INDOZONE.ID - Tren perawatan anti aging global mulai mengalami perubahan dalam beberapa tahun terakhir. Jika sebelumnya prosedur kecantikan identik dengan perubahan wajah yang drastis, kini semakin banyak orang memilih pendekatan yang lebih natural dan mempertahankan karakter wajah asli.
Fenomena tersebut terlihat dari berkembangnya konsep graceful aging, yakni pendekatan perawatan yang berfokus menjaga kualitas kulit dan struktur wajah agar tetap terlihat segar, kencang, dan proporsional seiring bertambahnya usia.
Di industri hiburan Korea Selatan, tren ini semakin terlihat melalui sejumlah figur publik yang tetap tampil youthful tanpa kesan mengubah wajah secara berlebihan.
Nama seperti Lee Min Ho dan Jun Ji Hyun disebut menjadi contoh figur publik yang mempertahankan tampilan natural namun tetap terlihat terawat.
Secara global, pendekatan serupa juga dikaitkan dengan popularitas treatment non-surgical lifting seperti Ultherapy yang dikembangkan perusahaan estetika asal Amerika Serikat, Merz Aesthetics.
Beberapa nama internasional seperti Salma Hayek, Jennifer Aniston, hingga Courteney Cox juga beberapa kali dikaitkan dengan tren perawatan lifting non-bedah yang mengedepankan hasil natural-looking.
Baca juga: Cobain Pelembap Gel Kolagen Skincare Anti Aging Viral di Negeri Sakura
Tren tersebut kini mulai terlihat di Indonesia. Sejumlah figur publik seperti Luna Maya, Maxime Bouttier, dan Wulan Guritno dikenal memilih pendekatan perawatan kulit yang lebih modern dan personal sebagai bagian dari long-term self care.
Melihat perkembangan tersebut, ZAP Premiere menghadirkan Ultherapy PRIME, teknologi lifting non-bedah berbasis ultrasound yang ditujukan untuk membantu mengencangkan wajah dengan hasil yang lebih natural.
Teknologi tersebut menggunakan metode micro-focused ultrasound with visualization (MFU-V), yakni penghantaran energi ultrasound ke lapisan kulit tertentu untuk membantu menstimulasi produksi kolagen alami tubuh.
Melalui proses itu, treatment disebut dapat membantu memberikan efek lifting, tightening, dan kontur wajah yang tampak lebih tegas secara bertahap.
Salah satu fitur utama Ultherapy PRIME adalah real-time visualization yang memungkinkan dokter melihat lapisan kulit saat tindakan dilakukan sehingga treatment dapat disesuaikan dengan kondisi masing-masing pasien.
Hasil perawatan juga berkembang secara bertahap seiring proses pembentukan kolagen alami kulit, yang umumnya mulai terlihat dalam dua hingga tiga bulan dan dapat terus berkembang hingga satu tahun.
Selain menghadirkan teknologi lifting non-bedah, ZAP Premiere juga memperkenalkan Primelift Program, yakni kombinasi beberapa treatment yang dirancang secara personal sesuai kebutuhan pasien.
Program tersebut memadukan Ultherapy PRIME dengan pendekatan estetika lain seperti Picosure Pro untuk membantu memperbaiki kualitas kulit dan warna wajah, serta Botulinum Toxin A-Xeomin untuk membantu menyamarkan garis halus.
Baca juga: 5 Manfaat Retinol untuk Kulit Wajah, dari Atasi Jerawat hingga Anti Aging
Menurut Chief Clinical Officer ZAP dr. Dara Ayuningtyas, tren anti aging saat ini tidak lagi berorientasi pada perubahan wajah secara drastis.
“Saat ini pasien bukan lagi datang untuk terlihat menjadi orang lain. Mereka ingin tetap terlihat seperti diri sendiri, hanya lebih fresh, lebih firm, dan lebih well-maintained. Itu yang menjadi arah baru dunia anti aging saat ini,” ujar dr. Dara.
Ia mengatakan tren preventive aging juga mulai banyak diminati kelompok usia 30-an yang ingin menjaga struktur wajah sejak dini sebelum tanda penuaan muncul lebih jelas.
ZAP Premiere menyebut pendekatan perawatan kini semakin mengarah pada personalisasi, mulai dari analisis kondisi kulit hingga pemilihan treatment yang disesuaikan dengan kebutuhan tiap individu.
Melalui Ultherapy PRIME dan Primelift Program, klinik tersebut ingin menghadirkan pendekatan anti aging yang lebih natural-looking dan berfokus pada perawatan jangka panjang.
Di tengah perubahan tren kecantikan modern, perawatan estetika kini semakin dipandang sebagai bagian dari investasi diri untuk menjaga rasa percaya diri dan kualitas penampilan di setiap fase usia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Press Release