit Wajah, dari Atasi Jerawat hingga Anti Aging
Apa Kata Dokter dan Badan Pengawas Obat Internasional?
Badan seperti European Medicines Agency (EMA) juga menyatakan bahwa retinoid, termasuk yang dioleskan ke kulit, tidak direkomendasikan untuk ibu hamil. Itu karena risiko yang berkaitan dengan potensi efek toksik retinoid pada janin.
Dokter spesialis kandungan dan dermatologi pun biasanya menyarankan wanita yang sedang merencanakan kehamilan untuk menghentikan semua produk yang mengandung retinoid, termasuk retinol, sebagai tindakan pencegahan ekstra.
Retinol sejauh ini merupakan salah satu bahan skincare yang efektif untuk anti-aging dan acne. Sayangnya, pemakaiannya selama hamil tidak direkomendasikan karena potensi retinoid yang dapat terserap ke aliran darah dan berpotensi memengaruhi perkembangan janin. Risiko klinis yang paling serius justru terlihat pada bentuk retinoid oral seperti isotretinoin. Namun, karena belum ada data pasti tentang keamanan retinol topikal selama kehamilan, banyak profesional medis memilih menghindarinya demi keamanan janin.
Jadi, kalau kamu lagi hamil atau sedang merencanakan kehamilan, mending skip dulu retinol dan pilih bahan skincare yang lebih aman sampai masa itu lewat. Selalu diskusikan dengan dokter atau ahli kulit supaya skincare routine kamu tetap aman dan efektif tanpa perlu mengorbankan perkembangan si kecil di dalam kandungan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Healthline.com