Ilustrasi tari jaipong berasal dari Jawa Barat. (Nano Banana/gemini.google.com)
INDOZONE.ID - Indonesia merupakan negara yang dianugerahi kekayaan seni budaya yang melimpah, salah satunya adalah seni tari tradisional. Dari ujung barat hingga timur Nusantara, setiap daerah memiliki identitas tariannya masing-masing. Di ranah Sunda, ada satu tarian yang sangat ikonik, energik, dan mengundang decak kagum penontonnya, yakni Tari Jaipong.
Sebagai pertunjukan tari yang masih berpijak pada seni rakyat, kesenian ini berhasil menarik minat banyak orang dari berbagai kalangan, bahkan hingga ke mancanegara. Namun, tahukah Anda sebenarnya tari jaipong berasal dari daerah mana? Bagaimana sejarah perkembangannya, serta apa pesan tersembunyi di balik gerakannya yang luwes? Berikut adalah ulasan lengkapnya.
Baca juga: Apa Itu Tari Tunggal? Pengertian dan Contoh Tari Tradisional Lengkap
Banyak orang menyangka bahwa tari Jaipong berasal dari kota Bandung. Faktanya, tari Jaipong adalah tarian tradisional dari Jawa Barat yang aslinya berasal dari daerah Karawang.
Tarian yang bernuansa ceria dan humoris ini diciptakan pada era tahun 1960-an oleh seorang seniman berbakat asal Karawang bernama H. Suanda. Haji Suanda merupakan seniman yang sangat menguasai berbagai kesenian tradisional, seperti Wayang Golek, Pencak Silat, Ketuk Tilu, dan Topeng Banjet.
Pada mulanya, tarian ini lebih dikenal oleh masyarakat dengan sebutan tari banjet. Suanda menciptakan inovasi ini dengan cara menggabungkan unsur gerak tari ketuk tilu, tari ronggeng, tari topeng, dan gerakan pencak silat menjadi sebuah kesenian baru yang utuh. Alasan beliau menciptakan tarian ini adalah keinginan untuk menampilkan sesuatu yang baru di dunia seni pertunjukan Karawang, mengingat saat itu hiburan rakyat masih sangat terbatas.
Awalnya, tarian ciptaan Suanda ini dipentaskan tanpa pola baku dan gerakannya sangat spontan, diiringi oleh instrumen musik gamelan seperti gendang, degung, rebab, gong, ketuk, kecrek, serta alunan suara sinden. Adapun nama "Jaipong" sendiri konon diambil dari pertunjukan Topeng Banjet yang dibawakan oleh seniman Ijem dan Ali Syahban, di mana mereka melantunkan kata tersebut untuk meniru bunyi pukulan gendang "blaktingpong".
Keunikan tarian ini kemudian menarik perhatian seorang seniman Sunda bernama Gugum Gumbira pada sekitar tahun 1970-an. Gugum Gumbira kemudian membawa tarian ini ke Bandung, menyusun ulang semua gerakannya agar lebih teratur, dan menerapkan pola gerak yang lebih atraktif hingga akhirnya tarian ini populer dengan nama Jaipong. Melansir situs resmi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), H. Suanda dan Gugum Gumbira tercatat sebagai pencipta Tari Jaipong pada tahun 1975.
Baca juga: Pola Lantai Tari Saman: Filosofi, Makna, dan Nilai Kekompakan Budaya Aceh
Dalam penyajiannya, tarian Jaipong yang dikembangkan oleh Gugum Gumbira di Bandung memiliki pola yang terstruktur (Ibing Pola), sangat berbeda dengan Jaipong asli Karawang yang lebih mengandalkan improvisasi pemainnya mengikuti irama musik (Ibing Saka). Menariknya, tarian seni ini sangat fleksibel karena bisa dimainkan secara tunggal, berpasangan, maupun berkelompok.
4 Pola Dasar Gerakan Tari Jaipong Secara umum, terdapat empat pola gerakan utama yang wajib dikuasai oleh penari Jaipong, yaitu:
Selain keempat pola di atas, ada tiga gerakan dasar pinggul yang menjadi roh dari keluwesan tari Jaipong, yakni Geol (fokus pada area pinggul), Gitek (ayunan pinggul dengan hentakan), dan Goyang (ayunan pinggul halus tanpa hentakan).
Koreografi kelompok dalam tarian ini tidak sembarangan. Dilansir dari Jurnal Peka Volume 1 No. 1 2017 Universitas Muhammadiyah Sukabumi karya Annisa Enistoneisya dan Ana Setiani, secara spesifik (misalnya pada tari jaipong kembang tanjung), penari menggunakan ragam pola lantai seperti horizontal, vertikal, diagonal, diagonal V, zigzag, hingga melingkar.
Berikut adalah rincian formasi pola lantainya:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berbagai Sumber