Kamis, 18 DESEMBER 2025 • 13:35 WIB

Sanggar Tari Lenggang Dara Kota Malang, Menjaga Warisan Budaya Lewat Gerak Tubuh

Author

Wakil Lenggang Dara yang meraih posisi juara di Kejuaraan Tingkat Jawa Timur (Ainurrofiko Iza).

INDOZONE.ID - Sanggar Tari Lenggang Dara merupakan sebuah sanggar tari yang berlokasi di Jalan Perumahan Bukit Cemara Tidar, Blok F2/22, Kota Malang, Jawa Timur. 

Sanggar ini hadir sebagai ruang belajar dan pengembangan seni tari yang terbuka bagi masyarakat umum. 

Sejak awal berdirinya, Lenggang Dara berkomitmen untuk menjadi wadah edukasi seni yang tidak hanya mengajarkan teknik gerak, tetapi juga menanamkan nilai-nilai budaya kepada para peserta didiknya.

Struktur kepengurusan Sanggar Tari Lenggang Dara dipimpin oleh Heryunistanti sebagai pemilik sekaligus pelatih utama yang dikenal dengan sapaan Bu Yuyun. 

Baca juga: Kiprah Sanggar GSA, Jadi Ruang Pembinaan Seni Tradisi Sekaligus Mengukir Prestasi

Dalam menjalankan kegiatan pelatihan, beliau didukung oleh dua pelatih lainnya, yaitu Denara Ismeta dan Ni Luh Dara. 

Ketiga pelatih tersebut memiliki peran masing-masing sesuai dengan keahlian yang dimiliki, namun tetap bekerja secara kolaboratif untuk menciptakan suasana latihan yang kondusif dan mendukung perkembangan kemampuan siswa.

Visi dan misi Sanggar Tari Lenggang Dara adalah melestarikan budaya Jawa, khususnya tari tradisional, agar tetap hidup dan berkembang di tengah arus modernisasi. 

Melalui kegiatan latihan rutin, pementasan, dan partisipasi dalam berbagai acara budaya, sanggar ini berupaya mengenalkan kembali kekayaan seni tari tradisional kepada generasi muda. 

Nilai kedisiplinan, tanggung jawab, dan kecintaan terhadap budaya menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran di sanggar ini.

Baca juga: Unik! Pelatih Yoga Asal Indonesia Kenalkan Budaya Masuk Angin dan Kerokan ke Warga Amerika

Selain tari tradisional, Sanggar Tari Lenggang Dara juga mengajarkan tari modern sebagai bentuk adaptasi terhadap perkembangan zaman. 

Tari tradisional dibimbing langsung oleh Ibu Heryunistanti dan Ni Luh Dara, sementara tari modern dilatih oleh Denara Ismeta. 

Denara Ismeta juga berperan sebagai pengelola media sosial sanggar, sehingga mampu mengemas aktivitas sanggar secara kreatif dan menarik untuk dipublikasikan kepada masyarakat luas.

Dalam hal promosi, Sanggar Tari Lenggang Dara aktif memanfaatkan platform media sosial seperti Instagram, Facebook, dan TikTok dengan nama akun @lenggangdara. 

Media sosial digunakan untuk membagikan dokumentasi latihan, penampilan, serta prestasi siswa, sekaligus menjadi sarana informasi bagi masyarakat yang ingin mengenal atau bergabung dengan sanggar ini. 

Kehadiran di dunia digital turut membantu meningkatkan eksistensi dan jangkauan sanggar.

Baca juga: Viral Gen Z Populerkan Party Jamu sebagai Gaya Hidup Sehat, Kamu Mau Ikutan?

Sanggar Tari Lenggang Dara telah berdiri sejak tahun 1994 dan secara resmi memperoleh legalitas dari notaris pada 14 Agustus 2015. 

Dengan pengalaman panjang tersebut, sanggar ini terus menunjukkan perkembangan yang signifikan. 

Para siswa yang mengikuti latihan berasal dari berbagai kelompok usia, mulai dari anak-anak hingga dewasa, dan banyak di antaranya telah berpartisipasi dalam berbagai kompetisi tari, baik di tingkat provinsi maupun nasional. 

Berkat dedikasi para pelatih dan perhatian yang diberikan kepada setiap siswa, Sanggar Tari Lenggang Dara mampu bertahan dan terus tumbuh sebagai salah satu sanggar tari yang konsisten dalam melestarikan seni dan budaya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU