INDOZONE.ID - Jelang Ramadhan Pemerintah Kabupaten Boyolali menggelar gebyar padusan di dua tempat berbeda.
Masing-masing di Umbul Tlatar dan Umbul Tirtomarto Kawasan Pengging, Kecamatan Banyudono, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah.
Tradisi gebyar padusan dimulai dengan kirab dari kantor kecamatan Banyudono menuju umbul Tirtomarto di Kawasan pengging sejauh sekitar satu kilo meter.
Iring-iringan kirab dimulai dari pasukan damkar, kepolisian, paskibraka, duta wisata Boyolali, rombongan dokar dari forkompimda Boyolali, Paguyuban kades se-Banyudono dan regu drum band se-Banyudono.
Baca juga: Jelang Ramadhan 1447 H, Warga Cuci Karpet Masjid Bersama di Alirang Kali Talang Nepen Boyolali
Sesampainya di Kawasan Umbul Tirtomarto, rombongan kirab langsung menuju Umbul Ngabean yang menjadi tempat dimulainya ritual padusan oleh duta wisata Boyolali.
Sepuluh orang penari gambyong membuka ritual gebyar padusan di umbul ngabean, disusul dengan prosesi siraman pada mas dan mbak duta wisata Boyolali.
Siraman pertama dilakukan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Boyolali, Wiwis Trisiwi Handayani.
Siraman kedua dilakukan oleh Panembahan Agung Tedjo Wulan perwakilan Keraton Surakarta Hadiningrat.
Usai melakukan ritual siraman, mas dan mbak duta wisata menuju umbul ngabean untuk mandi bersama yang menandakan dimulainya gebyar padusan di Boyolali.
Baca juga: Makna Hiasan Pembawa Hoki saat Imlek, dari Tulisan Fu hingga Dewa Harta
“Ini salah satu tradisi di boyolali sebelum puasa ramadhan. Jadi ini sangat menyenangkan sekali bagi saya, sangat happy ya karena dapat membantu melestarikan budaya boyolali dan memperkenalkan budaya boyolali ke masyarakat luar, kata duta wisata Boyolali, Anisa Rizqi Aulya, Senin (16/2/2026).
Padusan di Umbul Ngabean Pengging ini dimulai sejak masa Raja Pakubuwono ke X.
Saat itu setiap menjelang puasa Ramadhan, Raja PB X bersama abdi dalemnya datang ke umbul ngabean di Kawasan Pengging untuk melakukan mandi dan bersih diri sebelum memasuki bulan puasa.
Ritual sang raja tersebut kemudian diikuti masyarakat. Paraktinya masih dilakoni warga hingga kini.
Itu sebabnya, setiap tradisi padusan dilaksanakan, perwakilan Keraton Surakarta selalu hadir untuk mengikuti ritual.
"Ini kan kegiatan tiap tahun ya, jadi ya harus dilestarikan bila perlu ditingkatkan dan ini sudah bagus,"ujar perwakilan Keraton Surakarta Panembahan Agung Tedjo Wulan.
Baca juga: Ini Penataan Rumah yang Diyakini Bawa Keberuntungan di Tahun Kuda Api 2026 Menurut Ahli Feng Shui
Kegiatan ini setiap tahun digelar dengan tujuan membersihkan diri sebelum memasuki Ramadhan.
Tradisi ini juga menarik wisatawan untuk datang. pemkab menargetkan5 ribu wisatawan datang ke setiap obyek wisata di dua umbul tersebut.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan