Jumat, 13 FEBRUARI 2026 • 08:35 WIB

Kisah Cinta di Layar: Ketika Karakter Gim Lebih Memikat dari Pria di Dunia Nyata

Author

Ilustrasi perempuan yang jatuh cinta dengan karakter di gim (freepik). 

INDOZONE.ID - Zhou, pegawai negeri China berusia 33 tahun, menemukan cinta sejati bukan dari pria sungguhan, melainkan dari Qi Yu, karakter virtual berambut ikal dalam gim "Love and Deepspace". 

Gim besutan Papergames ini telah mengoleksi 80 juta pengguna global dan menjadi fenomena budaya di China.

Cinta Digital, Loyalitas Nyata

Zhou telah menginvestasikan lebih dari 10.000 yuan (Rp22 juta) untuk membuka fitur eksklusif dan alur cerita tambahan. 

Bulan lalu, ia terbang dari Guangzhou ke Shanghai hanya untuk bertemu cosplayer karakter idamannya. 

Baca juga: Saat Hidup Terasa Ambruk, Ini Kekuatan Kalimat “Hasbunallah Wa Ni’mal Wakil”

"Proses mengenalnya sungguh memuaskan. Dia ada saat aku butuh, dan diam saat aku sibuk," ujarnya.

Bukan Sekadar Pelarian

Evina Li, 31, pekerja teknologi Shanghai, telah membelanjakan 8.000 yuan meski memiliki kekasih nyata. 

"Gim ini menempatkan kebutuhan perempuan sebagai prioritas, mengkompensasi kekurangan interaksi nyata," ungkapnya. 

Pendapatan global "Love and Deepspace" mencapai 825 juta dolar AS hingga April 2025, diperkirakan kini mendekati 1 miliar dolar AS. 

China menyumbang 60% pendapatan, disusul AS 19% dan Jepang 9%.

Baca juga: Tips Memilih Kacamata yang Cocok dengan Karakter Personal, Bikin Gaya Makin Pede

Ekonomi Bertemu Emosi

Dr. Tingting Liu dari University of Technology Sydney menyebut fenomena ini sebagai persimpangan industri gim matang dan perubahan sosial. 

"Perempuan China kini punya kapasitas finansial membeli pengalaman yang memenuhi kebutuhan emosional mereka," jelasnya. 

Otome menjadi refleksi transformasi intimitas digital menjadi komoditas ekonomi.

Antara Fiksi dan Harapan

Zhou tak menutup pintu pada dunia nyata. Namun kecemasan akan masa lajangnya meredup. 

"Jika terburu-buru, aku pasti menyesal. Tapi dengan karakter gim, aku punya kendali penuh," katanya. 

Qi Yu—atau Rafayel dalam versi internasional—adalah dewa laut yang dingin terhadap manusia. 

Ironisnya, karakter dingin ini justru menghangatkan hati ribuan perempuan. Bagi mereka, ini bukan sekadar gim. Ini adalah rumah.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Reuters

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU