6 Manfaat Bunga Calendula untuk Kesehatan Kulit yang Wajib Diketahui (Silver Falls Seed Company)
INDOZONE.ID - Bunga calendula merupakan tanaman yang memiliki kelopak berwarna kuning hingga oranye cerah.
Selain tampil cantik, bunga ini telah lama dimanfaatkan sebagai bahan alami dalam berbagai produk perawatan kulit.
Bunga calendula mengandung flavonoid, triterpenoid, saponin, antioksidan, serta berbagai senyawa aktif lainnya.
Kandungan tersebut dipercaya dapat membantu menjaga kesehatan kulit, dan mengatasi masalah kulit ringan.
Ilustrasi Bunga Calendula (William Dam Seeds)
Berikut ini, 6 manfaat bunga calendula untuk kesehatan kulit yang wajib diketahui:
Punya masalah kulit wajah kemerahan atau sensitif karena salah pakai produk kecantikan? Sifat anti-inflamasi alami pada bunga calendula ampuh banget buat menenangkan kulit yang meradang.
Kandungan aktifnya bekerja cepat meredakan rasa perih dan membuat kulit wajah jadi lebih kalem. Sangat cocok diandalkan sebagai penyelamat pertama saat kulitmu sedang mengamuk.
Baca juga: Air Beras Disebut Punya Khasiat untuk Mengatasi Jerawat hingga Eksim, Benarkah?
Calendula dibekali dengan kemampuan antiseptik, yang bisa mempercepat proses regenerasi sel kulit baru. Hal ini bikin bekas jerawat atau luka kecil di wajah bisa pudar lebih cepat.
Zat alaminya juga membantu melawan bakteri penyebab jerawat, agar tidak gampang membandel. Kulit wajah pun bisa kembali bersih, mulus, dan teksturnya jadi lebih rata.
Buat kamu yang punya masalah kulit kering atau bersisik, calendula bisa jadi solusinya. Ekstrak bunga ini kaya akan asam lemak esensial yang bagus untuk menghidrasi jaringan kulit.
Skincare yang mengandung calendula bakal mengunci kelembapan alami dari dalam, tanpa bikin wajah berminyak. Kulit kamu dijamin bakal terasa jauh lebih kenyal dan lembut seharian.
Baca juga: Minyak Biji Bunga Matahari Kian Dilirik, Ini Manfaatnya untuk Kulit Kering dan Sensitif
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Healthline